BEDA NILA GIFT DENGAN NILA BIASA

Di kampung, orangtua saya memelihara ikan mas, gurami, lele dan mujair, nila dalam kolam (empang). Saya dengar sekarang juga ada nila gift, yang katanya pertumbuhannya sangat pesat dibanding dengan nila biasa. Apakah beda nila gift dengan nila biasa, dan apa saja kelebihannya? (Mirna, Yogyakarta).

Sdri Mirna, mujair (Tilapia musambica) dan nila (Tilapia nilotica) adalah ikan konsumsi dari satu genus, namun beda spesies. Budi daya mujair sudah berkembang sejak tahun 1940an, sedangkan nila baru mulai populer tahun 1970an. Yang Anda maksud ikan mas, sebenarnya ikan karper (Cyprinus carpio), yang salah satu strainnya bersisik warna emas, atau oranye. Lele yang sekarang banyak dibudidayakan, sebenarnya lele dumbo, asal Afrika (Clarias gariepinus). Sedangkan lele lokal kita (Clarias batrachus), hampir tidak ada yang bersedia membudidayakannya.

Di antara jenis-jenis ikan konsumsi, gurami (Osphronemus goramy, Polyacanthus fasciatus, dan Trichogaster trichopterus),  termasuk yang paling tinggi harganya. Tingginya harga gurami, terutama disebabkan oleh pertumbuhannya yang sangat lamban. Nila kemudian menjadi ikan konsumsi yang sangat populer, karena pertumbuhannya yang sangat pesat, dan rasa dagingnya mirip dengan gurami. Nila adalah ikan pemakan plankton (algae, lumut). Ikan ini berkembang biak dengan bertelur, yang ditetaskan di dalam mulut induk betina. Anak nila akan berada di mulut induk betina sampai siap untuk dilepas di perairan bebas.

Pembiakan ikan nila berlangsung secara alamiah tanpa campur tangan manusia. Namun dalam agribisnis modern, pembenihan nila sudah dilakukan dengan pemijahan buatan sebagaimana halnya ikan mas dan lele, jambal (patin) dan lain-lain. Dalam perkembangan lebih lanjut, nila peliharaan tidak lagi mengandalkan plankton sebagai pakannya, melainkan juga diberi pelet. Sama halnya dengan lele yang karnivora, dan gurami yang herbivora, yang  sekarang juga sudah bisa mengkonsumsi pelet. Bahkan akhirnya, nila yang 100% ikan air tawar ini bisa dipelihara di air payau (tambak bandeng dan udang windu), bahkan juga di dalam karamba air laut.

Nila air payau dan air laut ini punya kelebihan dagingnya lebih padat, ukurannya lebih besar dan warna sisiknya lebih hitam. Nila yang dipelihara dalam karamba di sungai Kapuas, Barito dan Mahakam pun ukurannya bisa lebih besar dari yang dipelihara dalam kolam ikan (empang) konvensional. Bobot nila yang semula rata-rata 2 ons per ekor, bisa mencapai 0,5 kg per ekor, hingga potensial menjadi substitusi gurami. Warna sisik nila yang berhasil menggeser mujair itu memang abu-abu kehitaman, ada yang sedikit kehijauan. Namun sejak tahun 1990an para peternak ikan mulai mengenal nila merah.

Kalau nila hitam berpotensi menjadi substitusi gurami, maka nila merah bisa menjadi alternatif dari kakap merah. Karena eksklusifnya, maka pasar nila merah juga menjadi khusus pula. Terbanyak dipanen dengan bobot minimal 0,5 kg. kemudian dibuat fille dan dikeringkan atau dibekukan untuk diekspor. Upaya untuk memperoleh jenis nila yang mampu tumbuh pesat dengan kuantitas dan kualitas daging lebih baik pun terus dilakukan. Caranya dengan melakukan penyilangan  antar spesies Tilapia Sp. Upaya ini menghasilkan strain baru yang populer dengan sebutan nila gift. Baik strain bersisik merah maupun bersisik abu-abu.

Pertumbuhan nila gift, memang relatif sangat pesat jika dibanding dengan nenek-moyang mereka. Namun para peternak ikan masih kecewa, sebab nila gift yang berkelamin betina, sekitar 50% dari total populasi, menghasilkan rendemen daging lebih sedikit dibanding yang jantan. Pertumbuhan nila betina juga tidak sepesat nila jantan. Para peternak pun bermimpi, seandainya mereka bisa memelihara nila jantan semua, pasti akan lebih menguntungkan.  Pertumbuhan dan prosentase daging pada ikan, udang, unggas dan ternak ruminansia maupun ternak lainnya, memang lebih pesat dan lebih banyak pada jantannya.

Untuk dapat memperoleh benih nila yang 100% jantan, dilakukan pemberian hormon Methyl Testosterone pada air, ketika burayak (anak ikan) sampai pada tahap pertumbuhan mata. Bisa juga dilakukan perendaman induk betina pada hormon tersebut pada saat akan diambil telurnya. Dengan perlakuan ini, pembenih bisa menghasilkan benih nila 100% jantan. Impian peternak untuk menghasilkan ikan yang murah, bisa diproduksi dengan cepat, namun dengan kualitas daging mendekati gurami dan kakap merah, bisa menjadi kenyataan. Saat ini agribisnis pembesaran nila, baik yang bersisik abu-abu maupun merah, sudah menjadi alternatif usaha yang cukup menarik.

Nila gift lebih unggul dari ikan mas dan lele, pertama karena prosentase kepala, tulang, sirip dan rongga perut relatif kecil. Kedua, kualitas dagingnya juga lebih bagus dibanding mas, lele maupun “patin” Pangasius sutchi. Kelebihan-kelebihan inilah yang memungkinkan nila abu-abu menjadi substitusi gurami dan nila merah menjadi substitusi kakap merah untuk dijadikan file. Namun pola agribisnis demikian, juga mengandung kelemahan. Peternak menjadi sangat tergantung pada satu dua pasar. Ketika industri file menurunkan harga karena adanya perubahan kurs US $ terhadap rupiah misalnya, maka peternak tidak mungkin melempar produknya ke pasar umum. (F. Rahardi)

One thought on “BEDA NILA GIFT DENGAN NILA BIASA

  1. maaf… apa ada cara selain menggunakan methyl testosteron utk proses monosex ikan nila… saya pernah mendengar dr seorang nara sumber monosex bs di lakukan dgn menggunakan ragi tempe… mohon ulasan selengkapnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s