BEREBUT MDM DAN MBM

MDM (Meat and Debone Meal), adalah produk limbah dari RPH (Rumah Pemotongan Hewan) dan RPA (Rumah Pemotongan Ayam). MDM berupa sisa daging, urat, sumsum, tulang rawan dan lain-lain dari sapi dan unggas, yang sudah dibuang tulang kerasnya. Produk ini merupakan bahan campuran dalam industri sosis (sapi dan ayam), corned (sapi), dan nugget (ayam). MBM (Meat and Bone Meal) adalah limbah RPH (ruminansia dan babi), yang lebih banyak tulang kerasnya. MBM adalah bahan campuran dalam industri pakan unggas.

Baru-baru ini, ada satu kapal penuh dengan MBM asal Spanyol, yang tertahan di pelabuhan Tanjung perak, Surabaya. Aparat keamanan dan bea cukai, tidak menjelaskan siapa pemilik MBM tersebut ke media massa. Namun diduga kuat, pemiliknya adalah pengusaha perunggasan, yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia (GAPPI). Sebab MBM adalah bahan untuk pakan unggas. Diduga pula, pemilik MBM tersebut, sebenarnya sudah “bermain” dengan oknum keamanan dan bea cukai.

Mengapa kemudian kasus penyelundupan ini kemudian terbongkar? Kemungkinan besar, ada pengusaha makanan olahah dari daging yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Makanan Olahan Daging (National Meat Producer Association = NAMPA), yang membocorkan upaya penyelundupan ini ke aparat keamanan dan bea cukai, yang tidak ikut terlibat dengan kasus ini. Pengusaha ini sengaja membocorkan kasus, karena selama ini memang ada persaingan bisnis antara NAMPA dengan GAPPI. Sebagaimana kita ketahui, pemilik RPA adalah para anggota GAPPI.

# # #

Selama ini, konsumen memang selalu ditipu oleh para pengusaha industri makanan dan minuman. Sosis, corned dan nugget yang sebagian besar merupakan MDM, selalu diberi kesan dalam iklan, bahwa bahan utamanya adalah daging. Bahkan sosis ayam, bahan utamanya bisa 100% MDM. Roti dan mie murah, bahan utamanya gandum yang sudah dicampur dengan beras bulog yang sudah kadaluwarsa untuk dipasarkan. Saus tomat, bahan bakunya bukan tomat melainkan ubi jalar, pepaya muda dan labu parang. Dan berbagai minuman jeruk, bahan bakunya Hight Fructose Syrup (HFS), dan asam sitrat dari singkong, jagung atau karbohidrat murah lainnya.

Sosis, corned dan nugget adalah bisnis yang omsetnya sangat besar. Para pengusaha perunggasan, selama ini menguasai (memonopoli), produk MDM maupun MBM. Terutama MDM ayam, yang berasal dari RPA. Sebab perusahaan perunggasan, selalu menguasai seluruh proses mulai dari hulu (pakan, breeding), tengah (produksi daging/telur), sampai ke hilir (RPA, agroindustri sosis dan nugget). Para pengusaha anggota NAMPA, sering dipermainkan oleh para pengusaha perunggasan yang juga memproduksi sosis dan nugget. Bahkan untuk memperoleh MDM sapi dari RPH (yang dikuasai oleh pemerintah) pun, para pengusaha NAMPA, sering kesulitan.

Dalam bersaing menggarap aparat pemerintah, para pengusaha perunggasan yang tergabung dalam GAPPI, selalu menang dibanding dengan pengusaha makanan dari NAMPA. Sebab pengusaha makanan, kebanyakan  hanya menguasai satu sektor, yakni produksi makanan itu sendiri. Mereka tidak punya breeding dan growing farm, dan tidak punya RPH. Hingga omset mereka, jelas kalah dibanding dengan pengusaha perunggasan. Ditambah pula, konsumen produk makanan dari sapi, jauh lebih kecil dibanding dengan produk makanan olahan dari ayam.

Faktor inilah yang menyebabkan para pengusaha perunggasan dari GAPPI, relatif lebih perkasa dalam menguasai aparat pemerintah daerah, terutama para pejabat di RPH. Para pengusaha ini pun juga menguasai pula jalur impor MDM, karena kekuatan finansial mereka. Dalam persaingan memperebutkan MDM, pengusaha makanan dalam NAMPA, terlalu lemah menghadapi pengusaha perunggasan dari GAPPI. Persaingan yang tidak sehat ini, sulit sekali terekspose keluar melalui media massa. Sebab permasalahannya sudah terlalu teknis dengan detil yang sulit dicerna oleh wartawan media massa umum. Sementara media massa khusus, telah dukuasai oleh para pengusaha dalam GAPPI.

# # #

Para pengusaha makanan, sedikit banyak tahu jalur impor MDM dan juga MBM (ruminansia). Namun untuk “menjahili” pengusaha perunggasan, para pengusaha makanan tidak cukup kuat. Pengusaha perunggasan sendiri, selama ini harus mengimpor MBM ruminansia. Sebab MBM dalam negeri volumenya terlalu kecil dibanding dengan kebutuhan, sementara sebagian besar sudah terserap oleh MDM yang diambil oleh pengusaha makanan olahan dari daging. Timbulah niat busuk pengusaha ini untuk memanipulasi impor MBM asal spanyol yang jauh lebih murah dibanding dengan MBM dari Australia.

Hingga dalam manifes, tertera bahwa produk MBM itu berasal dari Australia. Padahal kapalnya datang dari Spanyol. Mengapa MBM dari Spanyol (dan juga MEE) lebih murah dari produk serupa dari Australia? Sebab MBM dari MEE, banyak ditolak oleh berbagai negara, karena masih belum bisa bebas dari penyakit sapi gila. Hingga praktis, harga MBM dari MEE menjadi  lebih murah dibanding MBM dari Australia. Manipulasi seperti ini relatif mudah dilakukan oleh para pengusaha yang kuat, mengingat kelemahan mental aparat keamanan dan bea cukai kita yang mudah sekali disuap.

Seandainya pengusaha yang tergabung dalam NAMPA dan GAPPI rukun, maka kemungkinan besar penyelundupan MBM dari MEE akan sulit untuk terbongkar. Kalau ini terjadi, maka bisa saja tiba-tiba penyakit sapi gila akan berjangit di negeri ini. Sebab MBM selain digunakan sebagai bahan pakan unggas, juga dicampurkan dalam konsentrat untuk pakan sapi perah. Untunglah pengusaha makanan dari daging dalam NAMPA, tidak bisa rukun dengan para pengusaha perunggasan dalam GAPPI. Untung juga bahwa korupsi di lingkungan aparat keamanan dan bea cukai, belum dilakukan secara berjamaah. Hingga manipulasi dokumen impor MBM ini bisa terendus dan terbongkar (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s