BUAH DALAM TRADISI IMLEK

Imlek merupakan hari raya penting dalam etnis China, gabungan antara tradisi Thao, Konghucu, dan Budha. Hingga sebenarnya, Imlek bukan hari raya keagamaan. Imlek adalah tahun baru matahari, sama dengan tahun Masehi, namun dengan menggabungkan perhitungan waktu edar bulan. Hingga jatuhnya Imlek selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Tahun 2008 ini, Imlek jatuh pada tanggal 7 Februari, tahun 2009 pada 26 Januari, dan 2010 pada 14 Februari.

Menurut legenda, menjelang wafat Sang Budha memanggil 12 ekor binatang untuk menghadapnya. Sebenarnya yang datang paling awal kerbau. Tetapi tikus yang berada pada urutan kedua naik ke punggung kerbau, kemudian melompatinya. Hingga urutan pertama dalam astrologi Cina (Shio), adalah hewan tikus. Tanggal 7 Februari 2008 sampai dengan 26 Januari 2009, adalah tahun tikus. Menyusul kemudian tahun kerbau 26 Januari 2009 – 14 Februari 2010.

Urut-urutan Shio dalam kalender China adalah Tikus, Kerbau, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. Masing-masing hewan dalam Shio ini, harus digabung dengan lima elemen, yakni Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air. Lima elemen ini masih dibedakan lagi dengan sifatnya, yakni Yin dan Yang. Tahun Tikus 2008 ini, adalah Tikus Api “Yin”, yang merupakan pengulangan dari Tahun Tikus Api “Yin” tahun 1948, atau siklus 60 tahunan.

# # #

Perayaan Imlek berlangsung selama dua minggu, tidak termasuk persiapannya. Imlek tahun ini, yang dimulai tanggal 7 Februari, baru akan berakhir pada tanggal 22 Februari. Akhir perayaan Imlek ini disebut Hari Raya Cap Go Meh. Selama dua minggu ini, etnis Cina akan berkunjung ke sanak famili, terutama ke mereka yang “dituakan”, memberi angpao (uang yang ditaruh dalam amplop merah), berziarah ke makam leluhur, datang ke kelenteng, pesta, melihat atraksi Liong dan Barongsai.

Buah yang mutlak harus hadir dalam perayaan Imlek adalah jeruk mandarin (jeruk keprok, Citrus reticulata). Jeruk ini memang asli daratan China bagian selatan, sampai Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Buah jeruk keprok digunakan sebagai hidangan, maupun sesaji. Beda dengan jeruk kingkit (Kumquat, Citrus japonica, dan Fortunella margarita); yang hanya digunakan sebagai elemen dalam hiasan Imlek. Tanaman jeruk kingkit, dalam pot dengan buahnya yang lebat, berwarna kuning cerah, merupakan hiasan yang sangat prestisius. Sama dengan cemara natal pada umat Kristen.

Sekarang, yang digunakan sebagai hiasan Imlek tidak hanya jeruk kingkit, yang lonjong dan kecil-kecil,  melainkan jeruk apa saja, asal warnanya kuning cerah atau oranye. Bahkan jeruk keprok yang berukuran besar-besar pun tidak menjadi masalah digunakan sebagai hiasan Imlek. Malahan, hiasan Imlek berupa jeruk keprok yang masih berada di pohon dalam pot itu, bisa sekalian dipetik untuk dikonsumsi, selain manfaat utamanya sebagai hiasan.

Sejak beberapa tahun belakangan ini, buah naga (dragon fruit) dalam pot yang sarat buah, juga mulai dijajakan di Singapura, Hongkong, Taiwan dan tentu di RRC sendiri. Buah naga yang paling banyak dijadikan hiasan Imlek adalah Hylocereus undatus dengan kulit buah merah cerah, daging buah putih dan biji kecil-kecil berwarna hitam. Jenis ini disebut white pitaya, strawberry pear, pitahaya oregona, dragon pearl fruit, thang loy dan pitaya roja.

# # #

Buah naga Hylocereus polyrhizus yang kulit buahnya merah tua dan daging buahnya  juga merah gelap dengan biji hitam (Red Pitaya); juga dijadikan hiasan Imlek, meskipun tidak sebanyak Hylocereus undatus. Yang tidak lazim dibudidayakan sebagai hiasan Imlek adalah buah naga Yellow Pitaya atau Pitaya Amarilla (Selenicereus megalanthus), yang berkulit buah kuning, berdaging buah putih dengan biji hitam.

Tampaknya, tanaman buah naga dalam pot sekarang menjadi pilihan yang lebih menarik sebagai hiasan Imlek. Pertama, karena namanya juga “buah naga”. Naga adalah binatang paling dihormati dalam mitologi China. Selain itu kulit buah naga  berwarna merah, yang merupakan warna keberuntungan dalam tradisi China. Hingga hiasan natal berupa tanaman buah naga dalam pot dianggap lebih hebat dibanding jeruk apapun.

Mengapa baru belakangan ini buah naga tampil sebagai hiasan Imlek? Sebab beda dengan jeruk keprok yang sudah dibudidayakan sejak ratusan tahun sebelum masehi di China, dragon fruit memang baru belakangan ini dikenal masyarakat China. Buah naga asli dari Meksiko, dan baru dibawa masuk ke Vietnam oleh Bangsa Perancis sekitar 100 tahun yang lalu, kemudian dibudidayakan secara besar-besaran disana. Dan pelan-pelan, buah ini menjadi alternatif hiasan Imlek. # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s