KHAT BUKAN APRODISIAK

Beberapa waktu yang lalu, saya dengan beberapa teman, menginap di guest house Kebun Raya Cibodas, Kab. Cianjur, Jawa Barat. Oleh petugas greenhouse, kami ditawari tanaman khat,  yang disebutnya sebagai teh arab. Menurutnya, pucuk tanaman khat berkhasiat meningkatkan gairah seksual. Benarkah? (Retno, Bekasi)

Sdr. Retno, Khat adalah tumbuhan khas Yaman, dan Somalia. Dua negara ini dikenal sebagai penghasil sekaligus pengguna khat terbesar di dunia. Selain disebut teh arab, khat juga dinamakan Abyssinian Tea, African Salad, qat (قات), qaat, quat, gat, jaad, chat, chad, chaad, jimma, dan miraa (Catha edulis).     Meskipun dinamakan teh arab, khat dikonsumsi bukan seperti teh, melainkan seperti orang makan sirih. Pucuk khat dikunyah-kunyah, tanpa bahan campuran apa pun, lalu ditahan dalam mulut selama sekitar 2,5 jam, sebelum “ampasnya” dibuang.

Efek stimulan dari mengunyah (chewing) pucuk khat, disebabkan oleh adanya kandungan zat katin (cathine), yakni alkaloid jenis phenethylamine, dalam pucuk tanaman. Cathine dalam pucuk daun khat dikategorikan sebagai psikotropika (zat narkotika), hingga di beberapa negara, termasuk di Arab Saudi, penanaman dan penggunaan tanaman ini dilarang. Beberapa negara mengijinkan budi daya dan penggunaan khat, dengan pengawasan ketat, dibawah supervisi World Health Organization (WHO).

Pemanfaatan khat sebagai stimulan (memperkuat daya tahan tubuh), pada masyarakat Somalia (Tanduk Afrika), dan Yaman (Ujung Barat Daya Jazirah Arab),  sama dengan pemanfaatan daun kokain pada masyarakat Indian di pegunungan Andes, Amerika Selatan. Udara gurun yang panas pada siang hari, dan sangat dingin pada malam hari, dengan medan berupa pegunungan yang berat (di Somalia dan Yaman);  serta alam pegunungan Andes yang dingin bersalju (di Amerika Selatan); membuat daya tahan tubuh akan cepat merosot. Masyarakat pun memanfaatkan khat dan kokain untuk memperkuat daya tahan tubuh, hingga mereka bisa tahan lapar, haus, dan capek.

Namun pucuk tanaman khat, justru berkhasiat menurunkan libido (gairah sekssual seseorang). Libido masyarakat Yaman, dan Somalia, dikenal sangat tinggi. Libido yang tinggi, justru akan mengganggu aktivitas sehari-hari mereka sebagai etnis yang nomaden. Terlalu banyak melakukan hubungan seks, akan membuat tubuh mereka tidak kuat untuk berjalan jauh, di tengah hawa gurun yang panas pada siang hari, dan dingin pada malam hari. Dengan mengkonsumsi khat, tubuh mereka akan kuat, tetapi nafsu seks justru melemah. Hingga, penjelasan petugas Kebun Raya Cibodas itu justru terbalik: khat bukan tanaman aprodisiak (meningkatkan libido), melainkan menurunkannya.

Khat adalah tumbuhan perdu berkayu setinggi 1,5 m – 20 m. Di kawasan gurun yang tandus, khat hanya akan tumbuh berupa perdu, dengan ketinggian antara 1,5 sd. 5 m. Tetapi di kawasan tropis yang basah, khat akan menjadi pohon berketinggian sampai 20 m. Meskipun di kawasan tropis, khat mampu tumbuh menjadi pohon tinggi, namun kandungan katinnya justru akan menurun. Kandungan katin pada tanaman khat, justru akan optimal, pada tanaman yang tumbuh di kawasan pegunungan di gurun. Khat di Yaman, dikenal sebagai berkualitas paling baik di dunia, karena kandungan katinnya yang tinggi.

Agar diperoleh pucuk tanaman dalam volume optimal, tanaman khat harus selalu dipangkas. Tunas dengan pucuknya yang ranum, akan dipanen, dengan cara mencabut ranting itu dari cabang/batang tanaman. Daun-daun pada pangkal ranting dibuang, hingga yang tersisa hanya bagian pucuknya. Bagian pucuk ranting khat ini, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang, diikat dengan serat batang pisang. Masing-masing ikatan berisi antara 20 sd. 30 pucuk khat. Harga khat berkisar antara £ 25 sd. £ 27,5 (Rp 425.000 sd. Rp 467.500) per kg. Biasanya pucuk khat segar, dikemas dalam ikatan 0,5 kg, 1 kg, dan 3 kg. Penghasil khat antara lain Yaman, Somalia, Ethiopia, dan Israel.

WHO telah membuat skala tingkat ketergantungan, dan tingkat kerusakan fisik akibat zat psikotropika dan narkotika, mulai dari angka 1 sd. 3. Heroin menduduki ranking tertinggi, dengan tingkat ketergantungan mencapai lebih dari angka 3, dan tingkat kerusakan fisik, hampir tiga. Khat menduduki ranking terendah pada skala tingkat kerusakan fisik (0,5), tetapi menduduki angka 1 pada tingkat ketergantungan. Angka terendah pada skala ketergantungan diduduki oleh anabolik steroid (0,8), di atasnya (0,9) alkyl nitrites. Yang setara tingkat ketergantungannya dengan khat adalah ekstasi, dan solvents.

Indonesia, tidak perlu khawatir budi daya khat akan marak. Di sekitar Jakarta misalnya, khat akan tumbuh pesat, dan mencapai ketinggian 10 sd. 20 meter. Tetapi kandungan katin dalam pucuk daun sangat rendah. Kawasan Indonesia yang cocok untuk budi daya khat adalah NTT, dengan iklimnya yang kering dan panas. Di sini, khat tumbuh lamban, umur 10 tahun  hanya akan mencapai tinggi 3 meter. Tetapi kandungan katinnya, akan mendekati pucuk khat dari Yaman. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s