SIASAT THAILAND MENJUAL MANGGA

Tahun 2007 ini, panen raya mangga di Indonesia menumpuk pada bulan Oktober dan November. Akibatnya, petani, dan juga pedagang kesulitan untuk memasarkan produk mereka. Indonesia adalah penghasil mangga terbesar nomor empat di dunia. Nomor satu India dengan luas areal 16.000 km2, kedua RRC 4.336 km2, ketiga Thailand 2.850 km2,  keempat Indonesia 2.734,4 km2, dan kelima  Meksiko 1.738,4 km2. Panen raya mangga selalu jatuh pada akhir musim penghujan, dan awal musim kemarau di masing-masing negara.

Thailand sebagai penghasil mangga ketiga terbesar di dunia, punya kiat tersendiri dalam mengatasi jatuhnya harga mangga, dengan mengatur pembuahan. Mangga andalan Thailand adalah  Nam Doc Mai, Ngar Charn, Okrong, Rad, Choke Anand, Kao Keaw, Keow Savoey, dan Pimsenmum. Nam Doc Mai adalah andalan mangga Thailand, karena ukuran buahnya kecil, bentuknya ramping dengan ujung berparuh dan agak melengkung. Warna kulit buah kuning keemasan, daging buahnya agak berserat, rasanya manis agak masam.

Tipe buah seperti ini sangat digemari oleh masyarakat Korea, Jepang, Taiwan, dan Eropa. Varietas mangga kita yang digemari orang-orang bule adalah gedong gincu dari Indramayu, Majalengka, dan Sumedang, serta mangga podang dari Blitar. Sayangnya, kita belum mengebunkan secara serius mangga-mangga tersebut. Varietas mangga yang sudah kita kebunkan barulah harummanis. Kelemahan harummanis di pasar internasional bukan warna kulitnya yang hijau, melainkan karena terlalu manis dan sama sekali tidak berserat.

# # #

Menumpuknya panen mangga hanya pada dua bulan,  atau malahan satu bulan, akan berakibat jatuhnya harga. Solusi satu-satunya yang dilakukan oleh para pebisnis mangga di Thailand adalah, dengan memperpanjang rentang waktu panen, dari hanya dua atau malahan satu bulan, menjadi tiga atau empat bulan. Caranya dengan perlakuan pemangkasan, pemberian air, nutrisi (pupuk), dan zat perangsang tumbuh (ZPT). Para petani sengaja mengatur petak-petak kebun mereka untuk diberi perlakuan berbeda. Hingga waktu berbunganya pun menjadi berlainan waktu pula.

Tetapi bisa pula pada suatu ketika, buah dalam salah satu petak tersebut menjadi terlalu lebat. Atau bisa pula harga jatuh, pada beberapa hari sebelum musim panen. Dalam keadaan seperti ini, petani memetik buah mangga tersebut, kemudian merendamnya utuh dalam larutan cuka dan garam. Mangga itu pun akan menjadi asinan (pickle), yang akan dijual di luar musim mangga. Hingga volume mangga dari petak kebun tersebut akan normal, lalu harga tidak jatuh. Karena hampir semua petani mangga Thailand melakukan hal tersebut, maka harga mangga tidak pernah jatuh.

Para petani mangga Thailand, juga berupaya keras, agar bisa memanen mangga mereka di luar musimnya. Panen raya mangga di Thailand, selalu jatuh pada bulan Februari dan Maret. Selama ini mereka sudah mampu menggeser panen sampai dengan bulan Juni dan Juli. Mereka masih tetap berusaha keras, agar bisa panen mangga pada bulan September dan Oktober. Sebab pada bulan-bulan itu, harga mangga akan mencapai titik tertinggi. Upaya ini sudah berhasil mereka lakukan, dengan resiko tanaman terancam rusak.

Sebab untuk memaksa mangga berbuah di luar musimnya, para petani ini menggunakan ZPT Paclobutrazol. ZPT ini sangat efektif untuk merangsang keluarnya bunga. Bahkan durian yang sangat rewel pun, bisa dipaksa berbuah di luar musimnya oleh Paclobutrazol. Di Indonesia, paclobutrazol dengan merk dagang Cultar, pernah dipasarkan untuk memacu pembungaan mangga. Efek samping dari penggunaan paclo adalah ranting/cabang menjadi kerdil, kering-kering, hingga tanaman terancam rusak bahkan mati.

# # #

Selain Nam Doc Mai, yang juga menjadi andalan Thailand adalah mangga Keow Savoey. Bentuk buah Keow Savoey ramping dan memanjang mirip mangga golek di negeri kita. Kalau kulit mangga golek berwarna kuning cerah, maka Keow Savoey justru hijau seperti mangga harummanis kita. Keow Savoey adalah mangga makan mentah, seperti halnya manalagi kecil, atau lalijiwo di negeri kita. Kalau buah manalagi kecil dan lalijiwo berukuran kecil, maka Keow Savoey berukuran sebesar golek kita, hingga volume daging buahnya juga cukup banyak.

Kehebatan Keow Savoey adalah, daging buahnya sangat manis dalam kondisi mentah, dengan warna daging buah putih. Teksturnya juga renyah, mirip daging buah jambu bangkok. Mangga Keow Savoey harus dipanen dalam keadaan tua, namun tidak boleh terlalu tua, hingga menjadi masak selama dipasarkan. Sebab buah Keow Savoey yang sudah masak, harganya justru akan jatuh. Keow Savoey memang aneh. Ketika mentah sangat manis, tetapi ketika masak dan daging buahnya menjadi oranye, rasanya justru menjadi agak masam.

Meski panen raya mangga di negeri sekarang menumpuk pada bulan Oktober dan November, namun harga komoditas ini tidak sempat jatuh, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1998. Sebab lama kalamaan pedagang juga tahu, bahwa kalau mereka memanen terlalu awal secara sekaligus, maka akan banyak mangga muda yang terpetik dan tidak laku dijual. Sementara kalau banyak mangga yang terlalu tua (masak pohon), nilai tambahnya akan cukup tinggi. Sayangnya, di Indonesia belum ada upaya memperpanjang waktu panen mangga, seperti di Thailand. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s