BIOGAS DARI KOTORAN SAPI PERAH

Sdri. Dini, di Jakarta, berasal dari Boyolali, Jawa Tengah. Orang tua, sanak famili, dan tetangga di kampung halamannya sana, berprofesi sebagai peternak sapi perah. Benarkah kotoran sapi perah bisa dijadikan biogas untuk memasak? Apakah bau kotoran sapi itu tidak akan mencemari makanan?

Anda benar, kotoran ternak bisa diubah menjadi biogas, dengan cara sangat sederhana dan murah. Bahan biogas bukan hanya kotoran sapi perah, melainkan semua kotoran ternak: mamalia, maupun unggas. Bahkan pada dasarnya, semua bahan organik, bisa diubah menjadi biogas. Di RRC, tinja manusia juga dijadikan biogas. Bukan untuk memasak, melainkan untuk pembangkit listrik. Limbahnya, dijadikan pupuk untuk tanaman hias, dan ubi jalar, sebagai pakan ternak.

Di Pangalengan, Jawa Barat, sudah ada beberapa peternak, yang memanfaatkan kotoran sapi perah sebagai bahan biogas, untuk memasak. Pertanyaan Anda, apakah bau kotoran itu tidak mempengaruhi hasil masakan? Tentu saja tidak, sebab yang mengalir ke kompor adalah biogas. Sementara kotoran ternaknya berada dalam kolam penampungan. Di sini, kotoran justru terfermentasi, hingga baunya hilang, dan menjadi higienis karena tidak mencemari lingkungan.

Biogas adalah gas, yang terbentuk dari bahan organik, yang terurai (terfermentasi) secara anaerobik (tanpa oksigen), baik melalui penimbunan maupun perendaman. Komposisi biogas adalah methane (CH4, 50-75%); karbon dioksida (CO2, 25-50 %); nitrogen (N2, 0-10%); hidrogen (H2, 0-1%); hidrogen sulfat (H2S, 0-3%); oksigen (O2, 0-2%). Biogas bisa langsung dibakar seperti yang dilakukan oleh peternak di Pangalengan tadi, bisa pula untuk pembangkit listrik.

Gas methane dalam biogas, lebih ramah lingkungan. Sebab pembakaran tiap molekul gas mathene (CH4), akan menghasilkan satu molekul karbondioksida (CO2), dan dua molekul air (H2O). Skema pembakaran biogas CH4 + 2O2  CO2 + 2H2O, akan menghasilkan CO2 lebih kecil di atmosfir, dibanding dengan pembakaran bahan bakar fosil. Sebab CO2 dalam gas methane dalam biogas, berasal dari udara yang diambil langsung selama proses fotosintesis tumbuhan.

Teknologi pembuatan biogas sangat sederhana. Kotoran ternak ditampung dalam sebuah bak (atau lubang), dan diberi air (direndam). Diperlukan tiga bak atau lubang. Bak I dan III, berukuran lebih kecil dibanding bak II. Bak I untuk memasukkan kotoran baru. Bak II untuk fermentasi kotoran menjadi biogas, dan dari bak III kotoran diambil sebagai pupuk. Posisi bak I, II, dan III, dibuat bertingkat, dengan bak I paling tinggi. Kalau kotoran baru dimasukkan, maka sirkulasi kotoran antar bak akan terjadi.

Di atas bak II, dipasang plastik bening sebagai kerudung, dan selang untuk mengalirkan gas ke tabung plastik. Tabung gas ini hanya terbuat dari kantong plastik bening, dengan ukuran disesuaikan dengan volume biogasnya. Gas dari kotoran dua ekor sapi perah, memerlukan plastik bening dobel, lebar 1,5 m, panjang  4 m. Dua bagian ujung plastik ini diikat. Setelah terisi gas, kantong plastik ini akan menggembung. Secara kontinu, tabung ini akan sealalui menghasilkan gas.

Potensi kotoran ternak sebagai energi alternatif, sangat besar. Sebagi gambaran, dari dua ekor sapi dewasa, akan dihasilkan biogas, untuk memasak dan memanaskan air kamar mandi, bagi satu keluarga dengan lima jiwa. Jadi, kalau di satu kawasan ada 1.000 ekor sapi, biogas yang dihasilkan, akan mampu mencukupi kebutuhan energi bagi 500 kk, dengan total populasi 2.500 jiwa. Di seluruh Indonesia, diperkirakan ada sekitar 15 juta sapi potong, dan sapi perah.

Andaikan 50% dari kotoran sapi itu diolah menjadi biogas, maka  3.500.000 kk di Indonesia, tidak perlu lagi membeli gas atau BBM. Kalau selama ini mereka memasak dengan kayu bakar, maka akan semakin banyak pohon yang tidak ditebang, hingga penyerapan emisi karbon oleh tanaman juga akan lebih optimal. Selain kotoran ternak, bahan organik lain, termasuk sampah pasar, juga bisa difermentasi menjadi biogas. Sdri. Dini, ada baiknya keluarga Anda di Boyolali sana, berkunjung ke Pangalengan. * * *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s