BENARKAH SEKARANG INI KRISIS PANGAN?

Benarkah sekarang ini sedang terjadi krisis pengan nasional, bahkan global? Kalau kita lihat produksi pangan nasional, bahkan juga global, sebenarnya stok pangan lebih dari cukup. Prediksi panen gabah nasional, yang sebelumnya hampir datar 53 juta ton per tahun, selama beberapa tahun, tahun ini naik menjadi 54 juta ton. Negara dengan populasi penduduk paling besar di dunia, yakni RRC 1.323 milyar,  India 1.130 milyar, AS 303,6 juta, Indonesia 231,6 juta, dan Brazil 186 juta; sampai sekarang tetap merupakan produsen pangan, yang juga paling besar di dunia. Di antara lima negeri, Indonesia memang paling rawan, sebab hanya mengandalkan beras.

Lima negara penghasil padi terbesar adalah RRC 185,4 (juta ton), India 129,  Indonesia 53, Bangladesh 40, dan Vietnam 36. Penghasil gandum terbesar adalah RRC 96,3, India 47,6, AS 96, Rusia 57, dan Perancis 36,9. Jagung: AS 280 (juta ton), RRC 132,6, Brasil 34,8, Meksiko 20,5, dan Argentina 19,5. Kentang: RRC 73, Russia  36,4, India 25, Ukraina 19,4, AS 19, dan Jerman 11. Ubi Jalar: RRC 107, Uganda 2,6, Nigeria 2,5, Indonesia 1,8, dan Vietnam 1,5. Singkong: Nigeria 38,1 (juta ton), Brasil 26,6, Indonesia 19,4, Thailand 16,9, Kongo 14,9. Keladi/talas: Nigeria 4, Ghana 1,8, China 1,6, Camerun 1,1 Pantai Gading 0,37.

Secara global, produksi pangan, dalam hal ini karbohidrat konvensional, lebih dari cukup. Belum lagi sumber karbohidrat alternatif serealia lain seperti sorghum (Sorghum sp, 32 spesies), buckwheat (Fagopyrum esculentum, Fagopyrum  tataricum, Fagopyrum cymosum, Fallopia convolvulus, Fagopyrum tataricum ssp. potanini), pearl millet (Pennisetum glaucum) foxtail millet, jewawut (Setaria italica), proso millet, common millet, broom corn millet, hog millet, white millet (Panicum miliaceum), finger millet (Eleusine coracana), barnyard millet  (Echinochloa spp), kodo millet (Paspalum scrobiculatum), little millet (Panicum sumatrense), guinea millet (Brachiaria deflexa = Urochloa deflexa), browntop millet (Urochloa ramosa = Brachiaria ramosa = Panicum ramosum), quinoa (Chenopodium quinua),wildrice (Zizania Sp, 24 spesies),  dan biji bayam (grain amaranth, Amaranthus sp, 60 spesies).

# # #

Selain serealia, sumber karbohidrat juga bisa berupa umbi-umbian, buah, bahkan batang pohon. Misalnya: suweg (Amorphophallus paeoniifolius), iles-iles (Amorphophallus konjac), uwi (Dioscorea Sp, seperti gadung, gembili, gembolo),
ganyong (Canna coccinae, Canna indica), garut  (Maranta arundinacea, 2 varietas), talas (Colocasia affinis, Colocasia bicolor, Colocasia coryli, Colocasia esculenta,
Colocasia gigantea, Colocasia lihengiae, Colocasia macrorrhiza, dan Colocasia  menglaensis), sagu (Metroxylon amicarum, Metroxylon paulcoxii, Metroxylon  sagu Metroxylon  salomonense, Metroxylon  vitiense, Metroxylon warburgii), aren (Arenga pinata), dan sukun (Artocarpus communis).

Prof. Bungaran Saragih, sebelum menjabat Menteri Pertanian RI, seringkali berkomentar, bahwa Indonesia akan selalu surplus karbohidrat, sebab total hutan sagunya seluas Jawa Barat. Sayang hutan sagu itu tidak pernah dikelola dengan baik. Sayang juga bahwa ketika menjabat Menteri Pertanian. Bungaran Saragih lupa mengurus sagu, karena sibuk mengurus politik. Sekarang ini India sangat serius menangani suweg, Jepang menanam iles-iles, Taiwan mengembangkan uwi, dan RRC memilih grain amaranth. Sementara Indonesia hanya sibuk mengurus beras, yang hasilnya juga pas-pasan. Gagal panen sedikit saja, Indonesia terpaksa harus mengimpor beras.

Yang paling memprihatinkan adalah gandum. Sejak beberapa tahun terakhir, impor gandum kita mencapai lima juta ton per tahun. Tak pernah ada upaya serius untuk mengembangkan gandum. Padahal spesies gandum tropis kita cukup banyak. Baik yang diintroduksi dari India, dan Meksiko, maupun hasil pengembangan Badan Litbang Departemen Pertanian, dan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan). Lokasi-lokasi pengembangan gandum adalah dataran tinggi di atas 800 m. dpl, terutama di kawasan yang beriklim kering. Paling ideal, gandum dikembangkan di dataran tinggi NTT. PT Bogasari memang pernah mengimpor benih gandum, dan disebarkan ke belasan provinsi. Yang berhasil hanya di Pasuruan, Jatim.

# # #

Kalau secara kuantitatif, volume pangan yang dihasilkan negara berpopulasi penduduk paling padat lebih dari cukup, mengapa terjadi krisis pangan? Sebenarnya yang terjadi sekarang ini bukan krisis pangan dalam arti produksi pangan dunia lebih kecil dari angka konsumsi. Yang terjadi adalah adanya ketidakadilan distribusi pendapatan, serta kerakusan perdagangan. Negara maju tidak pernah membantu meningkatkan pendapatan negara miskin, hingga mereka terancam tidak mampu membeli makanan, yang persediannya lebih dari cukup. Ketidakadilan distribusi pendapatan ini, sebagian juga disebabkan oleh kelemahan negara miskin sendiri. Misalnya, negara-negara Afrika yang lebih sedang perang saudara.

Kerakusan perdagangan terjadi sebagai produktivitas semu. Di pasar internasional, sudah lazim dilakukan future trading. Beras atau gandum yang baru akan ditanam, sudah ada pembelinya, dengan membayar cash. Faktur pembelian ini bisa langsung diperjualbalikan lagi, sampai jumlah yang tak terbatas, sejauh masih menguntungkan. Hingga gandum yang belum dipanen, sudah bisa berpindah tangan beberapa kali, dengan konsekuensi harganya akan terus melambung. Bagaimana kalau panen gagal? Asuransi akan mengganti tanaman tersebut, seharga biaya produksi, dan tetek bengek kerugian petani. Karena petani sudah menerima uang sejak awal, maka klaim asuransi itu menjadi hak pembeli terakhir.

Pola perdagangan seperti ini, di satu pihak bisa menguntungkan petani. Sebab untuk biaya produksi, petani tidak perlu merogoh kantong, atau mencari pinjaman ke bank. Celakanya, harga komoditas akan melambung sampai beberapa ratus persen dari harga pokok. Hingga kenaikan harga produk pangan, selamanya tidak akan pernah menguntungkan petani. Sebab peningkatan nilai itu, selalu terjadi off farm, padahal produknya masih ada di sawah atau ladang. Kenaikan akibat future trading ini bisa berlangsung dengan euforia seperti orang kalap. Satu produk bisa pindah tangan belasan kali dalam jangka waktu beberapa hari. Hingga peningkatan harga bisa mencapai beberapa ratus persen, tanpa alasan rasional. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s