BUDI DAYA GEDONG GINCU DI LAMPUNG

Sekarang ini sedang musim mangga. Di antara jenis-jenis mangga, mengapa harga gedong gincu bisa tiga sampai empat kali lipat mengga jenis lain? Apakah beda gedong gincu dengan gedong biasa, dan bisakah jenis mangga ini dibudidayakan di Lampung? (Taufiq, Jakarta).

Sdr. Taufiq, mangga gedong masih spesies Mengifera indica, jadi sama  dengan mangga arummanis, golek, cengkir, dan manalagi. Jenis mangga yang bukan spesies Mengifera indica adalah bacang (Mangifera foetida), kemang (Mangifera kemanga), kwini (Mangifera × odorata). Beda arummanis dengan golek, cengkir, manalagi, dan gedong hanyalah pada varietas, sub varietas. Beda mangga gedong dengan gedong gincu, hanyalah pada kultivarnya. Bahkan beberapa orang pakar menyatakan, bahwa gedong dan gedong gincu, sebenarnya sama. Bedanya, gedong gincu dipanen masak pohon, hingga gincunya bisa keluar.

Verietas mangga gedong gincu endemik di sekitar Kabupaten Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sumedang, dan Kuningan. Tepatnya di seluruh lingkaran kaki Gunung Cermai, di Jawa Barat. Varietas mangga gedong gincu asli, ditandai dengan bentuk buah yang berlekuk justru pada bagian ujungnya. Sementara pada jenis mangga lainnya, lekukan biasa terdapat pada bagian pangkal buah. Beberapa ahli buah menyebut adanya lekukan pada ujung buah inilah penanda keaslian mangga gedong gincu, yang membedakannya dengan mangga gedong biasa. Hingga gedong gincu dan gedong biasa memang beda varietas.

Perbedaan lain adalah ukuran mangga gedong gincu lebih besar dari gedong biasa, aromanya lebih harum, dan adanya warna merah keunguan (gincu), pada pangkal buah. Semua ciri-ciri fisik gedong gincu sudah didiskripsi. Termasuk bentuk tajuk pohon  yang piramida tumpul, bentuk dan ukuran daun, warna pucuk (keunguan), warna malai sampai ke ciri-ciri fisik buah. Menteri Pertanian RI telah melepas varietas gedong gincu ini pada tahun 1995 dengan SK No. 28/Kpts/TP.240/1/95. Keistimewaan gedong gincu, sebenarnya bukan hanya pada penampakan fisiknya, melainkan juga pada rasa, tekstur daging buah dan aromanya.

Selain manis, gedong gincu juga ada sedikit rasa masamnya. Rasa masam ini sangat disukai oleh konsumen mangga universal. Tekstur buah gedong gincu lembut, namun tetap masih ada seratnya. Beda dengan arummanis atau gadung yang benar-benar manis dan tanpa serat. Sifat daging buah arummanis demikian sangat disukai oleh konsumen lokal, namun konsumen universal tidak suka. Mereka menginginkan daging buah mangga yang sedikit masam, dan agak berserat. Aroma gedong gincu juga sangat kuat dan khas. Aroma demikian tidak terdapat pada gedong biasa.

Aroma gedong gincu agak mirip dengan mangga kensington pride dari Australia. Bedanya, ukuran kensington pride lebih besar. Satu buah bisa mencapai 0,5 kg. dengan warna kulit buah pink cerah, juga dengan gincu merah muda di bagian pangkalnya. Dilihat dari penampakan fisik kulit buahnya., warna gedong gincu lebih menarik dibanding kensington pride. Sebab warna kulitnya oranye “ngejreng” dengan warna gincu merah keunguan yang juga “ngejreng”. Uniknya, bagian ujung yang berlekuk seperti lesung pipit itu justru masih sedikit menyisakan semburat warna hijau tua.

Ukuran mangga kensington pride yang 0,5 kg. per buah, sebenarnya kurang disukai  oleh konsumen universal. Mereka justru menginginkan ukuran gedong gincu yang bobot per buahnya hanya 0,20 sampai 0,25 kg. per buah, atau satu kilo isi empat sampai dengan lima buah. Kelebihan mangga gedong gincu ini telah mengakibatkan konsumen asing sangat menyukainya. Sayangnya, sampai sekarang budi daya gedong gincu secara profesional dalam skala komersial belum dilakukan. Meskipun masih dalam skala luasan terbatas, budi daya harummanis secara komersial sudah dilakukan oleh banyak pekebun dan pengusaha.

Sampai sekarang, harga mangga gedong gincu memang tertinggi di antara jenis mangga lain. Kalau mangga jenis lain masih bisa dibeli dengan harga di bawah Rp 10.000 per kg, maka mangga gedong gincu pasti di atas Rp 10.000 per kg. Mangga gedong gincu kualitas super, malahan sudah berharga di atas Rp 20.000 per kg. Tingginya harga mangga gedong gincu, sebenarnya akibat hukum pasar. Kalau permintaan lebih tinggi dari pasokan, maka harga akan naik. Sampai sekarang petani pembudidaya gedong gincu memang masih sangat terbatas. Sentra mangga di Jawa Barat, umumnya lebih banyak membudidayakan mangga cengkir (indramayu), sementara di Jawa Timur mangga arummanis dan manalagi.

Sdr. Taufiq, mangga gedong juga potensial dibudidayakan di Lampung. Meskipun Anda harus mencobanya dulu dalam skala yang jangan terlalu luas. Setelah terbukti berhasil, barulah Anda bisa mengembangkannya dalam skala komersial. Salah satu penyebab tingginya harga mangga gedong gincu adalah, mangga ini harus dipetik masak pohon. Sebab kalau dipetik tua, kemudian diperam, maka gincunya tidak akan keluar. Kulit mangga yang bergincu, sebenarnya bagian dari permukaan kulit buah yang terkena sinar matahari langsung. Karena harus dipetik masak pohon, maka mangga gedong gincu tidak bisa disimpan lama. (F. Rahardi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s