ANDAM SEBAGAI MEDIA TANAM ANGGREK

Media tanam anggrek terdiri dari bermacam bahan. Mulai dari arang, pecahan genteng/gerabah, potongan kayu, sabut kelapa, akar pakis, humus kaliandra, batu apung, stereofoam, dan rock fibre. Media tanam anggrek dari berbagai bahan ini, selalu tersedia di toko pertanian, atau pedagang yang biasa memasok para penganggrek. Arang yang bagus untuk media anggrek adalah yang awet. Misalnya arang kayu bakau, atau minimal arang pohon rambutan. Arang menjadi favorit sebagai media anggrek karena ringan, menyerap air tetapi porous, dan netral. Akar anggrek juga bisa melekat dengan sehat pada permukaan arang.

Arang, pecahan genteng, potongan kayu, potongan sabut kelapa, dan potongan stereofoam ukuran besar, biasanya digunakan sebagai media bagi tanaman anggrek dewasa. Sementara cincangan akar pakis, gabus sabut kelapa (coco dush), humus kaliandra, dan rock fibre, digunakan untuk membesarkan seedling. Seedling adalah benih anggrek yang baru saja dikeluarkan dari botol, dan ditanam dalam community pot (compot). Bisa juga seedling ini berupa benih yang sudah ditanam dalam compot, kemudian dipindah ke pot tunggal ukuran kecil. Seedling memerlukan media tanam yang bertekstur kecil, sesuai dengan ukuran tanamannya.

Media tanam arang, sabut kelapa atau humus kaliandra, bisa diproduksi tanpa menimbulkan masalah. Beda dengan media tanam akar pakis. Akar pakis dijadikan media tanam anggrek dalam dua bentuk. Pertama papan akar pakis untuk menempelkan anggrek epifit. Kedua serpihan akarnya untuk media tanam bagi seedling. Tumbuhan pakis yang diambil akarnya, baik sebagai papan maupun cincangan, adalah genus Cyathea. Genus yang terdiri dari sekitar 500 spesies ini masuk daftar apendix II dalam CITES (Commitee on International Trade of Endangered Species Flora and Fauna), hingga hanya bisa diperdagangkan dalam volume terbatas sesuai kuota.

# # #

Sebagai alternatif, para penganggrek mulai beralih dari cincangan akar pakis Cyathea, ke cincangan batang, pelepah, tangkai daun, dan helai daun pakis andam. Andam adalah nama sunda dari paku resam (pakis resam, Gleichenia linearis). Pakis dari genus Gleichenia ini terdiri dari sekitar 48 spesies. Dengan beberapa spesies terdiri dari satu atau dua varietas. Pakis resam tersebar di seluruh dunia, mulai dari kawasan tropis sampai dengan sub tropis. Mulai dari dataran rendah yang berawa-rawa, sampai dengan kawasan pegunungan dengan ketinggian di atas 1000 m. dpl. Pakis resam tumbuh menjalar di permukaan tanah, dengan tangkai daunnya yang menjulur sepanjang 0,5 sd. 1 m.

Pakis resam tumbuh berkoloni, dan biasanya menutup satu areal padang terbuka. Sama dengan alang-alang, pakis resam merupakan tumbuhan pionir. Sebelum tumbuhan lain hidup, pakis resam akan memenuhi padang terbuka tersebut, dan menyuburkannya. Setelah tumbuhan lain hidup di sana, maka pelan-pelan pakis resam akan hilang. Di kawasan yang sudah dipenuhi vegetasi lain, pakis resam tumbuh di lereng-lereng atau pinggiran jalan yang terbuka, dan terkena sinar matahari penuh. Kalau genus Cyathea yang sering disebut sebagai paku tiang, pertumbuhannya sangat lamban, maka pakis resam bisa tumbuh pesat.

Untuk membentuk massa akar sepanjang 2 m, dengan diameter 50 cm, di bagian bawah dan 30 cm, di bagian atas, diperlukan waktu sampai puluhan bahkan ratusan tahun. Beda dengan pakis resam yang dalam jangka waktu satu sampai dua tahun sudah bisa memenuhi padang terbuka. Sehabis kebakaran hutan misalnya, yang pertama akan tumbuh untuk menutup areal tersebut adalah alang-alang dan pakis resam. Hingga eksploitasi pakis resam tidak akan sampai mengancam kelestariannya.  Para pekebun atau perusahaan yang membuka lahan, pasti akan berurusan dengan pakis resam sebagai gulma.

Seluruh bagian tumbuhan pakis resam bisa dicincang menjadi media tanam anggrek. Pelepah dan tangkai daun pakis resam, merupakan bagian keras yang sulit hancur. Sama kerasnya dengan akar Cyathea. Sementara helaian daunnya, setelah terfermentasi, akan menghasilkan nutrisi bagi seedling anggrek. Hingga kualitas andam sebagai media tanam seedling, jauh lebih baik dibanding dengan cincangan akar pakis Cyathea. Namun ketersediaan andam di bursa media anggrek masih sangat terbatas. Andam yang tersedia, seringkali dicincang secara manual dengan golok, hingga ukuran potongannya menjadi tidak seragam.

# # #

Media tanam anggrek yang berkualitas baik, harus homogen. Kalau  media tersebut berasal dari cincangan akar pakis Cyathea, tidak boleh tercampur bahan lainnya. Demikian pula dengan andam. Hingga pengambilan andam di alam, harus dilakukan dengan cermat, agar tidak tercampur dengan tumbuhan lain, termasuk alang-alang. Pakis andam yang terkumpul dan sudah dibersihkan, harus segera dicincang dengan mesin pencacah (chooper). Hasil cincangan dibiarkan teronggok sampai dua atau tiga hari di lokasi pengambilan dan pencacahan andam. Tujuannya agar terjadi proses fermentasi.

Untuk mempercepat proses fermentasi, cincangan andam tersebut bisa diberi starter bakteri atau kapang. Setelah fermentasi berlangsung sempurna, cincangan andam dijemur sampai kering, baru kemudian dimasukkan ke dalam wadah untuk diangkut dan dipasarkan. Sebagai media tanam anggrek, andam memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan cincangan akar pakis Cyathea, humus kaliandra dan sabut. Akar Cyathea sama sekali tidak mengandung nutrisi, meskipun tingkat keawetannya sangat tinggi. Kekurangan cincangan sabut kelapa adalah, banyak mengandung tanin (zat sepet). Sementara humus kaliandra yang kaya nutrisi, potensial mendatangkan cendawan.

Produksi andam sebagai media tanam anggrek, masih sangat terbatas. Produsennya juga para petani yang melakukan kegiatan ini secara sambil lalu, untuk menambah pendapatan. Bukan sebagai usaha pokok. Padahal, agroindustri pakis andam sebagai media tanam memiliki prospek bagus. Termasuk untuk dipasarkan ke para penganggrek di luar negeri. PTPN atau perkebunan-perkebunan besar yang sedang membuka lahan di luar Jawa, bisa mendidik karyawan mereka, untuk memproduksi andam sebagai media tanam anggrek. Modal peralatan juga tidak terlalu tinggi, sementara pasarnya sudah sangat jelas, yakni para penganggrek. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s