KAMBING ETTAWA

Saya tertarik dengan kambing ettawa, yang bisa diperah susunya. Di manakah saya bisa membeli anakan kambing jenis ini? Benarkah harga betina lebih tinggi dari yang jantan, dan apakah pakannya sama dengan kambing biasa? (Sugianto, Bantul)

Jenis kambing yang Anda maksudkan adalah peranakan ettawa (PE). Kambing ini keturunan kambing ettawa (Capra entawa), atau kambing Jamnapari dari India. Di Jateng dan DIY, kambing PE disebut gibas, benggolo atau kambing koploh. Disebut gibas karena bulu di bagian pantat (di bawah ekor), tumbuh memanjang. Disebut benggolo karena berasal dari “tanah benggolo” (Bengali = India). Dinamakan kambing koploh karena telinganya sangat panjang, dan menggelantung ke bawah.

Selain bulu “gibas” dan telinganya yang khas, kambing PE mudah dibedakan dari kambing biasa (kambing kacang), dari ukuran, bobot, dan penampilannya. Kambing kacang berukuran kecil (bobot jantan 35 kg), kambing PE jantan bisa mencapai bobot 100 kg. Tulang muka (dahi) kambing kacang rata, kambing PE melengkung. Kambing PE dengan tingkat kemurnian (keaslian) yang terjamin (Ras Kaligesing), hanya bisa diperoleh di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Di Kaligesing, kambing PE dibedakan menjadi kelas A Super +, A Super, A Biasa, dan B. Harga kelas A Super + umur 2 tahun sekitar Rp 100 juta. Betina (indukan) A Super umur 2 tahun Rp 35 juta. Bakalan A Super umur 7 bulan Rp 10 juta. Bakalan kelas A biasa umur 7 bulan Rp 7,5 juta. Betina kelas B umur 2 tahun Rp 3,5 juta. Bakalan Kelas B umur 4 – 5 bulan 2,5 juta. Meskipun harga kambing PE di Kaligesing sangat tinggi, kelebihannya adalah, adanya jaminan kualitas. Hingga kita tidak mungkin tertipu, membayar dengan harga tinggi, tetapi kualitasnya rendah.

Apabila Anda ingin memperoleh kambing PE dengan harga sedikit miring, harus keluar masuk desa di Kabupaten Magelang (sekitar Borobudur), Jateng; Kabupaten Kulonprogo (yang berbatasan dengan Kabupaten Purworejo), dan Kabupaten Sleman, DIY. Di kawasan ini, kita bisa memperoleh kambing PE dengan kualitas baik, namun dengan harga yang lebih rendah dari harga di Kaligesing. Resikonya, tanpa pengetahuan yang memadai tentang kambing PE, kita akan tertipu. Paling aman, kita mencari kambing PE di kawasan ini, dengan diantar oleh seseorang yang benar-benar tahu tentang ternak ini.

Kambing PE betina memang biasa diperah susunya. Masa laktasi kambing PE sekitar 6 sd. 7 bulan. Meskipun hasil susu kambing PE direkomendasikan bisa mencapai 2 sd. 2,5 liter per ekor per hari, dalam praktek para peternak hanya mampu  menghasilkan susu 1 sd. 1,5 liter per ekor per hari. Harga susu kambing bisa mencapai Rp 5.000,- sd. Rp 8.000,- per liter, jauh lebih tinggi dibanding harga susu sapi di tingkat peternak yang sekitar Rp 1.500,- sd. Rp 2.000,- per liter. Harga susu kambing bisa sampai empat kali lipat dibanding susu sapi, karena hukum  pasar.

Karena permintaan banyak produksi terbatas, harga menjadi tinggi.  Selama ini, permintaan susu kambing sebenarnya juga masih sangat kecil. Namun suplainya jauh lebih kecil lagi. Selain mendapatkan hasil susu kambing PE juga menghasilkan kambing pedaging (jantan muda), dan kambing kurban (jantan tua) yang lazim pula disebut bandot. Kambing perah lazim dipelihara dengan kandang panggung. Seperti pada kandang ternak ruminansia lain, tempat pakan ditaruh di bagian depan kandang.

Pakan utama kambing PE sama dengan kambing biasa, yakni hijauan. Baik berupa rumput, limbah pertanian maupun daun-daunan. Selain itu mereka juga perlu diberi pakan tambahan berupa konsentrat dengan atau tanpa bahan pakan campuran lainnya. Rumput untuk kambing bisa berupa rumput liar (gulma) yang disabit, bisa pula berupa rumput budi daya. Misalnya rumput gajah, rumput benggala, rumput setaria dan rumput raja. Limbah pertanian yang bisa dikonsumsi kambing adalah daun dan batang kacang tanah, jagung, ubi jalar dan singkong. Hijauan berupa daun-daunan yang bisa dikonsumsi kambing adalah daun lamtoro, waru, albisia, kaliandra, dan nangka.

Secara naluriah, kambing lebih menyukai daun-daunan dibanding dengan rumput. Beda dengan domba, dan sapi yang lebih menyukai rumput dibanding dengan daun-daunan. Selain konsentrat, pakan tambahan untuk kambing PE bisa berupa dedak padi maupun jagung, ampas tahu, ampas kelapa, bungkil dan konsentrat. Kebutuhan hijauan untuk ternak ruminansia adalah 10% dari bobot hidup. Hingga kambing dengan bobot hidup 30 kg memerlukan pakan hijauan sebanyak 3 kg per hari. Namun karena tidak semua hijauan yang diberikan akan dimakan oleh kambing, maka satu ekor kambing perlu diberi antara 5 sd. 10 kg hijauan.

Nilai hijauan (misalnya batang jagung muda) di sentra-sentra peternakan, Rp 100,- per kg. Hingga kebutuhan hijauan untuk seekor kambing antara Rp 500,- sd. Rp 1.000,- per hari. Biaya untuk pakan tambahan berupa dedak, ampas tahu atau konsentrat sekitar Rp 250,- per ekor per hari. Kambing yang sedang laktasi nilai pakan tambahannya  bisa meningkat menjadi Rp 500,- sd. Rp 1.000,- per ekor per hari, tergantung jumlah anak dan bobot induk betina tersebut. Sdr. Sugianto, tingginya harga kambing PE berikut produk susunya, disebabkan populasi ternak ini masih sangat rendah. # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s