KEMANGI DAN SELASIH

Orang-orang Indonesia yang berkunjung ke Thailand, kaget ketika harus makan dengan lalap daun selasih. Sebab selasih di Indonesia, khususnya di Jawa, adalah herbal khusus untuk pelengkap sesaji, atau dibawa ke makam. Pada menjelang puasa, atau lebaran, ikatan daun selasih banyak dipasarkan sebagai perangkat ziarah.

Padahal yang disantap orang Thailand sebagai lalap, atau salad, bukan selasih (Holy basil, Sacred basil, Tulsi, Ocimum sanctum); melainkan kemangi thailand (Thai basil, ‘Siam Queen’, Horopa, Licorice basil, Ocimum basilicum var. thyrsiflorum). Kemangi thailand, masih satu spesies dengan kemangi Sweet basil (Ocimum basilicum), meskipun penampilannya lebih mirip selasih. Kemangi yang dijual di pasar swalayan, dengan daun lebar-lebar dan tebal, adalah sweet basil. Selain Thai basil, masih ada beberapa varietas Sweet basil lainnya.

Antara lain adalah Genovese basil (O. basilicum ‘Genovese Gigante’); Cinnamon basil (Mexican spice basil, O. basilicum ‘Cinnamon’);  Licorice basil (Anise basil, Persian basil, O. basilicum ‘Licorice’); Spicy globe basil (O. basilicum ‘Spicy Globe’); Purple ruffles basil (O. basilicum ‘Purple Ruffles’); Fino verde basil (O. basilicum piccolo); Nufar basil (O. basilicum ‘Nufar F1’); Magical Michael (O. basilicum ‘Magical Michael’); Lettuce leaf basil (O. basilicum ‘Lettuce Leaf’); Mammoth basil (O. basilicum ‘Mammoth’); Red rubin basil (O. basilicum ‘Red Rubin’); Dark opal basil (O. basilicum ‘Purpurascens’); Mrs. Burns lemon basil (O. basilicum var. citriodora ‘Mrs. Burns’); Osmin purple basil (Ocimum basilicum ‘Osmin Purple’).

Semua varietas kemangi ini, beda dengan kemangi kita yang berdaun kecil-kecil. Kemangi kita adalah Lemon basil (Ocimum americanum). Beda Lemon basil dengan Sweet basil adalah aromanya. Lemon basil beraroma citral (aroma jeruk), sementara Sweet basil beraroma cengkih. Thailand sebenarnya juga membudidayakan lemon basil, dan juga  Thai lemon basil (O. ×citriodorum). Selain O. sanctum, O. basilicum, O. americanum, dan O. ×citriodorum), masih ada pula Greek bush basil (O. minimum).

# # #

Kemangi merupakan tanaman semusim, yang dibudidayakan dengan benih biji. Meskipun demikian, dalam keadaan agak teduh, dengan air tanah cukup, kemangi bisa hidup sampai beberapa tahun, dengan batang yang membesar dan mengayu. Di lahan pekarangan dan kebun yang tidak berpengairan, kemangi yang ditanam pada awal musim penghujan, akan mati pada awal musim kemarau. Dengan pengairan teknis, kemangi bisa dibudidayakan di lahan sawah pada musim kemarau, dengan hasil lebih baik. Komoditas ini sudah mulai bisa dipanen pada umur sekitar 1 sd. 1,5 bulan.

Budidaya kemangi, bisa langsung menggunakan benih biji yang dimasukkan ke lubang tanam, biji dicampur abu atau pupuk kandang dan langsung ditebarkan di lahan, atau dengan terlebih dahulu disemai. Kemangi jarang ditanam secara monokultur. Biasanya kemangi dibudidayakan di pematang, atau tepi bedengan. Kemangi yang ditanam di tepi bedeng, atau pematang, sekaligus juga berfungsi sebagai penangkal datangnya hama, terutama hama trip. Sebab aroma kemangi tidak disukai oleh ngengat,  dan hama tanaman sayuran lainnya.

Meskipun sama-sama sayuran daun, kemangi tidak dipanen dengan cara dicabut, seperti halnya kangkung, selada, atau bayam. Kemangi selalu dipanen dengan dipotong (dipetik) pucuknya. Di Indonesia, kemangi memang hanya sebatas dimanfaatkan sebagai sayur (lalap, salad). Meskipun di beberapa tempat di Jawa, kemangi juga digunakan sebagai bumbu untuk pepes ikan mas. Beda dengan di Thailand, Taiwan, RRC, India, dan Timur Tengah; di sini, kemangi merupakan bumbu yang cukup penting. Baik digunakan dalam kondisi segar, maupun setelah dikeringkan.

Kemangi, baik O. basilicum O. americanum, maupun O. ×citriodorum, hanya cocok untuk digunakan segar. Sama halnya dengan daun ketumbar (coriander), aroma kemangi memang paling kuat dalam keadaan segar. Hingga, apabila terpaksa digunakan dalam satu masakan, kemangi harus dimasukkan paling akhir, agar aromanya masih tetap kuat. Itulah sebabnya, penggunaan kemangi sebagai bumbu pepes ikan mas, sebenarnya tidak terlalu tepat. Paling baik kalau pepes ikan mas diberi bumbu sereh, atau daun jeruk, baru setelah masak dimakan dengan sambal dan kemangi.

# # #

Di Eropa selatan dan Timur Tengah, kemangi juga merupakan tumbuhan bahan minyak asiri. Bagian yang disuling, terutama pucuk tanaman, yang sudah keluar bunganya. Basil Essential Oil merupakan komoditas yang cukup penting untuk esens, farmasi, maupun parfum. Basil Essential Oil mengandung cinnamate, citronellol, geraniol, linalool, methyl chavicol, myrcene, pinene, dan terpineol, tergantung dari jenis ocimumnya. Dalam dunia farmasi, Basil Essential Oil antara lain digunakan sebagai zat antioksidan.

Beda dengan kemangi yang dibudidayakan untuk dikonsumsi, maka selasih ditanam sebagai tumbuhan obat, maupun untuk keperluan ritual keagamaan. Penggunaan selasih untuk ziarah ke makam menjelang puasa dan lebaran, sebenarnya merupakan warisan dari tradisi Hindu. Dalam Ayurvedic, ilmu pengobatan tradisional India, selasih merupakan tumbuhan sangat penting. Selasih digunakan langsung untuk keperluan pengobatan, tetapi juga digunakan untuk perangkat ritual keagamaan, dalam upaya penyembuhan penyakit.

Selain dimanfaatkan daunnya sebagai sayuran, bumbu, maupun minyak asiri, kemangi maupun selasih, juga penghasil biji untuk bahan minuman. Biji kemangi dan selasih yang telah kering, apabila direndam air, akan menghasilkan gel, yang lezat serta sehat untuk diminum. Di Thailand, RRC, dan India, minuman biji kemangi sudah diproduksi massal dan dikalengkan. Di Indonesia, kadang-kadang biji kemangi dikumpulkan, untuk dijadikan minuman oleh perorangan. Kita memang tertinggal sangat jauh dengan India, Thailand, apalagi Taiwan. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s