TEH ARAB MENU PARA DEWA

Pada jaman Mesir Kuno, khat atau teh arab, dianggap sebagai menu  para dewa. Dengan mengunyah-ngunyah khat, manusia juga bisa menjadi dewa: tahan lapar, tahan haus, tahan capek, dan merasa sangat bersemangat (euforia). Dengan mengonsumsi khat, nafsu seks juga menjauh, karena libido akan menurun.

Secara terbatas tanaman teh arab sudah mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ini terjadi karena adanya intensitas arus informasi, juga sarana transportasi, yang memungkinkan masyarakat kita berkunjung ke Yaman, dan Somalia. Dua negara ini dikenal sebagai penghasil sekaligus pengguna teh arab terbesar di dunia. Teh arab juga disebut Abyssinian Tea, African Salad, khat (قات), qat, qaat, quat, gat, jaad, chat, chad, chaad, jimma, dan miraa (Catha edulis). Di nurseri besar, benih teh arab bisa diperoleh dengan harga antara Rp25.000 sampai di atas Rp100.000 per polibag.

Meskipun disebut sebagai teh arab, khat dikonsumsi bukan seperti teh, melainkan seperti orang makan sirih. Pucuk khat dikunyah-kunyah, tanpa bahan campuran apa pun, lalu ditahan dalam mulut selama sekitar 2,5 jam, sebelum “ampasnya” dibuang. Efek stimulan dari mengunyah (chewing) pucuk khat, disebabkan oleh adanya kandungan zat katin (cathine), yakni alkaloid jenis phenethylamine, dalam pucuk tanaman. Cathine dalam pucuk daun khat dikategorikan sebagai psikotropika (zat narkoba), hingga di beberapa negara, termasuk di Arab Saudi, penanaman dan penggunaan tanaman ini dilarang. Beberapa negara mengijinkan budi daya dan penggunaan khat, dengan pengawasan ketat, dibawah supervisi World Health Organization (WHO).

# # #

Khat merupakan tumbuhan perdu berkayu setinggi mulai dari 1,5 m sampai dengan 20 m. Di kawasan gurun yang tandus, khat hanya akan tumbuh berupa perdu, dengan ketinggian antara 1,5 sd. 5 m. Tetapi di kawasan tropis yang basah, khat akan menjadi pohon berketinggian sampai 20 m. Meskipun di kawasan tropis, khat mampu tumbuh menjadi pohon tinggi, namun kandungan katinnya justru akan menurun. Kandungan katin pada tanaman khat, justru akan optimal, pada tanaman yang tumbuh di kawasan pegunungan di gurun. Khat di Yaman, dikenal sebagai berkualitas paling baik di dunia, karena kandungan katinnya yang tinggi.

Daun khat berbentuk mirip dengan daun teh, tetapi berukuran sedikit lebih kecil. Ukuran daun bervariasi antara 4 sd. 10 cm, panjang, dan 1 sd. 4 cm, lebar. Bunga khat mengelompok dalam tangkai sepanjang antara 4 sd. 8 cm. Mahkota bunga berwarna putih, dengan enam petal. Buah khat berbentuk oblong, dengan tiga segmen, masing-masing berisi antara 1 sd. 3 buah biji. Dari biji inilah tanaman khat dikembangbiakkan, dengan  terlebih dahulu menyemainya. Namun, khat  paling banyak dikembangbiakkan dengan pemisahan anakan (cabang dan ranting, yang tumbuh dari pangkal batang). Cara ini paling populer, karena pertumbuhan tanaman akan bisa lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan melalui biji.

Agar diperoleh pucuk tanaman dalam volume optimal, tanaman khat harus selalu dipangkas. Sebagian besar tunas-tunas dengan pucuknya yang ranum, akan dipanen, dengan cara mencabut ranting itu dari cabang/batang tanaman. Daun-daun pada pangkal ranting dibuang, hingga yang tersisa hanya bagian pucuknya. Bagian pucuk ranting khat ini, kemudian dibungkus daun pisang, diikat dengan serat batang pisang. Masing-masing ikatan berisi antara 20 sd. 30 pucuk khat. Harga khat berkisar antara £ 25 sd. £ 27,5 (Rp 425.000 sd. Rp 467.500) per kg. Biasanya pucuk khat segar, dikemas dalam ikatan 0,5 kg, 1 kg, dan 3 kg. Penghasil khat antara lain Yaman, Somalia, Ethiopia, dan Israel.

Di Yaman, sekitar 40% dari air tawar yang ada, digunakan untuk mengairi lahan pertanaman khat. Sebuah penelitian pada tahun 2001, menunjukkan bahwa dari tiap hektar lahan khat di Yaman, akan dihasilkan  2.500.000 Real Yaman. Sementara kalau lahan tersebut ditanami buah-buahan, hanya akan dihasilkan 570.000 Real Yaman. Hingga areal tanaman khat tumbuh dengan pesat di negeri ini. Pada tahun 1970, lahan yang ditanami khat baru 8.000 hektar, dan pada tahun 2000, (dalam jangka waktu 30 tahun) telah berkembang menjadi 103.000 hektar. Budi daya dan pemanfaatan khat, telah membuat tingkat ketergantungan penduduk Yaman terhadap komoditas ini menjadi semakin tinggi.

# # #

Oleh WHO, khat dikategorikan sebagai tumbuhan penghasil zat psikotropika. WHO juga membuat skala tingkat ketergantungan, dan tingkat kerusakan fisik akibat psikotropika dan narkotik, mulai dari angka 1 sd. 3. Heroin menduduki ranking tertinggi, dengan tingkat ketergantungan mencapai lebih dari angka 3, dan tingkat kerusakan fisik, hampir tiga. Khat menduduki ranking terendah pada skala tingkat kerusakan fisik (0,5), tetapi menduduki angka 1 pada tingkat ketergantungan. Angka terendah pada skala ketergantungan diduduki oleh anabolik steroid (0,8), di atasnya (0,9) alkyl nitrites. Yang setara tingkat ketergantungannya dengan khat adalah ekstasi, dan solvents.

Pemanfaatan khat sebagai stimulan (memperkuat daya tahan tubuh), pada masyarakat Somalia (Tanduk Afrika), dan Yaman (Ujung Barat Daya Jazirah Arab),  sama halnya dengan pemanfaatan daun kokain pada masyarakat Indian di pegunungan Andes, Amerika Selatan. Udara gurun yang panas pada siang hari, dan sangat dingin pada malam hari, dengan medan berupa pegunungan yang berat (di Somalia dan Yaman);  serta alam pegunungan Andes yang dingin bersalju (di Amerika Selatan); membuat daya tahan tubuh akan cepat merosot. Masyarakat pun memanfaatkan khat dan kokain untuk memperkuat daya tahan tubuh, sambil menekan libido yang tinggi.

Indonesia, tidak perlu khawatir apabila suatu ketika budidaya khat akan marak. Di sekitar Jakarta misalnya, khat akan tumbuh pesat, dan dalam jangka waktu singkat bisa mencapai ketinggian 10 sd. 20 meter. Tetapi kandungan katin dalam pucuk daun sangat rendah. Kawasan Indonesia yang cocok untuk budidaya khat adalah NTT, dengan iklimnya yang kering dan panas. Di sini, pertumbuhan khat akan sangat lamban. Dalam jangka waktu 10 tahun, khat hanya akan tumbuh dengan ketinggian sekitar 3 meter. Tetapi kandungan katin dari tanaman khat yang tumbuh di NTT, akan mendekati pucuk khat dari Yaman. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s