BUDI DAYA PAPRIKA DALAM GREEN HOUSE

Ketika Christopher Columbus tiba di kepulauan Karibia, ia dan rombongan menemukan makanan penduduk setempat yang diberi bumbu pedas pedas. Ia dan rombongan, yang berlayar untuk mencari kepuluan rempah-rempah, mengira telah sampai ke kepulauan India. Hingga penduduk setempat disebutnya Indian, dan tanaman yang menghasilkan bumbu pedas itu disebutnya peppers (lada). Padahal Columbus telah menemukan kepulauan Karibia dan benua Amerika. Bumbu pedas itu bukan lada melainkan cabai yang juga merupakan tanaman baru.

Tanaman cabai itu lalu dibawanya ke Spanyol, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di seluruh kepuluan Karibia, Amerika Tengah dan Latin, ada 46 spesies cabai (Capsicum sp). Salah satu spesiesnya adalah Capsicum annuum, yang varietasnya paling banyak. Mulai yang berukuran kecil-kecil dan sangat pedas, berukuran besar dan berbentuk meruncing, sampai ke yang tumpul dan berbentuk lonceng (bell), hingga dinamakan bell peppers. Mulai dari yang sangat pedas (Chilli peppers) sampai ke yang manis hingga disebut sweet peppers.

Bell peppers dan sweet peppers inilah yang sekarang kita kenal sebagi paprika. Varietas dari Capsicum annuum, ini berukuran sebesar tomat, bentuknya membulat dengan ujung tumpul. Beda sekali dengan cabai rawit yang berukuran sangat kecil, cabai keriting yang memanjang dan seperti terpilin, beda pula dengan cabai besar merah yang di pasar dikenal sebagai cabai taiwan (TW). Kalau cabai pada umumnya dimanfaatkan rasa pedasnya sebagai bumbu, maka paprika telah berubah menjadi sayuran (salad). Kalau dijadikan bumbu, paprika hanya dimanfaatkan aroma serta warna merahnya.

# # #

Di pasaran, ada beberapa warna paprika. Mulai dari hijau, merah, kuning, oranye, dan ungu. Paprika hijau dan ungu, dipanen ketika masih belum masak. Paprika hijau, ketika masak akan berwarna kuning, oranye, atau merah, sesuai dengan sub varietasnya. Sedangkan paprika ungu, ketika sudah masak akan selalu berwarna merah. Paprika hijau dan ungu, lebih banyak dikonsumsi segar (mentah), sebagai salad. Sedangkan paprika kuning, merah dan oranye, dimanfaatkan warnanya, sebagai daya tarik menu yang menggunakannya. Selain itu, paprika juga diharapkan akan menambah kelezatan masakan, karena aroma yang ditimbulkannya.

Paprika lebih banyak dipanen hijau atau ungu, dan dikonsumsi segar, karena kandungan nutrisi serta vitaminya lebih tinggi ketika masih mentah, dibanding ketika sudah dimasak. Kandungan nutrisi tiap 100 gram paprika segar adalah, energi 20 kcal   80 kJ; karbohiydrat 4.64 g;  gula  2,40 g;  serat  1,7 g; lemak 0,17 g; protein 0,86 g; vit. B1 (thiamin) 0,057 mg, (4%); vit. B2 (riboflavin)  0.028 mg, (2%); vit. B3 (niacin)  0.480 mg, (3%); vit. B5 (pantothenic acid)  0.099 mg, (2%); vit. B6  0.224 mg, (17%); vit. B9 (folate),   10 μg  (3%); vit. C  80.4 mg, (134%); kalsium  10 mg, (1%); zat besi (Fe) 0.34 mg, (3%); magnesium  10 mg, (3%); phosphor  20 mg, (3%); potassium  175 mg, (4%); dan seng (zinc)  0.13 mg, (1%).

Paprika hanya bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran tinggi, dengan elevasi di atas 800 m. dpl. Umumnya paprika dibudidayakan di ketinggian 1.000 sd. 2.000 m. dpl. Di Indonesia, paprika dibudidayakan di Cipanas, Lembang, Pangalengan, dan Ciwidey di Jawa Barat, Bandungan (Jawa Tengah), Batu di Jawa Timur; serta Brastagi (Sumatera Utara). Paprika bisa dibudidayakan di lahan terbuka, khususnya pada musim kemarau. Namun pada musim penghujan, paprika harus dibudidayakan di dalam green house. Petani paprika, biasanya membangun green house sederhana dengan kerangka bambu dan atap plastin UV.

Budidaya paprika di lahan terbuka, selalu dilakukan dengan mulsa plastik hitam perak, dan dengan ajir. Ada petani yang mengairi lahan paprika mereka secara manual dengan digenangi, namun di kawasan yang mahal air, petani menggunakan irigasi tetes (drip irigation). Budidaya paprika dalam green house, umumnya menggunakan irigasi tetes atau siram (sprinkle). Ke dalam air yang akan didistribusikan melalui irigasi tetes maupun siram, petani sekalian memasukkan larutan pupuk lengkap. Karena produk paprika akan dikonsumsi buahnya, maka budidaya paprika tidak boleh menggunakan pestisida sama sekali, atau dibatasi penggunaannya hanya ketika tanaman belum berproduksi.

# # #

Paprika yang sekarang banyak dibudidayakan, merupakan klon unggul, bahkan beberapa di antaranya merupakan tanaman hibrida. Hingga petani tidak mungkin menggunakan benih, dari buah paprika hasil budidayanya. Itulah sebabnya petani selalu membeli benih baru. Di toko-toko pertanian, tersedia benih paprika eks Taiwan, Jepang, dan AS. Benih dari Taiwan, umumnya lebih baik dibanding dengan benih eks Jepang dan AS. Seperti halnya benih sayuran lainnya, benih paprika tersedia dalam kemasan sase maupun kaleng. Benih dalam kemasan kaleng, daya tumbuhnya akan lebih baik dibanding dengan yang sase.

Benih paprika berupa biji tersebut, harus terlebih dahulu disemai. Penyemaian dilakukan dalam kantung plastik kecil, atau wadah dari daun pisang serta bahan lainnya, yang diisi media tanam. Media tanamnya kompos atau pupuk kadang dicampur tanah. Wadah semai ini ditaruh dalam rak yang diberi atap plastik, agar tidak tersiram hujan atau embun. Dalam waktu dua sampai tiga minggu, semai sudah bisa dipindahkan ke lahan penanaman. Kantung plastik semai, harus dilepas terlebih dahulu sebelum penanaman. Semai dalam wadah daun pisang atau bahan organik lain bisa langsung ditanam dengan wadah tersebut.

Paprika akan mulai berbunga pada umur dua bulan sejak benih disemai. Panen bisa dimulai pada umur tiga bulan, dan akan terus berlangsung sampai dengan bulan kelima. Populasi buah dalam tiap tanaman paprika, tidak sebanyak cabai. Namun bobot buah paprika bisa tiga sampai dengan lima kali lipat cabai besar atau keriting. Hingga produktivitas paprika per satuan hektar per musim tanam, sama dengan cabai, yakni antara 1 sd. 2 kg. per tanaman per musim tanam. Meskipun harga paprika cukup tinggi di pasar swalayan, namun margin yang diperoleh petani sangat rendah prosentasentya. Meskipun nilai nominalnya tetap tinggi. (R) # # #

One thought on “BUDI DAYA PAPRIKA DALAM GREEN HOUSE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s