PAPAIN DARI KEBUN PEPAYA

Sebagai mahasiswa semester akhir, Sdr. Budi, dari Malang mengadakan penelitan tentang prospek agroindustri papain. Ternyata, Indonesia masih impor papain. Padahal, di sini kan banyak tanaman pepaya. Pepaya jenis apakah yang bisa diambil papainnya? Bagaimanakah sebenarnya prospek produksi papain?

Sdr. Budi, papain mentah (crude papain), sebenarnya getah pepaya (lateks) yang telah mengering. Crude papain berasal dari penyadapan buah pepaya mentah. Kebun pepaya penghasil buah segar, tidak mungkin disadap getahnya. Luka bekas sadapan itu, membuat kulit  buah pepaya cacat, hingga sulit dijual dengan harga normal. Lain dengan buah pepaya yang akan dipanen muda untuk bahan saus makan. Cacat pada kulit akibat disadap, tidak akan berpengaruh pada produk akhir.

Saat ini Indonesia menduduki ranking V penghasil pepaya di dunia. Meksiko ranking IV, India III, Nigeria II, dan Brasil nomor I. Sebagian dari buah pepaya itu akan dipanen muda sebagai sayuran (sayur asem) dan bahan baku saus makan. Hingga sebenarnya kita sangat berpotensi untuk menghasilkan papain, guna dijual ke pasar dunia. Namun demikian, sampai sekarang kita justru masih impor papain murni dan pektin. Agroindustri papain murni, akan banyak menyerap tenaga kerja.

Papain diperlukan dalam industri bir, corned, farmasi, tekstil, wool, sutera, ekstraksi minyak ikan, dan pembersih lensa kontak. Papain adalah salah satu dari dua proteolytic enzym yang terdapat dalam getah pepaya. Selain papain, getah pepaya juga mengandung proteolytic enzym yang disebut chymopapain. Pada abad XVI, Columbus melihat masyarakat Indian di kepulauan Caribia, memanfaatkan enzim papain untuk melunakkan daging.

Batang pepaya harus diberi plastik berbentuk payung terbalik, yang dililitkan pada batang, sebelum disadap. Plastik ini berguna untuk menampung getah yang menetes. Investasi plastik penampung getah ini cukup besar. Sebab satu batang pepaya, memerlukan plastik berbentuk lingkaran, dengan diameter 1,5 m, yang dililitkan dan diberi penyangga bambu. Bagian plastik yang menempel pada batang pepaya, harus diikat dengan tali rafia cukup kuat, agar tidak mudah lepas.

Penyadapan dilakukan dengan pisau (cutter), dengan ujung tajam dipasang mati, hanya 1 sd. 2 mm. Pisau ini diikatkan pada galah yang agak panjang, agar bisa menjangkau buah pepaya apabila pohon sudah cukup tinggi. Sebab tujuan perlukaan, hanyalah sebatas pada kulit buah. Bukan sampai pada daging buah. Pnyadapan dilakukan dengan menggoreskan pisau satu kali, dari bagian pangkal buah menuju ke arah ujung. Satu buah bisa disadap dengan 5 sd. 10 irisan.

Segera setelah tergores pisau, kulit buah pepaya yang hijau tua itu akan mengeluarkan getahnya yang putih susu. Getah itu akan menetes ke bawah dan tertampung oleh plastik. Kalau peyadapan dilakukan pada pagi hari, maka sore hari, getah sudah akan mengering, baik mengering pada kulit buah, maupun pada plastik penampung. Getah hasil penyedapan ini harus segera dikeringkan, baik dengan panas matahari maupun dryer.

Getah pepaya kering inilah yang dikenal sebagai crude papain. Petani, hanya bisa menghasilkan produk berupa crude papain. Sebab pemurnian crude papain menjadi pure papain (purifikasi), hanya bisa dilakukan di pabrik, dengan peralatan modern. Selain dari penyadapan buah, papain juga bisa diproduksi dengan mengekstrak daun pepaya. Rendemen papain dalam daun pepaya sekitar 4%. Namun produksi papain dengan ekstraksi daun, sangat jarang dilakukan.

Proses pengambilan getah pepaya dengan membiarkannya kering pada kulit buah atau plastik penampung, banyak dilakukan di negara-negara Afrika. Di Thailand, proses penyadapan pepaya untuk bahan papain, sudah menggunakan botol plastik. Getah disimpan pada suhu – 20° C, sebelum diproses menjadi papain murni, dengan bantuan bahan kimia, serta tabung sentrifugal, pada suhu 4° C. Sdr. Budi, Jawa Timur adalah penghasil pepaya untuk bahan saus, yang berpotensi menghasilkan papain.* * *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s