SAJIAN BUAH TIN DI HARI RAYA LEBARAN

Jaman dulu, menyajikan buah kurma pada Hari Raya Lebaran, dianggap sangat prestisius. Sebab dulu, buah kurma susah diperoleh, dan harganya juga cukup tinggi. Sekarang kurma bisa diperoleh di kakilima, di hampir semua kota di Indonesia. Hingga saat ini,, yang dianggap prestisius pada Hari Raya Lebaran adalah buah tin.

Dalam Kitab Suci Al Quran, ada Surah At Tiin (buah tin, Surat ke 95: 8 Ayat). Dalam ayat 1 disebutkan: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Wat tiini waz zaituun. (Demi buah tin dan zaitun 1526). Dalam kitab suci umat Nasrani (Perjanjian Lama/Baru-Injil), nama buah ara juga disebut-sebut. Misalnya dalam Matheus 21: 18-19, dan Markus 11: 12-13, (Yesus mengutuk pohon ara). Buah tin, dan buah ara sama (Common Fig, Ficus carica). Disebutnya nama buah tin dalam Al Quran dan  Injil menunjukkan, betapa pentingnya buah ini di kawasan Timur Tengah.

Dengan nama ilmiah Ficus carica, buah tin, masih satu genus dengan beringin (Ficus benyamina), karet hutan (Ficus elastica), awar-awar (Ficus septica), dan sekitar 800 spesies lain dalam genus Ficus. Habitat asli Ficus carica, di kawasan Timur Tengah. Pada situs Neolitikum awal di desa Gilgal I, di lembah sungai Yordan, ditemukan 10 fosil buah tin. Dari uji radio karbon, diketahui umur fosil itu antara 9400-9200 SM. Hingga budidaya buah tin, sudah dimulai bersamaan dengan budidaya gandum, anggur, apel, sawi, dan domestifikasi domba, sapi, ayam, serta burung merpati.

Sekarang buah tin sudah dibudidayakan secara luas Australia, Chile, Afrika Selatan, dan AS. Sejak tahun 1990an, di beberapa nurseri di Indonesia, sudah bisa dijumpai benih buah tin, berupa tanaman dalam polibag. Harga benih buah tin juga sama dengan harga benih lainnya, berkisar antara Rp50.000 sampai Rp100.000 per polibag, tergantung ukuran tanaman. Benih buah tin yang diperjual belikan, berasal dari setek batang/dahan (benih vegetatif). Hingga dijamin kualitas buahnya, akan sama dengan kualitas buah dari pohon induknya.

# # #

Menurut USDA Nutrient database, dalam tiap 100 gram daging buah tin kering (tanpa dimasak), Energi 250 kcal   (1040 kJ); karbohidrat 63.87 g (terdiri dari gula 47.92 g, dan serat 9.8 g). Lemak 0.93 g; protein 3.30 g; thiamin (Vit. B1)  0.085 mg (7%); riboflavin (Vit. B2)  0.082 mg (5%); niacin (Vit. B3)  0.619 mg (4%); asam pantothenic (B5)  0.434 mg (9%); vitamin B6  0.106 mg (8%); folate (Vit. B9)  9 μg (2%); vitamin C  1.2 mg (2%); kalsium  162 mg (16%); zat besi 2.03 mg (16%); magnesium  68 mg (18%); fosfor  67 mg (10%); potassium  680 mg (14%); dan seng 0.55 mg (6%).

Selain kandungan nutrisinya yang cukup baik, buah tin juga punya keterkaitan yang sangat kuat dengan faktor rligius. Hingga prospek budidaya buah tin menjadi cukup baik. Buah tin yang masuk ke Indonesia, tidak semuanya berasal dari Timur Tengah. Sebagian besar justru berasal dari AS (Kalifornia), dan Australia. Di dua kawasan ini memang terdapat gurun pasir, yang cocok untuk budidaya buah tin. Tanaman buah tin menghandaki iklim yang ekstrim kering, kelembapan udara ekstrim rendah, dan panas matahari penuh sepanjang tahun.

Meskipun menghendaki iklim ekstrim kering, tanaman buah tin tetap memerlukan air. Baik air tanah, maupun air irigasi. Irigasi yang cocok untuk buah tin, adalah irigasitetes (drip irigation). Di Indonesia, kawasan yang cocok untuk budidaya buah tin adalah Pantai Utara Jawa (terutama Jawa Timur), Bali Utara, NTB, dan NTT. Di Bali Utara, khususnya di kawasan sekitar Singaraja, udaranya sangat kering dan panas. Tetapi air tanah di kawasan ini tetap dangkal, pada musim kemarau yang paling panjang sekali pun. Kawasan seperti inilah yang paling cocok untuk budidaya buah tin.

Anggur, yang juga berhabitat asli kawasan timur tengah, juga menghendaki iklim ekstrim kering, sama dengan buah tin. Dan selama ini, anggur terbukti mampu tumbuh baik, dan berproduksi optimal di Bali Utara. Di seluruh sentra penghasil anggur hitam ini, terdapat sekitar 700  hektar tanaman anggur, meskipun merupakan tanaman pekarangan. Hasil anggur dari kawasan ini sebagian besar dipasarkan ke Jakarta, dan sebagian lagi diproses menjadi minuman (Hatten Wine). Budidaya buah tin di kawasan ini, kemungkinan besar akan berhasil baik, seperti halnya anggur.

# # #

Sebagai genus beringin, buah tin bisa dibudidayakan melalui setek batang/cabang. Bahan setek ini berasal dari limbah pangkasan cabang, pada tanaman yang sudah berproduksi. Tanaman buah tin yang sudah cukup besar, misalnya yang sudah setinggi lebih dari tiga meter, sebaiknya dipangkas berat, hingga tingginya dibatasi sekitar tiga meter. Maksudnya untuk memudahkan perawatan dan pemanenan. Hasil pangkasan cabang ini diseleksi yang diameternya seragam, misalnya tiga sampai lima cm. lalu dipotong sepanjang 30 sd. 40 cm.

Potongan cabang yang sudah homogen itu, disemai dalam bedeng atau petak penyemaian, dengan media bahan organik, dan naungan paranet, atau paranet plus plastik bening. Dalam jangka waktu satu sampai dua minggu, setek sudah akan menumbuhkan tunas. Sekitar tiga bulan setelah penyemaian, setek sudah bisa dibongkar, untuk dipindahkan ke dalam polibag. Benih setek ini masih harus dibesarkan, antara 1 sampai 1,5 tahun, hingga ketinggiannya mencapai lebih dari 1 m. Ketika itulah benih bisa dipindahkan ke lokasi penanaman yang permanen.

Selama ini banyak orang yang kecewa setelah membeli benih buah tin, dan mennamnya di halaman rumah, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tanaman tidak mau berbuah, atau berbuah tetapi rasa buahnya hambar. Ini disebabkan karena lokasi budidaya terlalu lembab. Misalnya di kawasan sekitar Bogor, yangcurah hujannya sangat tinggi. Sebagai tanaman gurun, buah tin tidak mungkin bisa tumbuh baik dan berbuah di sekitar Jakarta, yang tingkat kelembapan udaranya sangat tinggi. Apalagi di kawasan Bogor, yang dikenal sebagai kota hujan. (R) # # #

 

One thought on “SAJIAN BUAH TIN DI HARI RAYA LEBARAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s