TUMBUHAN ANTI GELOMBANG PASANG

Gelombang biasa pun, sudah akan mengakibatkan pantai yang telanjang tergerus. Abrasi akan menghancurkan apa pun, kecuali bukit-bukit pasir, batu karang dan mangrove. Gelombang sekuat apa pun, tidak mungkin menembus bukit-bukit pasir di sepanjang pantai selatan P. Jawa. Baik bukit pasir yang masih telanjang, misalnya di pantai Parangtritis, DIY. Yang sudah ditumbuhi rumput misalnya di padang penggembalaan banteng di Cibunar, Taman Nasional Ujung Kulon.  Maupun yang sudah menjadi lahan pertanian seperti di pantai-pantai landai di selatan Jawa.

Pantai koral dan pasir biasa yang telanjang, akan tergerus abrasi  oleh gelombang biasa sekali pun. Terlebih gelombang pasang, badai, terlebih lagi tsunami. Namun kekuatan gelombang, bisa diatasi oleh banyak tumbuhan pantai. Ada dua akar tumbuhan, untuk meredam kekuatan gelombang. Pertama, tumbuhan yang menjuntai ke pantai. Hantaman gelombang sekuat apa pun, akan diredam oleh daun, ranting dan cabang tumbuhan tersebut, hingga ketika sampai ke pangkal batang, kekuatan gelombang sudah hilang. Meskipun daun, ranting, dan cabang tumbuhan itu rusak, pangkal batangnya tetap utuh dan kokoh, hingga tanaman tidak mati.

Kalau hantaman gelombang masih sangat kuat dan mampu menggerus pasir di pangkal batang, maka tumbuhan itu akan roboh ke arah pantai. Dari batang yang roboh itu, akan segera bermunculan tunas vertikal ke atas yang akan menjadi tumbuhan baru, serta akar vertikal ke bawah yang akan berfungsi sebagai akar tunggang baru. Tumbuhan yang berperangai demikian antara lain nyamplung (Callophyllum inophyllum), keben (Barringtonia asiatica), ketapang (Terminalia catapa), waru laut (Hibiscus tiliaceus), dan santigi pantai (Pemphis acidula).

# # #

Ada lagi cara tumbuhan menaklukkan gelombang laut, yakni dengan akar-akarnya yang berbentuk mirip dengan cakar atau garpu. Akar-akar ini tumbuh dari ketinggian batang, lalu menembus lumpur dan pasir pantai, dan mencengkeramnya kuat-kuat. Cabang tumbuhan yang terlalu menjuntai ke bawah, kadang-kadang berubah bentuk menjadi akar, hingga ujungnya bisa langsung menembus tanah dan membentuk akar yang menyebar di dalam lumpur atau pasir pantai. Karena bentuknya yang “berongga” akar tumbuhan ini mampu menerima benturan gelombang sekeras dan sebesar apa pun.

Sebab gelombang itu bukan ditahan oleh akar tumbuhan, melainkan dibiarkan melaju, tetapi sambil dikurangi kekuatannya. Hingga setelah melewati beberapa lapis rumpun tumbuhan seperti ini, kekuatan gelombang akan berkurang lalu hilang sama sekali. Tumbuhan pantai yang bersifat demikian adalah bakau (Rhizophora Sp, 8 spesies) dan api-api (Avicenia Sp, 9 spesies). Dua genus tumbuhan ini, biasanya membentuk koloni yang rapat dan disebut sebagai hutan bakau, atau lazim pula dinamakan hutan mangrove. Namun hutan mangrove sebenarnya terdiri dari banyak genus dan famili, termasuk nipah (Nypa fruticans).

Ciri khas tumbuhan yang mampu menahan gelombang laut ini adalah, umumnya berkayu sangat kuat dan keras. Kayu bakau, api-api, nyamplung, dan santigi pantai, terkenal keras dan sangat kuat. Hingga setelah menancap di perairan pantai, tidak akan mudah digoyahkan oleh benturan gelombang. Kayu-kayu tumbuhan yang lunak, misalnya waru laut, dibalut oleh kulit yang tebal dan berisi serat yang cukup kuat. Serat tumbuhan waru, terkenal sangat ulet hingga bisa dipintal menjadi tali. Termasuk tali kapal. Dengan kulit yang terdiri dari serat sangat kuat ini, ranting serta cabang waru laut, mampu bertahan terhadap terpaan angin kencang dan guncangan gelombang pasang.

Tumbuhan pantai ini juga bersifat sangat toleran terhadap salinitas (kadar garam). Baik kadar garam yang berada dalam air tanah, maupun uap air yang terbawa angin di udara. Sebab air laut yang asin itu, mampu merembes dalam tanah dan jauh masuk ke daratan. Gelombang laut yang terus menggelora, juga menguapkan air garam itu, hingga udara di sekitar pantai akan jenuh dengan uap garam. Tumbuhan yang peka salinitas, tidak akan mampu bertahan hidup di lahan pantai. Anehnya, keben, dan waru laut misalnya, relatif tahan terhadap elevasi (ketinggian tanah). Dua tumbuhan ini mampu hidup baik pada ketinggian sampai 1000 m. dpl.

# # #

Indonesia adalah negeri dengan pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Panjang pantai Australia, negeri benua itu, kalah panjang dibanding keseluruhan panjang pantai yang kita miliki. Pantai-pantai itu, aslinya terlindungi oleh tumbuhan pantai seperti keben, nyamplung dan waru laut, atau hutan mangrove. Pantai berpasir, akan ditumbuhi vegetasi sebangsa nyamplung. Sementara pantai berlumpur, terutama di muara sungai yang landai, akan ditumbuhi oleh hutan mangrove. Namun waru laut dan nyamplung, juga mampu hidup pada pantai landai dan berlumpur, di antara hutan mangrove.

Sebagian besar hutan pantai di kepulauan Indonesia telah mengalami kerusakan. Akibatnya, terjadi abrasi (pengikisan lahan pantai), termasuk bangunan dan jalan. Kalau ada bencana tsunami atau gelombang pasang, maka perahu dan rumah nelayan akan menjadi korban. Hutan mangrove, terutama tumbuhan bakau memang sangat menarik untuk dieksplorasi habis. Sebab kayu bakau lurus, keras dan kuat. Dolken (kayu penyangga beton cor) yang paling baik adalah batang bakau. Bakau juga merupakan bahan arang dengan kualitas paling tinggi. Arang bakau bukan hanya komoditas bahan bakar, melainkan bahan untuk karbon aktiv, yang sangat diperlukan oleh dunia industri. Beberapa hal inilah yang mengakibatkan hutan bakau dibabat habis.

Kalau penebangan kayu bakau hanya dilakukan sesuai dengan tingkat pelestariannya, maka hutan mangrove tidak akan rusak. Namun kalau sudah dibabat habis dan mangrove mengalami perusakan, maka upaya pemulihannya akan makan waktu sangat lama. Sebab pertumbuhan bakau sangat lamban. Rehabilitasi hutan mangrove, serta penanaman tumbuhan pantai lainnya, merupakan hal yang sangat mendesak untuk negeri pantai seperti Indonesia. Namun yang terjadi sekarang ini, pembabatan berjalan terus, sementara rehabilitasi yang sudah rusak tak kunjung dilakukan. Kalau ada upaya rehabilitasi, misalnya di pulau Bawean dan Pasuruan  (Jatim), dan teluk Banten, pelakunya hanya individu. Sementara pemerintah hanya menjadi penonton. (R) # # #

One thought on “TUMBUHAN ANTI GELOMBANG PASANG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s