BUDI DAYA KAPRI UNTUK LEBARAN

Kapri (Pisum sativum) tergolong sebagai sayuran berbentuk polong. Sayuran polong lainnya adalah buncis, dan kacang merah (Phaseolus vulgaris); kacang panjang, dan kacang tunggak (Vigna unguiculata); okra (Hibiscus esculentus); koro (Phaseolus lunatus); kecipir (Psophocarpus tetragonolobus); serta gude (Cajanus cajan). Dibanding dengan aneka sayuran tadi, kapri tergolong paling tinggi nilainya. Sebab kapri hanya bisa dibudidayakan pada lahan berketinggian di atas 1.000 m. dpl.  Sayuran kapri juga dianggap sangat prestisius, hingga hanya digunakan untuk acara-acara istimewa. Misalnya menyambut hari raya Lebaran.

Kapri adalah tumbuhan merambat, yang memerlukan ajir atau tiang panjatan. Tumbuhan ini merambat dengan bantuan akar panjat (sulur), sebagaimana halnya tanaman labu. Beda dengan buncis dan kacang panjang, yang merambat dengan cara membelit. Dalam kondisi optimal, tanaman kapri akan mencapai ketinggian antara 1 sd. 1,5 m. Batang, daun, sulur serta polong kapri berwarna hijau keabu-abuan. Sementara bunganya berbentuk kupu-kupu, dengan warna merah cerah atau putih. Karena sosoknya yang indah, genus Pisum  juga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, terutama di negeri empat musim.

Kapri berasal dari kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Turki dan Syria. Komoditas ini sudah dibudidayakan sejak masa neolitikum (8.000 sd. 5.000 tahun SM). Ketika itu kapri dibudidayakan bersamaan dengan gandum, dan juga barley. Kapri merupakan tumbuhan musim dingin. Sebab biji kapri hanya mau berkecambah ketika suhu tanah paling tinggi 10° C. Hingga di Negeri empat musim, kapri justru dibudidayakan selama musim dingin. Di negeri kita, kapri hanya bisa dibudidayakan pada lahan dengan ketinggian di atas 1000 m. dpl. Semakin tinggi lokasi budidayanya, semakin optimal hasilnya.

# # #

Kapri merupakan tanaman semusim, hingga setelah masa panennya habis, tanaman akan mati. Sama halnya dengan buncis dan kacang panjang, masa produksi kapri sekitar tiga bulan, dan dimulai ketika tanaman berumur dua bulan. Hasil panen kapri ada dua macam. Pertama, dipanen polong mudanya, untuk bahan sayuran. Kedua, dipanen polong tuanya, untuk diambil bijinya. Kacang kapri (pea) bisa diolah menjadi sayuran, seperti halnya kacang merah atau kacang tunggak, tetapi bisa pula digoreng untuk dijadikan snack. Biji kapri ada dua macam, pertama yang berkulit biji hijau (green pea), kedua yang berkulit biji kuning (yelow pea).

Green pea inilah yang banyak dipalsukan dengan cara memberi biji kecipir zat warna hijau, sebelum digoreng. Hingga snack berupa kacang dengan kulit biji warna hijau, sebenarnya bukan green pea, melainkan biji kecipir. Sebab green pea asli, harganya akan sulit dijangkau oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Sementara green pea palsu itu banyak dijajakan di warung-warung kakilima sampai di pelosok pedesaan, dengan harga yang sangat murah. Kalau green peanya bisa dengan mudah dipalsukan, maka polong kapri sebagai sayuran tidak mungkin dipalsukan. Sebab bentuk, warna dan ukuran polong kapri memang sulit dipersamakan dengan sayuran lainnya.

Dalam event penting, polong kapri akan disayur dengan udang, potongan hati sapi, tahu yang dipotong kecil-kecil, dan kerecek (kerupuk kulit/rambak). Sayur kapri dengan berbagai campuran ini, akan menjadi menu favorit. Hingga meskipun volumenya sangat terbatas, namun harus tetap diadakan. Dalam hajatan mantu, atau hari raya Lebaran di lingkungan masyarakat Jawa, sayur kapri harus selalu ada. Para petani biasanya sudah menghitung, kapan harus menanam kapri agar puncak panen bisa jatuh pada sekitar hari raya lebaran. Kalau lebaran kali ini jatuh para pertengahan Oktober, maka petani akan mulai menebar biji kapri pada akhir Juli atau awal Agustus.

Dengan perawatan yang baik, pada umur dua bulan kapri akan mulai menumbuhkan bunga. Satu minggu atau sepuluh hari kemudian, polong muda sudah mulai bisa dipanen. Sama halnya dengan sayuran polong lainnya, polong kapri juga tidak bisa bertahan lama. Hingga setelah dipetik, kapri harus segera dipasarkan. Petani biasanya memetik polong kapri pada sore hari, untuk dibawa ke pasar pada pagi harinya. Polong ini akan diangkut ke kota hari itu juga, untuk dijual ke konsumen pada esok harinya. Hingga polong kapri yang kita jumpai di gerai pasar swalayan, paling sedikit sudah dipetik sejak tiga hari yang lalu.

# # #

Menurut database nutrisi dari United States Department of Agriculture (USDA), tiap 100 gram polong kapri segar mengandung:  energi 80 kcal (340 kJ);  karbohydrat 14.5 gram; gula 5.7 gram; serat kasar 5.1 gram; lemak 0.4 gram; protein 5.4 gram; thiamin (vit. B1)  0.3 mg. (23%); riboflavin (vit. B2)  0.1 mg, (7%);  niacin (vit. B3)  2.1 mg. (14%);  pantothenic acid (vit. B5)  0.1 mg. (2%); vit. B6  0.2 mg. (15%); folate (vit. B9)  65 μg. (16%); vitamin C  40.0 mg. (67%); kalsium  25.0 mg. (3%); zat besi  1.5 mg. (12%); magnesium  33.0 mg. (9%);  fosfor  108 mg. (15%); potassium 244 mg. (5%); dan seng 1.2 mg. (12%).

Umumnya para petani membenihkan kapri sendiri. Benih berupa polong terbaik, diambil dari hasil panen tahun ini, dan disimpan masih berupa polong kering dalam wadah tertutup rapat. Penyimpanan benih dilakukan di para-para di atas tungku dapur, untuk menghindari kelembapan dan hama bubuk. Kapri memerlukan pupuk organik, terutama pupuk kandang dalam volume sangat besar. Tiap hektar lahan, paling sedikit memerlukan 5 ton pupuk kandang. Sementara urea dengan dosis 3 kuintal per hektar hanya diperlukan pada pemupukan awal, ketika tanaman masih dalam masa pertumbuhan. Ketika tanaman mendekati masa berbuah, diperlukan pupuk NPK sebanyak 1 kuintal per hektar.

Hama yang paling banyak menyerang kapri adalah penggerek daun. Hama ini berada dalam jaringan daun, dan akan membentuk alur berwarna putih yang memenuhi permukaan daun. Karena klorofil dimakan oleh hama, maka proses fotosintesis akan terganggu. Selain itu, kapri juga sangat peka terhadap curah hujan yang tinggi, serta bahaya frost. Frost akan datang apabila cuaca sangat dingin (dibawah 0° C), hingga kabut akan berubah menjadi embun es. Embun inilah yang akan mengganggu tanaman di pegunungan. Mulai dari tembakau, kentang, kol, sampai ke kapri. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s