STROBERI JADI KECIL DAN MASAM

Saya mencoba membudidayakan stroberi di kawasan Kopeng, Kabupaten  Semarang, Jawa Tengah. Mula-mula hasilnya bagus, tetapi setelah tiga tahun, buah mengecil dan rasanya jadi masam. Apakah ada cara yang salah? (Tonny, Salatiga).

Stroberi (strawberries), adalah genus Fragaria, terdiri dari 20 spesies. Stroberi yang dibudidayakan untuk dipanen buahnya, sudah hasil silangan, baik hibrida maupun kultivar. Kultivar yang paling populer adalah the Garden strawberry (Fragaria ×ananassa). Semua stroberi budi daya, merupakan keturunan Fragaria vesca, yang mulai dibudidayakan pada abad 17. Tipe stroberi budi daya, berasal dari benua Amerika. Hibrida dari Amerika Utara  Fragaria virginiana dan dari Amerika Fragaria chiloensis. Dua hibrida ini mulai dikembangkan  pada abad ke 18.

Para ahli telah mengklasifikasikan 20 spesies stroberi itu, menjadi tujuh tipe  pokok, berdasarkan jumlah kromosomnya.  Satu set terdiri dari tujuh kromosom. Stroberi tipe diploid, punya dua set, 14 kromosom; tetraploid punya empat set kromosom, atau total 28 kromosom; tipe hexaploid enam set, 42 kromosom; oktoploid delapan set, 56 kromosom; dan decaploid 10 set, dengan 70 kromosom.

Stroberi tipe diploid antara lain Woodland Strawberry (Fragaria vesca), Fragaria daltoniana J.Gay (Himalaya), Fragaria iinumae Makino (Russia Timur, Jepang), Fragaria nilgerrensis Schlecht. ex J.Gay (South and Southeast Asia Selatan dan Tenggara), Fragaria nipponica Makino (Jepang), Fragaria nubicola Lindl. ex Lacaita (Himalaya), Fragaria vesca Coville, Woodland Strawberry (Hemisphere Utara), Fragaria viridis Duchesne (Eropa, Asia Tengah), Fragaria yezoensis H.Hara (Asia Timur).

Spesies Stroberi Tetraploid, adalah Fragaria moupinensis Cardot (RRC). Tipe Hexaploid (Spesies Fragaria orientalis) adalah Fragaria moschata Duchesne atau Musk strawberry (Eropa). Tipe Octoploid dan hibrida adalah Fragaria ×ananassa Duchesne, atau  Garden strawberry, Fragaria chiloensis (L.) Mill. atau Beach strawberry (Amerika Barat), Fragaria chiloensis subsp. chiloensis forma chiloensis, Fragaria chiloensis subsp. chiloensis forma patagonica (Argentina, Chile), Fragaria chiloensis subsp. lucida (E. Vilm. ex Gay) Staudt (Pantai British Columbia, Washington, Oregon, dan Kalifornia),
Fragaria chiloensis subsp. pacifica Staudt (pantai Alaska, British Columbia, Washington, Oregon, dan Kalifornia), Fragaria chiloensis subsp. sandwicensis (Decne.) Staudt – ʻŌhelo papa (Hawaii), Fragaria iturupensis Staudt, atau Iturup Strawberry (Kepulauan Kuril), Fragaria virginiana Mill. atau Virginia Strawberry (Amerika Utara). Tipe decaploid dan hibrida adalah Fragaria × Potentilla hybrids, Fragaria ×vescana.

Stroberi yang dibudidayakan di Indonesia, khususnya di Cipanas, Ciwidey, dan Lembang (Jawa Barat), Bandungan, Kopeng, dan Tawangmangu (Jawa Tengan), Batu (Jawa Timur), dan Bedugul (Bali), sudah tidak jelas lagi spesiesnya. Sebab budi daya stroberi di Jawa, dilakukan dengan cara yang tidak benar, hingga hasilnya terus merosot, dan terjadi degenerasi. Budi daya stroberi di kawasan tropis, mutlak memerlukan naungan plastik transparan, agar tanaman tidak terkena hujan secara langsung. Media tanamnya, haruslah bahan organik 100%, (kompos + pupuk kandang), dan bukan tanah.

Sebaiknya Anda membeli benih yang masih ketahuan tipe spesies, serta kategorinya. Misalnya tipe diploid Fragaria nipponica Makino dari Jepang, kategori F1. Benih ini harus dibudidayakan pada ketinggian di atas 1.400 m. dpl. dan dibuang seluruh bunganya, agar tidak pernah berbuah. Dengan dijaga agar tidak pernah berbuah, benih ini akan tetap stabil sebagai F1. Dari tanaman induk di areal inilah kita bisa mengambil stolon, anakan, atau pecahan rumpun (tergantung tipenya), sebagai benih untuk dibudidayakan di lahan dengan ketinggian sekitar 1.000 m. dpl.

Di Jawa, stroberi ditanam pada bulan November (awal musim penghujan), berbuah mulai bulan Februari sampai Oktober. Selanjutnya tanaman dibongkar, sebab kalau tidak, produksi juga akan terus menurun. Sebagian dari tanaman hasil bongkaran itu akan digunakan kembali sebagai benih. Akibatnya terjadi degradasi dari F1 menjadi F2 dan seterusnya. Inilah yang mengakibatkan, hasil panen stroberi Anda terus mengecil, dan rasanya masam. Hal yang sama juga dialami oleh petani stroberi di Cipanas, Lembang, Ciwidey, Kopeng, dan Batu.

Idealnya, satu kemasan 1/4 kg. stroberi, isi enam buah (tiap buah sekitar 40 gram). Di pasaran satu kemasan 1/4 kg stroberi, bisa berisi lebih dari 20 buah, atau bobot 12,5 gram per buah. Selain mengecil, buah yang telah terdegradasi ini rasanya juga masam. Dengan memilih benih F1 atau F0 yang tepat, kemudian membenihkannya  di ketinggian 1.500 m. dpl, lalu rutin membongkar dan mengganti tanaman dengan benih baru, maka produksi stroberi Anda akan stabil berukuran besar, dan rasanya juga tetap manis. (F. Rahardi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s