POTENSI AGROINDUSTRI POLEN

Polen, serbuk sari, atau tepung sari, adalah sel reproduksi jantan, yang terdapat pada bunga (tanaman berbunga). Proses perkawinan pada tumbuhan terjadi dengan menempelnya polen pada sel betina yang disebut kepala putik. Polen yang dikumpulkan oleh lebah madu, bernilai ekonomis sebagai makanan sehat.

Menempelnya polen pada sel betina bunga, disebut polinasi, penyerbukan, atau persarian. Proses ini terjadi karena bantuan grafitasi, angin, serangga, burung, kelelawar, dan juga manusia. Polinasi vanili, salak pondoh, dan kurma, harus dibantu oleh manusia. Secara alamiah, penyerbukan durian, dibantu oleh kelelawar pemakan madu. Pada perkebunan durian monthong di Thailand, penyerbukannya dibantu tenaga manusia, agar hasilnya optimal. Serangga, burung, dan kelelawar, tertarik pada bunga karena madu (nektar) yang ada di sana.

Salah satu serangga yang sudah berhasil dibudidayakan, untuk membantu proses polinasi tumbuhan adalah lebah madu. Disebut lebah madu, sebab hasil utama lebah ini adalah madu. Namun lebah juga mengumpulkan polen sebagai cadangan pangan. Sebab ada bunga yang banyak memroduksi madu, dan hanya sedikit polennya. Misalnya kapuk randu, pisang, dan durian. Ada yang sedikit sekali atau sama sekali tidak menghasilkan madu, tetapi memroduksi polen dalam volume besar. Misalnya jagung, padi, gandum, bunga matahari, akasia, dan angsana.

Polen dikumpulkan oleh lebah pekerja, dan ditaruh di dua pangkal kaki belakangnya. Setelah terkumpul cukup banyak, lebah akan terbang untuk membawa polen ini ke sarang mereka. Di sarang, polen diberi asam perut, masukkan ke dalam tabung sarang, agar terfermentasi, hingga bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Pada peternakan lebah madu, polen harus “ditangkap” sebelum dibawa masuk ke dalam sarang. Alat perangkap polen ini disebut sebagai “pollen trap”, yang ditaruh di pintu masuk sarang (stuip) lebah. Ketika lebah membawa polen masuk ke sarang, sebagian besar akan tersangkut di polen trap.

# # #

Polen yang menumpuk di pintu sarang inilah yang diambil, dikumpulkan, diproses, dikemas, dan diperdagangkan sebagai makanan sehat (healthy food). Kandungan utama polen adalah air, asam amino, protein, lipids (aneka kelompok komponen organik), karbohidrat, mineral, vitamin, enzim, dan nutrisi mikro lainnya. Komposisi nutrisi pollen, sangat tergantung dari jenis bunga, lokasi tumbuh tanaman, dan lebah yang mengumpulkannya. Komponen nutrisi polen, dipercaya berkhasiat untuk mengatasi anemia, gangguan pencernaan, gangguan mental seperti depresi, kelesuan, dan kecanduan alkohol.

Secara fisik, polen berupa serbuk. Ukuran butiran serbuk, sangat bergantung pada jenis tanamannya. Di bawah mikorskop, ukuran dan bentuk polen bisa tampak dengan jelas. Ada yang berupa kubus, bulatan, dan bulatan memanjang. Warna polen umumnya kuning cerah. Namun ada pula polen dengan warna putih, kuning pocat, merah, bahkan juga ungu. Polen jagung, dan bunga matahari berwarna kuning cerah. Polen padi kuning keputihan. Polen merah, dan ungu kehitaman antara terdapat pada bunga anthurium. Di Eropa, umumnya polen dikumpulkan dari gandum, jagung, dan bunga matahari. Sebab areal tanaman ini cukup luas, dan hasil polennya cukup besar.

Pengambilan polen oleh lebah madu di satu areal tanaman, harus memperhatikan seberapa banyak tanaman tadi disemprot pestisida. Para petani di seluruh kawasan yang tanamannya akan diambil polennya, diwajibkan untuk tidak menyemprot dengan pestisida apa pun, sampai proses polinasi selesai. Tujuan utama penggembalaan lebah di areal pertanian jagung, gandum, dan bunga matahari, justru bukan  pada hasil polen, melainkan pada peningkatan hasil pertaniannya itu sendiri. Dengan penggembalaan lebah madu pada areal pertanian, maka penyerbukan akan sempurna, hingga hasil jagung, gandum, dan bunga matahari akan meningkat, dibanding tanpa polinasi.

Lebah madu yang bisa diternak secara ekonomis adalah (Apis mellifera). Lebah lokal kita (Apis indica), memang bisa diternak, namun volume madu maupun polen yang dihasilkannya sangat kecil, jika dibandingkan dengan lebah Apis mellifera (lebah madu eropa) yang dulu benihnya diimpor. Selain Apis indica dan Apis mellifera, spesies lebah madu lainnya adalah (A. = Apis) A. andreniformis, A. florea (lebah madu kerdil),  A. dorsata, (lebah madu raksasa, lebah liar), A. cerana, (lebah madu asia), A. koschevnikovi, dan Apis nigrocincta. Lebah madu hutan dari Sumatera, Kalimantan, dan sumbawa adalah A. dorsata.

# # #

Lebah madu impor Apis mellifera (A.m.), juga masih terdiri dari beberapa sub spesies. Di Eropa Utara ada A. m. iberica, A. m. intermissa, A. m. lihzeni, A. m. mellifera, dan A. m. sahariensis. Di Eropa selatan terdapat A. m. carnica, A. m. cecropia, A. m. ligustica, A. m. macedonica, A.m. ruttneri, dan A. m. sicula. Di Timur Tengah  A. m. adamii, A. m. anatoliaca, A. m. armeniaca, A. m. caucasica, A. m. cypria, dan A. m. meda. Di Afrika: A. m. adansonii, A. m. capensis, A. m. intermissa, A. m. lamarckii, A. m. litorea, A. m. major, A. m. monticola, A. m. sahariensis, A. m. scutellata, A. m. unicolor, dan A. m. jemenitica.

Selain dikonsumsi langsung sebagai makanan sehat, polen dan juga madu  digunakan pula sebagai bahan baku industri farmasi. Kita masih mengimpor madu dan polen, sebab produksi nasional kita lebih rendah dibanding kebutuhan. Petani jagung kita masih belum punya tradisi mengundang peternak lebah madu, untuk menggembalakan lebahnya di areal pertanian mereka, agar produksi meningkat. Di negara-negara maju, petani harus membayar peternak lebah untuk polinasi tanaman mereka. Di Indonesia peternak lebah yang menggembalakan ternaknya di areal pertanian, justru harus membayar petani.

Hingga sebenarnya, ada dua keuntungan yang bisa diraih oleh agroindustri polen. Pertama, peternak lebah madu bisa memperoleh komoditas alternatif selain madu. Kedua petani jagung dan padi, akan meningkat hasilnya, karena polinasi berjalan dengan sempurna. Di negara-negara maju, peningkatan produksi pertanian mlalui polinasi bisa mencapai 50% dari produksi sebelumnya. Di tengah krisis ekonomi dewasa ini, agroindustri polen merupakan peluang yang cukup menarik. Informasi lanjutan tentang hal ini, bisa diperoleh di Pusat Apiari Pramuka, Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. # # #

One thought on “POTENSI AGROINDUSTRI POLEN

  1. Di pasar Johar Semarang ada 2 jenis bawang putih tungggal. Ada bawang putih tunggal yang ukurannya agak besar, penjualnya mengatakan bahwa itu adalah bawang putih tunggal dari luar ( mungkin maksudnya luar negeri). Jenis yang satunya lagi adalah bawang putih tunggal yang lebih kecil, penjualnya mengatakan bahwa itu adalah bawang putih tunggal dari lokal. Pertanyaan saya : Apakah benar ada bawang putih tunggal yang dari luar negeri ? Khasiatnya bagus yang loka atau yang luar negeri ya ? Di mana saya bisa melihat lokasi penanaman bawang putih tunggal di Jawa Tengah ? Apakah petani lokal memakai pestisida juga? Terima kasih atas perhatiannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s