PELUANG EKSPOR GEDONG GINCU

Bulan November 2007 ini, mangga gedong gincu dengan mudah bisa kita jumpai di mana-mana. Mulai dari pasar swalayan besar, toko dan kios buah, pasar tradisional, sampai pedagang kakilima. Harganya pun turun dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Dua sampai tiga tahun yang lalu, mangga ini hanya bisa dijumpai di pasar swalayan, toko buah, dan kios buah yang cukup besar. Di pasar tradisional terlebih di kakilima, tidak mungkin kita jumpai mangga gedong gincu. Ini merupakan sebuah fenomena baru.

Dulu harga gedong gincu bisa mencapai Rp 20.000,- per kg, dan pada puncak musim mangga paling murah Rp 13.000,- Namun sekarang, gedong gincu bisa diperoleh dengan harga Rp 8.000,- per kg.  Namun pada saat bersamaan, mangga harum manis kualitas baik berharga Rp 6.000,- per kg. Bahkan harum manis kualitas rendah, bisa dibeli dengan harga Rp 3.500,- di pasar swalayan. Hingga mangga gedong gincu, tetap menduduki ranking harga tertinggi, dibandingkan dengan mangga varietas apa pun.

Tingginya harga gedong gincu, sebenarnya hanya disebabkan oleh faktor suplai dan demand. Kalau suplai berlebih sementara demandnya tetap, maka harga akan cenderung turun. Tetapi turunnya harga gincu, tetap tidak pernah sama, apalagi lebih rendah dari harum manis. Sebab harum manis masih tetap merupakan varietas mangga yang paling banyak dibudidayakan di negeri ini. Penggemar harum manis pun paling banyak. Hingga mangga lain seperti indramayu (cengkir), manalagi kecil, dan golek, lama kelamaan tergeser oleh harum manis.

# # #

Mangga gedong (spesies Mangifera indica), adalah varietas asli dari sekitar gunung Ciremai, Jawa Barat. Namun sebaran mangga gedong mulai dari Kabupaten Tegal dan Brebes (Jawa Tengah), sampai ke Kabupaten Subang (Jawa Barat). Mangga gedong berukuran kecil, berbentuk agak bulat, dengan warna kuning cerah. Gedong gincu adalah sub varietas mangga gedong, yang bagian ujungnya rata, bahkan berlekuk ke dalam. Ciri khas mangga gedong gincu, bukan terletak pada warnanya yang merah keunguan pada panggal buah, melainkan pada lekukan di ujung buah.

Kalau mangga gedong gincu, dipanen mentah seperti halnya mangga gedong, indramayu atau harum manis, maka warna gincunya tidak akan muncul. Warna gincu merah keunguan, baru akan muncul kalau mangga gedong gincu dipanen masak pohon. Hingga tingginya harga gedong gincu, antara lain juga disebabkan oleh sistem panen yang tidak bisa serentak. Gedong gincu harus dipanen bertahap, secara selektif hanya yang sudah masak. Akibat sistem panen ini, jangka waktu pemasaran gedong gincu juga sangat pendek.

Gedong gincu merupakan sub varietas asli dari Kabupaten Indramayu, Majalengka, dan Sumedang. Tiga kabupaten di Jawa Barat ini saling mengklaim, bahwa gedong gincu adalah mangga varietas asli dari kabupaten mereka. Meskipun sampai sekarang, para ahli buah juga masih bersilang pendapat soal mangga gedong gincu. Ada yang berpendapat bahwa gedong gincu merupakan varietas yang sama dengan gedong biasa. Kalau mangga gedong biasa dipanen masak pohon, maka hasilnya juga akan berwarna merah keunguan.

Memang benar, bahwa gedong biasa yang dipanen masak pohon, juga akan berwarna merah keunguan pangkal buahnya. Namun mangga ini tetap mangga gedong biasa, bukan gedong gincu. Sebab sub varietas gedong gincu, berukuran sedikit lebih besar dari gedong biasa, dengan ujung buah rata dan berlekuk ke dalam (cekung). Biji gedong gincu juga lebih kecil dibanding gedong biasa. Warna daging buahnya juga oranye kemarahan, beda dengan gedong biasa yang agak kekuningan. Rasa gedong gincu juga jauh lebih enak dibanding gedong biasa.

# # #

Membanjirnya mangga gedong gincu belakangan ini, sebenarnya juga karena tercampur dengan mangga gedong biasa, yang dipanen masak pohon. Bentuk mangga gedong biasa ini, ujung buahnya tetap cembung seperti mangga-mangga lain. Konsumen awam, tentu tidak mampu membedakan mana gedong biasa yang dipanen masak pohon, dan mana yang benar-benar gedong gincu. Gedong biasa yang dipanen masak pohon inilah, yang harganya bisa hanya Rp 8.000,- bahkan juga Rp 6.000,- per kg. Sementara gedong gincu asli, harganya masih Rp 10.000,- per kg.

Mangga gedong gincu, sebenarnya berpotensi ekspor. Pasar internasional mangga, selama ini didominasi oleh mangga yang kulit buahnya kuning (Nam Doc Mai), pink (Kensington Pride), atau merah darah (Haden, Irwin). Hingga gedong gincu yang berwarna kombinasi kuning, hijau (ujung buah), serta merah keunguan (pangkal buah), bisa dengan mudah diterima konsumen. Sebenarnya, warna merah keunguan ini disebabkan kulit buah terkena sinar matahari langsung. Sementara bagian yang terlindung dari sinar matahari akan tetap berwarna hijau.

Kendala utama untuk menangkap peluang ekspor gedong gincu adalah, kita belum punya kebun mangga skala komersial, yang dikelola secara profesional. Selama ini mangga yang beredar di pasaran, masih merupakan hasil budi daya rakyat di pekarangan rumah. Kebun komersial memang sudah mulai dikembangkan, namun luas arealnya masih sangat terbatas, hingga sulit untuk mampu menangkap peluang ekspor. Pasar mangga harum manis pun, sampai sekarang masih tetap mengandalkan hasil panen dari kebun rakyat. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s