AGROINDUSTRI LEBAH MADU

Sdr. Himawan, dari Bekasi, ingin sekali terjun ke agroindustri lebah madu. Di manakah bisa ikut kursus teknik budi daya lebah madu? Bisakah lebah lokal dikembangkan hingga menjadi agroindustri lebah madu? Berapa kira-kira modal awal untuk memulai usaha agroindustri lebah madu?

Sdr. Himawan, Anda sebaiknya datang saja ke Pusat Apiari Pramuka di Cububur, Jakarta Timur (sebelah pintu tol Cibubur). Sebab inilah satu-satunya lembaga yang memperhatikan agroindustri lebah madu di Indonesia. Pusat Apiari Pramuka juga menyelenggarakan kusrus, dan menyediakan peralatan peternakan lebah madu. Terutama fondasi sarang. Sebab lebah madu yang diternak (Apis mellifera), hanya mau membangun sarang, apabila sudah ada fondasi buatan dari logam khusus.

Lebah lokal (Apis indica), memang bisa diternak. Anda sendiri juga sudah punya beberapa koloni (sarang) lebah lokal ini. tetapi produktivitas lebah lokal sangat rendah, jika dibandingkan dengan lebah Apis mellifera (lebah madu eropa) yang dulu benihnya diimpor. Selain Apis indica dan Apis mellifera, spesies lebah madu lainnya adalah (A. = Apis) A. andreniformis, A. florea (lebah madu kerdil), Apis dorsata, (lebah madu raksasa)
(Apis cerana, (lebah madu asia), Apis koschevnikovi, dan Apis nigrocincta. Lebah madu hutan dari Sumatera, Kalimantan, dan sumbawa adalah A. dorsata.

Apis mellifera (A.m.) sendiri terdiri dari beberapa sub spesies. Di Eropa Utara: A. m. iberica, A. m. intermissa, A. m. lihzeni, A. m. mellifera, dan A. m. sahariensis. Di Eropa selatan:  A. m. carnica, A. m. cecropia, A. m. ligustica, A. m. macedonica, A.m. ruttneri, dan A. m. sicula. Di Timur Tengah: A. m. adamii, A. m. anatoliaca, A. m. armeniaca, A. m. caucasica, A. m. cypria, dan A. m. meda. Di Afrika: A. m. adansonii, A. m. capensis, A. m. intermissa, A. m. lamarckii, A. m. litorea, A. m. major, A. m. monticola, A. m. sahariensis, A. m. scutellata, A. m. unicolor, dan A. m. jemenitica.

Teknis budidaya lebah madu, sebenarnya sangat sederhana. Lebah dalam sarang (stup), harus selalu digembalakan, di lokasi yang ada tanaman berbunga penghasil madu (nektar), dan tepung sari (polen). Sebab hasil lebah madu, adalah madu biasa, madu susu (royal jelly), polen, dan lilin lebah. Yang harganya paling tinggi adalah madu susu. Ini adalah madu, yang khusus disiapkan oleh koloni lebah untuk membesarkan tempayak (larva), calon ratu lebah. Dalam tiap koloni lebah selalu ada tiga jenis: lebah pekerja, lebah ratu (satu ekor), dan lebah jantan.

Rencananya, Sdr. Himawan akan berbisnis lebah madu di kampung di Tasikmalaya, Jawa Barat. Yang perlu Anda perhatikan adalah, tanaman apa saja yang ada di Kab. Tasikmalaya dan sekitarnya (Kab. Bandung, Sumedang, Garut). Semakin banyak variasi tanaman, maka Anda tidak akan kesulitan tempat penggembalaan. Yang harus Anda perhatikan adalah, ternak lebah tidak boleh ada di rumah. Jadi tiap hari sepanjang tahun, sarang lebah harus ada di lokasi penggembalaan. Sebab begitu sarang lebah ada di rumah, maka Anda harus memberi makan, bukan mendapatkan madu.

Tanaman penghasil nektar antara lain kapuk randu, lengkeng, kaliandra, karet, jeruk, pepaya, dan kopi. Tanaman penghasil polen antara lain jagung, dan padi. Hingga ketika koloni lebah sedang berada di satu lokasi yang tanamannya sedang berbunga, maka Anda juga harus mendapatkan data, di mana lagi ada tanaman yang berbunga, setelah lokasi penggembalaan sekarang ini habis bunganya. Hanya dengan cara ini budidaya lebah madu akan berhasil.

Saran saya, Anda cukup investasi sarang lebah dua sampai dengan tiga stup (kotak), dengan peralatan perasatan. Jangan terlebih dulu membeli tabung sentrifugal (pengambil madu dari sarang). Dengan modal dua atau tiga sarang, Anda mulai menggembalakan lebah, sambil memperbanyak ratu, serta lebah pekerja. Begitu ada ratu baru, maka Anda bisa mengembangkannya dalam satu sarang baru. Kalau di Tasikmalaya banyak tanaman berbunga penghasil nektar dan polen, maka dalam waktu setahun Anda sudah bisa punya belasan bahkan puluhan kotak sarang. Dengan catatan, Anda tidak memanen madunya.

Pasar madu lebah masuh cukup baik. terlebih kalau Anda bisa menahan diri, untuk memanen madu setelah kotak sarang sepenuhnya ditutup oleh lebah. Kadar air madu yang sudah ditutup, bisa kurang dari 20%. Umumnya madu produksi Jawa Barat, kadar airnya di atas 20%. Industri farmasi, menghendaki madu dengan kadar air 18%. Kalau Anda menghasilkan madu dengan kadar air di atas 20%, pasarnya bukan industri farmasi, melainkan konsumen langsung. # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s