PELUANG AGROINDUSTRI CAJUPUT OIL

Cajuput oil adalah nama dagang internasional untuk produk minyak kayu putih. Cajuput sendiri berasal dari pelafalan kata kaju putih oleh bangsa Eropa, terutama Belanda. Di Indonesia, minyak kayu putih merupakan produk minyak asiri tunggal yang paling banyak diperdagangkan. Mulai dari pasar swalayan modern, apotik, kios kecil di kakilima, sampai ke warung-warung di pelosok pedesaan. Minyak kayu putih juga merupakan minyak asiri yang paling banyak digunakan sebagai penolong awal (first aid), bagi berbagai gangguan kesehatan, di rumah tangga Indonesia.

Minyak kayu putih terutama banyak digunakan sebagai obat gosok bagi “masuk angin”. Bagi dunia kedokteran, penyakit masuk angin sebenarnya tidak pernah ada. Perut kembung dan melilit pun, sebenarnya juga bukan penyakit, melainkan gejala penyakit. Hingga minyak kayu putih, juga hanya akan berfungsi sebagai penolong awal, sebelum penyebab gangguan itu ditanggulangi. Secara tradisional, pucuk daun tanaman kayu putih memang sudah biasa dimanfaatkan masyarakat Maluku dan Aborigin, dengan cara diremas-remas atau dikunyah, untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

Minyak kayu putih berupa cairan minyak asiri, berwarna hijau. Awalnya, warna hijau ini disebabkan oleh ketel tembaga tempat penyulingan daun tanaman kayu putih. Karena teroksidasi (berkarat), maka ketel tembaga itu berwarna hijau. Warna karat tembaga kemudian terserap oleh minyak asiri yang disulingnya. Karena sudah berabad-abad minyak kayu putih selalu dikenal masyarakat berwarna hijau, maka ketika ketel stainless steel menghasilkan minyak kayu putih jernih, maka para pengusaha terpaksa menambahkan zat warna hijau pada minyak kayu putih tersebut. Sebab masyarakat sudah terlanjur mengenal minyak kayu putih asli selalu berwarna hijau.

# # #

Tumbuhan penghasil minyak asiri ini disebut kayu putih, karena kulit batangnya berwarna putih. Tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra), masih termasuk satu famili dengan Eucalyptus, yakni famili Myrtaceae. Genus Melaleuca  terdiri dari 236 spesies. Dari 236 spesies itu, 230 diantaranya merupakan tumbuhan endemik Australia. Enam spesies sisanya tersebar di Malaysia, Indonesia, Papua Nugini, kepulauan Solomon, dan Kaledonia Baru. Spesies yang paling banyak dibudidayakan untuk diambil minyaknya adalah Melaleuca leucadendra. Pulau Buru, selama ini dikenal sebagai penghasil cajuput oil terbaik di dunia.

Namun sebenarnya, kayu putih bisa dibudidayakan di mana-mana. Di beberapa kawasan di Jawa, juga terdapat areal budidaya kayu putih. Misalnya di Subang, Indramayu, dan Cilacap, Perum Perhutani menanam kayu putih untuk penghijauan serta reboisasi. Oleh Perhutani, kayu putih juga dibudidayakan di pematang sawah serta ladang. Hingga selain memperoleh penghasilan dari tanaman pokoknya, para petani anggota kelompok Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), juga bisa mendapat tambahan penghasilan dari memanen daun kayu putih.
Daun kayu putih ini ditampung di ketel penyulingan milik Perum Perhutani.

Pada musim penghujan, petani dapat memanen sampai dengan 50 kg, per orang per hari. Tetapi upah panen per kg. hanya Rp 300,- Sementara pada musim kemarau, upah panen per kg, mencapai Rp 400,- tetapi hasil per hari hanya 25 kg. Setelah dilayukan dan difermentasi semalam untuk menurunkan kadar airnya, daun kayu putih berikut rantingnya itu dimasukkan ke dalam ketel untuk disuling.  Bahan bakar penyulingan bisa minyak tanah. Namun industri penyulingan, umumnya memanfaatkan limbah daun kayu putih yang sudah didestilasi, sebagai bahan bakar. Rendemen kayu putih bisa mencapai 5 sampai 6%, tetapi pada penyulingan pertama biasanya hanya antara 2 sd. 3%. Hingga penyulingan selalu dilakukan sebanyak dua kali.

Kualitas minyak kayu putih dibedakan menjadi dua atau tiga. Kualitas terbaik adalah hasil penyulingan pertama, yang harganya paling tinggi. Hasil penyulingan kedua nilainya lebih rendah. Kalau penyulingan pertama dan kedua belum menghasilkan rendemen optimal, akan dilakukan penyulingan ketiga, dengan volume dan kualitas minyak yang semakin rendah. Bisa pula penyulingan hanya dilakukan satu kali, namun dengan rentang waktu yang lebih panjang, dan api yang lebih kecil. Namun hasil sulingan selama tiga jam pertama, dan tiga jam selanjutnya, tetap dipisahkan, sebab kualitasnya berlainan. Minyak hasil sulingan tiga jam pertama, nilainya tetap yang paling tinggi. Harga minyak kayu putih di tingkat penyuling, saat ini berkisar antara Rp 70.000,- sd. Rp 100.000,- per kg.

# # #

Perum Perhutani, menanam kayu putih, terutama di lahan-lahan marjinal, yang tingkat kesuburannya rendah. Kayu putih tahan terhadap kekeringan dan mampu tumbuh baik di lahan berbatu-batu serta kurang subur. Tumbuhan kayu putih berupa pohon dengan ketinggian mencapai 30 m. Namun seperti halnya teh, maka kayu putih budidaya selalu dipangkas pendek, hingga memudahkan pemanenan daun. Panen daun kayu putih dilakukan dengan sabit. Hasil panen ditaruh dalam keranjang, atau cukup diikat, untuk dikumpulkan dan diangkut dengan truk ke lokasi penyulingan. Penyulingan daun kayu putih, idealnya menggunakan ketel stainless steel, untuk memperoleh minyak sesuai standar kualitas.

Aroma minyak kayu putih merupakan campuran terpentin dengan kapfer. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan cineol, dan hyacinthine.  Kayu putih bukan hanya merupakan penghasil minyak asiri. Tumbuhan ini juga merupakan penghasil kayu kualitas baik. Kulit batang kayu putih adalah, bahan penutup celah papan kayu pada bodi kapal. Selain dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sebagai first aid, minyak kayu putih juga merupakan bahan industri farmasi. Minyak kayu putih merupakan bahan anti bakteri dan anti fungi yang cukup efektif, sekaligus sangat murah. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s