PELUANG AGROINDUSTRI PAPAIN

Pepaya bukan hanya penghasil buah, melainkan juga sayuran berupa daun, buah muda dan bunga. Bunga pepaya yang lazim dikonsumsi adalah bunga pepaya gantung. Selain itu, pepaya muda (mentah), juga dipanen untuk bahan baku saus makan. Saus makan yang sering  disebut “saus tomat”, tidak semuanya berbahan baku tomat. Saus makan murah meriah untuk makan bakso di kakilima, bahan bakunya ubi jalar, labu parang, atau pepaya mentah.  Sebenarnya, pepaya yang akan dipanen mentah untuk bahan saus, bisa terlebih dahulu  diambil getahnya dengan menyadap kulit buah. Getah pepaya merupakan bahan baku papain dan pektin.

Papain diperlukan antara lain dalam industri bir, corned, farmasi, tekstil, wool, sutera, ekstraksi minyak ikan, dan pembersih lensa kontak. Indonesia menduduki ranking V sebagai penghasil pepaya, setelah Meksiko (IV), India (III), Nigeria (II) dan Brasil (I). Sebagian dari buah pepaya itu akan dipanen muda untuk sayuran (sayur asem) dan bahan baku saus makan. Hingga sebenarnya kita sangat berpotensi untuk menghasilkan papain, guna dijual ke pasar dunia. Tetapi ironisnya sampai sekarang Indonesia justru masih harus mengimpor papain murni dan pektin. Ini merupakan “kebodohan” nasional yang kelewat batas. Padahal, agroindustri papain murni, akan banyak menyerap tenaga kerja, terutama onfarmnya.

Papain adalah salah satu dari dua proteolytic enzym yang terdapat dalam getah pepaya. Selain papain, dalam getah pepaya juga masih terdapat proteolytic enzym yang disebut chymopapain. Ketika bangsa kulit putih datang ke benua Amerika pada abad XVI, masyarakat Indian sudah memanfaatkan enzim papain untuk melunakkan daging. Caranya, daging yang akan dipanggang, terlebih dahulu dibungkus dengan daun pepaya, yang sebelumnya sudah dimemarkan dengan cara diremas-remas. Columbus, bangsa kulit putih pertama yang mendarat di kepulauan Karibia, menjumpai masyarakat setempat mengkonsumsi ikan dan daging dalam volume yang sangat besar, tanpa mengalami gangguan pencernaan, karena setelah itu mereka makan pepaya mentah. Selain dalam getah pepaya proteolytic enzym juga terdapat dalam jus nanas.

# # #

Papain mentah (crude papain), adalah getah pepaya (lateks) yang telah mengering. Crude papain diperoleh dari penyadapan buah pepaya yang masih mentah. Kebun pepaya yang hasil akhirnya buah segar, tidak mungkin disadap untuk diambil getahnya. Sebab luka bekas sadapan akan tetap terlihat, dan buah tersebut akan sulit dijual dengan harga normal. Lain halnya dengan buah pepaya yang akan dipanen muda untuk bahan saus. Cacat pada kulit akibat disadap, tidak akan berpengaruh pada produk akhir. Sebab sesampai di pabrik, pepaya itu akan segera dikupas, dicuci, direbus, dan digiling, sebelum dicampur asam sitrat, aroma, dan zat warna untuk makanan. Hingga kebun pepaya yang layak disadap untuk diambil papainnya, adalah kebun penghasil pepaya mentah untuk bahan saus.

Sebelum disadap, batang pepaya harus diberi plastik berbentuk payung terbalik, yang dililitkan pada batang. Plastik ini berguna untuk menampung getah yang akan menetes ke bawah. Investasi plastik penampung getah ini cukup besar. Sebab satu batang pepaya, memerlukan plastik berbentuk lingkaran, dengan diameter 1,5 m, yang dililit dan diberi penyangga bambu. Bagian plastik yang menempel pada batang pepaya, harus diikat dengan tali rafia cukup kuat, agar tidak mudah lepas. Posisi plastik ini benar-benar mirip dengan payung terbalik, hingga getah yang menetes di atasya tidak bertebaran kemana-mana. Kalau investasi plastik untuk satu batang pepaya mencapai Rp 15.000,- dan tiap hektar lahan ditanami 1.500 batang pepaya, maka biaya plastik akan mencapai Rp 22.500.000,-

Penyadapan dilakukan dengan pisau (cutter), dengan ujung tajam dipasang mati, hanya 1 sd. 2 mm. Pisau ini diikatkan pada galah yang agak panjang, agar bisa menjangkau buah pepaya apabila pohon sudah cukup tinggi. Sebab tujuan perlukaan, hanyalah sebatas pada kulit buah. Bukan sampai pada daging buah. Penyadapan dilakukan dengan menggoreskan pisau satu kali, dari bagian pangkal buah menuju ke arah ujung. Satu buah bisa disadap dengan 5 sd. 10 irisan. Segera setelah tergores pisau, kulit buah pepaya yang hijau tua itu akan mengeluarkan getahnya yang putih susu. Getah itu akan menetes ke bawah dan tertampung oleh plastik. Kalau penyadapan dilakukan pada pagi hari, maka sore hari, getah sudah akan mengering, baik mengering pada kulit buah, maupun pada plastik penampung.

Getah hasil penyadapan ini harus segera dikeringkan, baik dengan panas matahari maupun oven, agar tidak terkontaminasi dengan kapang atau bakteri, atau terkena kotoran debu. Getah pepaya kering inilah yang dikenal sebagai crude papain. Petani, hanya bisa menghasilkan produk berupa crude papain. Sebab pemurnian crude papain menjadi pure papain (purifikasi), hanya bisa dilakukan di pabrik, dengan peralatan modern. Selain dari penyadapan buah, papain juga bisa diproduksi dengan mengekstrak daun pepaya. Rendemen papain dalam daun pepaya sekitar 4%. Namun produksi papain dengan ekstraksi daun, sangat jarang dilakukan. Sebab secara ekonomis, penyadapan buah pepaya masih lebih menguntungkan dibanding dengan ekstraksi daun, atau bagian tanaman lainnya. Misalnya dengan penyadapan batang.

# # #

Proses pengambilan getah pepaya dengan membiarkannya kering pada kulit buah atau plastik penampung, banyak dilakukan di negara-negara Afrika. Di Thailand, proses penyadapan pepaya untuk bahan papain, sudah dilakukan dengan cukup modern. Getah pepaya langsung ditampung dalam botol plastik, dan disimpan dalam suku – 20° C. Setelah sampai di pabrik, getah pepaya ini segera diproses menjadi papain murni, dengan bantuan bahan kimia, serta tabung sentrifugal, dalam suhu 4° C. Proses pemurnian getah pepaya menjadi papain murni, memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Yang jelas investasi peralatan pemurnian papain, jauh lebih tinggi nilainya dibanding dengan investasi membuka kebun pepaya. Agar ada perimbangan pasokan getah, diperlukan perhitungan skala produksi dan skala luas kebun yang diperlukan.

Sebenarnya, buah pepaya mentah yang sudah disadap getahnya, bukan hanya bermanfaat untuk bahan sayur asam, atau saus makan murah meriah, melainkan bisa masuk ke industri pektin (pectin). Pektin memang bisa diproduksi dari bahan-bahan lain, misalnya apel, wortel, jeruk, dan lain-lain. Namun bahan baku pepaya pentah, pasti lebih murah dibanding dengan bahan baku lainnya. Pektin adalah bahan penting dalam industri makanan, kosmetik, dan farmasi. Fungsi pektin adalah untuk menstabilkan massa produk. Hingga agroinsustri papain, idealnya bisa digabung dengan agrondustri pektin. Hingga hasil dari buah pepaya yang kulitnya telah tergores pisau sadap, tidak perlu dijual dengan harga murah, melainkan langsung diproduksi menjadi pektin.

Pepaya adalah komoditas yang sangat mudah dibudidayakan. Selama ini kita hanya mengenalnya sebagai penghasil buah, dan daun serta bunganya lazim untuk disayur. Padahal buah ini sebenarnya  merupakan  komoditas penting. Kita selalu mencari-cari, komoditas apa sebenarnya yang paling menguntungkan untuk diusahakan. Pengertian menguntungkan adalah, yang harga jualnya tinggi. Padahal paprika atau bunga lily yang harga jualnya tinggi, biaya produksinya juga sangat tinggi. Agroindustri papain dan pektin, atau saus makan, memang tampak sepele. Harga jual pepaya mentah juga sangat murah. Namun dibalik itu, tersembunyi kebutuhan papain murni dan pektin dalam volume besar, juga dalam nilai yang sangat besar. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s