PIZZA MAKANAN KAUM MISKIN ITALIA

Makan pizza di kota-kota besar Indonesia adalah kemewahan. Sebab harga pizza di Indonesia sulit untuk dijangkau masyarakat miskin. Padahal restoran pizza yang bertebaran di Indonesia, hanya menyajikan pizza fast food (pizza cepat saji). Di Amerika Serikat, negeri yang memopulerkan pizza ke seluruh dunia, pizza di restoran cepat saji dikategorikan sebagai junk food. Namun di banyak kota besar di AS, masih bisa dijumpai pizza yang bisa dikategorikan sebagai makanan mewah. Di Italia, pizza bisa diperoleh di toko-toko pizza (Pizzeria).

Pizza asli Italia merupakan makanan mewah. Sebab roti pizza asli ini sangat tipis, tetapi terbuat dari gandum dengan kandungan gluten tinggi. Hingga pizza italia empuk tetapi liat. Cara memanggang pizza italia masih sama ketika pizza diketemukan, yakni dengan lempengan logam bertangkai kayu (seperti sekop). Ke atas lempengan logam ini ditaruh adonan pizza, kemudian dimasukkan ke dalam tungku yang berisi bara api arang kayu. Pizza asli Italia, tidak pernah dipanggang pada oven listrik atau gas, sebab adonan rotinya yang tipis akan menjadi keras.

Karena dikerjakan secara manual, dengan keju dan buah zaitun segar, serta dipanggang dalam tungku tradisional, maka pizza asli ini menjadi sajian mewah. Harganya juga lebih tinggi dibanding pizza dari restoran fast food. Padahal pada awalnya, pizza adalah makanan masyarakat miskin di Italia. Mereka ini tidak mungkin memasak  roti, daging, ikan, sayuran, dan lain-lain secara terpisah. Maka semua bahan itu dijadikan satu, dipanggang dalam tungku, lalu dipotong-potong untuk dibagi rata bagi seluruh anggota keluarga. Itulah awalnya pizza.

# # #

Makanan kaum miskin ini, naik daun ketika Raffaele Esposito, seorang tukang pizza, mendapat pesanan pizza istimewa Kaisar Italia Umberto I (1844 – 1900). Pizza ini diharapkan menjadi hadiah bagi sang permaisuri, Margherita Savoia. Agar pizza ini bisa berwarna mirip dengan bendera Italia, maka Raffaele Esposito, menaruh saus tomat (merah), keju mozzarella (putih), dan daun kemangi (hijau) dalam pizza istimewa ini. Sejak itulah masyarakat Italia mengenal Pizza Margherita. Sebelumnya, pizza tidak pernah menggunakan saus tomat, apalagi daun kemangi.

Sebenarnya roti pipih dan bundar, sudah dikenal sejak manusia membudidayakan gandum sekitar 9000 tahun SM. Kemudian pada jaman Darius Agung (521- 486 SM), adonan roti purba ini, mulai ditaburi keju dan kurma sebelum dipanggang. Hingga roti baru ini bisa dibawa-bawa ke medan perang, dan dimakan dengan cepat serta praktis. Hingga roti dengan tambahan macam-macam makanan ini, sebenarnya menu khas masyarakat nomad, yang cocok untuk disantap di perjalanan atau dalam peperangan.

Namun roti tipis dengan bermacam bahan itu masih belum diiris menjadi beberapa potongan seperti halnya pizza. Biasanya masyarakat purba makan roti tipis ini secara utuh. Kalau mereka perlu membaginya menjadi beberapa potongan, dilakukan dengan mencuil menggunakan tangan secara langsung. Pemotongan menjadi beberapa bagian dengan pisau, baru dilakukan ketika masyarakat miskin Italia harus membagi-bagi roti dengan macam-macam bahan ini, agar bisa dinikmati seluruh keluarga secara merata.

Para imigran Eropa yang datang ke benua Amerika, sudah sejak awal membawa tradisi memasak pizza ini. Namun pizza dengan saus tomat, baru dikenalkan oleh masyarakat Italia setelah tahun 1800an. Pizza awal yang dikenal masyarakat AS adalah lempengan roti yang di atasnya ditaburi keju, bawang bombai, dan saus barbeque. Karena di benua baru ini masyarakat AS mengenal bumbu pedas baru yang disebut cabai, maka untuk pertama kalinya pizza juga diberi irisan cabai. Sekarang pizza modern selalu diberi irisan paprika.

# # #

Sekarang, pizza modern selalu terdiri dari roti sebagai dasarnya, dengan topping saus, keju, herbal, sayuran, daging, dan topping lainnya. Saus pizza modern juga sangat fleksibel. Mulai dari saus tomat, sambal (saus cabai), saus barbeque, mustard sauce, sampai ke kecap. Secara tradisional, keju untuk pizza hanya keju mozzarella. Namun jenis keju lain sekarang juga digunakan. Herbal yang digunakan mulai dari kemangi (basil), oregano, dan bawang putih. Sayuran pizza lebih bervariasi lagi, bukan hanya buah zaitun dan bawang bombai.

Kalau masyarakat AS menambahkan paprika dalam pizza mereka, maka sekarang juga digunakan terong, spinach, asparagus, brokoli, dan jagung manis. Daging pizza, selain sapi dan ayam, juga udang, ikan tuna, daging kambing, domba, dan juga babi. Tambahan topping lainnya yang cukup populer adalah mushroom (jamur kancing), tomat segar, bahkan juga nanas. Hingga sekarang menu orang miskin Italia ini mendunia dan menjadi sangat elite. Variasinya juga tambah banyak, hingga ada bermacam-macam Pizza Style.

Di Italia sendiri ada Neapolitan pizza; Pizza Romana; Pizza Viennese; Pizza Capricciosa; Pizza Quattro Stagioni; Pizza Quattro Formaggi; Sicilian-style pizza Ripieno; dan lain-lain, termasuk Pizza Margherita yang terkenal tadi. Pizza yang kemudian mendunia, merupakan American style. Di Amerika sendiri ada Pepperoni Pizza New York-style pizza; Chicago-style pizza; St. Louis-style pizza; California-style pizza; Greek pizza; Hawaiian pizza; Grilled pizza; dan New Haven-style pizza. Kita, mestinya mengembangkan sendiri Indonesian-style Pizza. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s