PRODUKSI BENIH ANTHURIUM

Melambungnya harga tanaman hias anthurium belakangan ini, telah memacu para penangkar benih tanaman hias untuk menciptakan hibrida-hibrida baru, juga memperbanyak hibrida yang sudah ada secara vegetatif. Namun anthurium daun bukanlah komoditas tanaman hias massal. Beda dengan anthurium bunga, yang harus diproduksi secara massal, dengan bentuk, ukuran dan warna bunga yang seragam. Karenanya, perbanyakan benih anthurium daun, masih bisa mengandalkan teknik pemecahan batang (vegetatif), dan melalui biji (generatif). Tidak perlu memperbanyaknya menggunakan teknik kultur jaringan, seperti halnya pada perbanyakan anthurium bunga.

Perbanyakan anthurium melalui biji, bisa dilakukan terhadap satu spesies anthurium. Misalnya Jenmanii, atau Hokerii. Namun sebenarnya anthurium hibrida pun, tetap bisa diperbanyak dengan biji, dengan hasil yang sangat beragam. Justru dari sinilah akan bisa tercipta hibrida-hibrida baru, dengan kualitas yang lebih baik dari induknya. Semua tanaman anthurium yang sudah dewasa, akan menghasilkan bunga. Bunga anthurium daun, sama dengan anthurium bunga, yakni terdiri dari seludang dan batang tongkol. Hanya saja, seludang anthurium daun berukuran lebih kecil dari tongkolnya. Warna seludangnya juga hijau dan tidak menarik, hingga yang tampak menonjol hanyalah tongkol bunganya.

Tongkol bunga anthurium daun memang berukuran lebih besar, dibanding seludangnya. Warna tongkol bunga ini ada yang hijau, ada yang cokelat kemerahan, ada yang cokelat keunguan, tergantung dari spesiesnya. Demikian pula dengan ukurannya yang sangat beragam. Tongkol bunga Jenmanii dan Hokerii, misalnya, bisa berdiameter sampai 3 cm, dengan panjang 15 cm. Dalam satu tongkol bunga, terdapat sekaligus bunga jantan dan betina. Setelah menjadi buah, dari tiap tongkol akan dihasilkan ratusan biji anthurium. Hingga memperbanyak anthurium daun dengan pembenihan biji, sebenarnya cukup menguntungkan, sebab modalnya hanyalah tanaman induk dan keterampilan sederhana.

# # #

Meskipun dalam tiap tongkol terdapat sekaligus bunga jantan dan betina, namun masaknya bunga pada satu tongkol tidak pernah bersamaan. Bunga betina akan masak terlebih dahulu. Masaknya bunga betina, ditandai dengan adanya bintik-bintik transparan, seperti lem pada permukaan tongkol. Masaknya bunga betina ini akan berlangsung selama sekitar tiga hari. Ketika itulah seharusnya dilakukan persarian (perkawinan), hingga bunga menjadi buah. Namun bunga jantan pada tongkol yang sama, baru akan masak setelah seluruh bunga bunga betina masak. Ketika itulah bunga jantan pada tongkol yang sama, akan mulai kelihatan menggantikan bunga betinanya.

Karenanya tidak mungkin melakukan persarian bunga anthurium, kalau kita hanya punya satu tanaman dengan satu tongkol bunga. Persarian baru bisa dilakukan, kalau kita punya banyak tanaman anthurium dari spesies yang sama, dengan banyak bunga yang bermekaran. Ketika ada satu tongkol dengan bunga betina yang masak, harus dicari tongkol lain dengan bunga jantan yang juga sudah masak. Masaknya bunga jantan ditandai dengan munculnya bintik-bintik tepung berwarna kuning atau putih, yang memenuhi permukaan tongkol. Warna tepungsari ini, sangat tergantung dari spesies dan varietas anthuriumnya, namun semuanya berupa tepung.

Masaknya bunga betina dan bunga jantan pada tongkol anthurium, selalu terjadi pada pagi hari, antara pukul 08.00, sampai dengan pukul 09.00. Sebelum waktu itu bunga belum tampak, setelahnya bunga sudah mati. Dengan bantuan kuas, atau cukup dengan tangan, bintik-bintik tepung dari satu tongkol itu diambil. Caranya, tongkol itu kita pegang-pegang, hingga seluruh permukaan tangan kita dipenuhi oleh tepungsari berwarna putih atau kuning tersebut. Kemudian, kuas atau tangan yang penuh tepungsari itu kita oleskan ke tongkol yang bunga betinanya sedang masak. Caranya sama, tongkol yang bunga betinanya sedang masak itu kita pegang-pegang hingga seluruh tepung kuning melekat pada permukaan tongkol yang penuh bintik-bintik lem tersebut.

Kalau penyerbukan berhasil, tongkol bunga itu akan tetap segar, dan kemudian tumbuh menggembung menjadi bertambah besar. Kalau tidak terserbuki, maka tongkol bunga itu akan segera menguning lalu kering. Tongkol bunga Jenmanii atau Hokerii, akan bisa mencapai ukuran sebesar jempol kaki orang dewasa. Selain membesar, tongkol itu akan mulai tampak dipenuhi oleh tonjolan-tonjolan bakal biji. Setelah masak, tonjolan biji itu akan berwarna merah. Apabila tongkol ini dibiarkan kelewat masak, maka masing-masing buah itu akan menyembul keluar dari permukaan tongkol, lalu rontok ke bawah.

# # #

Tongkol anthuriun yang buahnya telah masak dan memerah, harus segera dipetik dan diperam. Cara memeramnya dengan memasukkan tongkol tersebut ke dalam plastik, agar tetap lembap dan hangat. Buah yang telah benar-benar masak, dalam jangka waktu antara tiga hari sampai satu minggu, seluruh buahnya akan menyembul keluar. Buah-buah ini dikumpulkan, kemudian diremas-remas dengan tangan yang sudah memakai sarung tangan. Bisa pula buah itu dimasukkan ke dalam kantong plastik, lalu diremas-remas dengan tangan dari bagian luarnya. Peremasan dilakukan berkali-kali hingga semua buah hancur.

Setelah semua buah hancur, akan tampak biji anthurium yang berwarna putih sebesar beras. Biji yang masih tercampur hancuran kulit dan daging buah itu, kemudian dimasukkan ke dalam wadah, dan dicuci sampai bersih. Perlakuan ini diperlukan, agar biji bisa berkecambah. Sebab biji yang masih berada dalam buah, tidak akan bisa berkecambah, dan akan membusuk. Di alam, penghancuran kulit dan daging buah ini terjadi dalam perut hewan yang memakan buah anthurium. Biji yang sudah bersih dipisahkan dan dikeringanginkan dengan cara ditaruh dalam lembaran kertas. Setelah benar-benar kering, biji direndam dalam larutan Zat Perangsang Tumbuh (ZPT), selama 10 menit.

Tempat menyemai biji anthurium berupa nampan plastik, yang diisi pasir dengan kompos yang telah masak. Biji ditaburkan merata di atas hamparan media tanam tersebut. Setelah biji tertebar merata, nampan ditutup rapat dengan plastik bening. Agar plastik tidak terlepas-lepas, perlu diikat dengan tali atau karet. Nampan persemaian ini kemudian diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari. Dalam jangka waktu satu minggu, biji akan mulai berkecambah. Tiga bulan kemudian, semaian anthurium sudah cukup besar, hingga plastik bisa dibuka, kemudian semaian dipindahkan ke dalam pot kecil yang sudah diisi media tanam. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s