PELUANG BUDIDAYA RAMI

Banyak orang yang tidak tahu rami, dan mengiranya sama dengan kenaf, dan yute. Padahal rami (Boehmeria nivea), merupakan tumbuhan dari ordo Urticales, famili Urticaceae, genus Boehmeria. Sedangkan kenaf  (Hibiscus cannabinus), adalah tumbuhan ordo Malvales, famili Malvaceae, genus Hibiscus. Yute (Corchorus olitorius dan Corchorus capsularis), adalah ordo Malvales, famili Malvaceae, Genus Corchorus. Hingga rami jelas beda dengan kenaf, dan yute. Meskipun tiga jenis tanaman ini merupakan penghasil serat alam yang cukup potensial selain kapas (Gossypium hirsutum dan Gossypium barbadense). Sebenarnya selain rami, kenaf, yute,  dan kapas, masih ada pula beberapa tumbuhan lain yang dibudidayakan sebagai penghasil serat nabati, yang pemanfaatan utamanya untuk bahan pakaian.

Yang pernah naik daun pada akhir tahun 1990an dan awal 2000an adalah pisang abaka (abaca, Musa Textilis). Kemudian ada agave (Agave sisalana), nanas (Ananas comosus), dan flex (Linum usitatissimum). Bahkan tanaman canabis pun (Cannabis sativa, Cannabis indica, dan Cannabis ruderalis Janisch), sebenarnya bukan hanya penghasil marihuana, serta hasyis sebagai bahan psikotropika. Sebab Canabis Sp, justru lebih banyak dibudidayakan untuk diambil seratnya sebagai bahan sandang, serta bijinya untuk bungkil pakan ternak. Ketika beberapa tahun yang lalu ada berita menghebohkan bahwa bungkil impor dari RRC mengandung ganja, maka sebenarnya bukan sekadar mengandung gaja, melainkan 100% biji ganja. Tetapi biji ganja sama sekali tidak mengandung zat psikotropika. Sebab kandungan zat tersebut diperoleh dari daun serta bunga. Bukan biji yang telah tua.

Rami punya kelebihan dibanding dengan semua tumbuhan penghasil serat tadi. Kelemahan kenaf, yute, kapas, flex, dan canabis adalah, hanya sekali menghasilkan, dan harus dibudidayakan lagi dari awal. Sebab kenaf, yute, flex, dan canabis, dipanen batangnya dengan cara dicabut.  Setelah dipanen buahnya, kapas akan mati, sebab ia merupakan tanaman semusim. Abaka, meskipun sekali tanam akan bisa dipanen seterusnya, tetapi proses pengolahan batang semunya menjadi serat, memerlukan teknologi dengan biaya tinggi. Agave dan nanas, memang juga cukup ditanam sekali dan dipanen seterusnya, tetapi kualitas seratnya hanya cocok untuk bahan tali. Bukan untuk kain. Hingga nilai ekonomis rami masih lebih tinggi.

# # #

Rami dipanen seperti halnya kenaf, yute, flex, dan canabis, dengan cara dipotong batangnya, untuk diambil kulit kayunya. Kalau kenaf, yute, flex, dan canabis merupakan tanaman semusim yang setelah dipanen akan mati, maka rami meskipun dipotong batangnya, akan terus menumbuhkan rebung baru dari dalam tanah. Sebab rami punya rizoma (batang) di dalam tanah, yang akan selalu menumbuhkan anakan baru. Hingga hasil panen pertama pada budidaya rami, bukannya kulit batang untuk diambil seratnya, melainkan rizome dengan anakan, untuk dijadikan benih. Hingga budidaya rami tidak perlu dilakukan secara massal dalam luasan berskala komersial, tetapi dengan cara menanam satu rumpun rami di halaman rumah. Hasil rizome itu kemudian dipencarkan, hingga kemudian tercipta kebun rami.

Rami juga punya kelebihan dalam pengolahan kulit batang menjadi serat. Kenaf, yute, flex, dan canabis, dipanen dengan cara dicabut batangnya, kemudian keseluruhan batang berikut daunnya direndam dalam air. Dalam budidaya yute di Indonesia, perendaman batang dilakukan langsung di petak sawah tempat budidaya yute tersebut. Khusus canabis, pemanenan serat dengan pencabutan dilakukan, setelah bijinya dipanen sebagai bahan pakan ternak. Batang kenaf, yute, dan canabis, yeng direndam air, baru akan diangkat setelah kulit batang itu lunak. Serat batang diambil dan dicuci, kayunya dijemur, dan bahan organik dari daun serta kulit batang yang membusuk, akan menyuburkan lahan tempat perendaman. Proses panen rami, sangat berbeda dengan kenaf, yute, flex, dan canabis. Batang rami dipanen bukan dengan cara dicabut,  melainkan dengan dipotong. Daun dan pucuknya diambil untuk pakan ternak. Kemudian kulit batang langsung dikupas dan dipisahkan dari bagian kayunya.

Kulit batang yang terkumpul, kemudian direbus. Proses ini disebut sebagai dekortikasi (decortication), yakni pemisahan serat dari jaringan pengikat serta kulit luar. Hasil dari dekortikasi adalah serat rami berwarna kecokelatan, yang disebut china grass. Disebut china grass, karena produksi rami terbesar di dunia, sampai sekarang tetap masih didominasi oleh RRC. China grass, bentuknya mirip dengan serat yute. Bedanya, serat yute lebih kasar, karena merupakan gabungan antara serat dengan kayu. Hingga serat yute lebih benyak digunakan untuk karung goni dan tali. China grass, sudah bisa langsung dipintal dan ditenun, untuk menghasilkan kain lenan. Kain lenan ini warnanya cokelat khaki. Warna cokelat ini merupakan warna asli dari serat rami. Sama halnya dengan warna karung goni, yang juga merupakan warna cokelat asli serat yute. Bedanya, warna gelap karung goni, juga sangat dipengaruhi oleh warna lumpur tempat merendam serat yute tersebut.

Pakaian para petinggi Partai Komunis China, termasuk Ketua Mao, terbuat dari kain lenan, yang berasal dari china grass. Meskipun kekuatan lenan dari bahan china grass luarbiasa, namun kain ini terlalu kasar untuk dikenakan para bangsawan, terutama wanita dan anak-anak. Untuk itu, china grass, masih bisa diolah lagi menjadi rami super, yang warnanya sangat putih, dengan serat selembut sutera. Poses ini disebut deguming, atau penghilangan getah rami. Proses ini hampir sama dengan dekortikasi, hanya ke dalam ketel perebusan ditambahkan kaustik soda dan klorin. Secara sederhana deguming bisa dilakukan dengan memasak china grass dengan penambahan zat pemutih yang banyak dijual di pasar swalayan. Setelah dilakukan deguming, harga serat rami yang telah menjadi rami super ini, akan meningkat hampir duakali lipat dari harga china grass.

# # #

Kalau budidaya kenaf, yute, flex, canabis, dan kapas dilakukan secara generatif dengan benih berupa biji, maka budidaya rami harus dengan benih rizome. Satu atau dua anakan tanaman, dengan potongan rizome di bawahnya, serta sedikit akar, merupakan benih yang ideal. Meskipun sebenarnya, potongan rizome tanpa akar dan anakan tanaman pun, juga akan tumbuh sebagai individu tanaman baru. Demikian bandelnya rizome rami, hingga potongan kecil yang dibuang di kebun, akan segera menumbuhkan akar dan anakan. Asal di lokasi tersebut lembab dan ada air. Rami sedemikian bandelnya, hingga apabila pada kemarau panjang terjadi kebakaran, setelah itu akan segera bermunculan anakan tanaman yang lebih subur dari induknya yang telah terbakar. Kalau areal bekas rami akan ditanami jagung atau palawija lainnya, maka rami akan berubah menjadi gulma yang menjengkelkan.

Pengolahan lahan untuk ditanami rami, sama dengan pengolahan lahan untuk budi daya tanaman lainnya. Rami tidak perlu ditanam dalam bedengan, melainkan langsung di petakan lahan yang telah diolah. Jarak tanam rami, antar tanaman dalam barisan 50 cm, dan antar barisan 50 cm, serta 2 m. Jarak antar barisan 2 m. digunakan untik mengantisipasi pertumbuhan rizome yang akan melebar ke mana-mana. Jarak tanam 50 cm, akhirnya juga akan dipenuhi oleh rumpun rami, hingga bidang 1 sampai 2 m2, akan penuh dengan rumpun rami. Sementara jarak antar barisan yang 2 m. akhirnya juga akan menyempit menjadi 1 m, atau kurang, akibat dipenuhi oleh rumpun rami. Rizome rami mirip dengan rizome pisang, jahe, dan lain-lain yang akan terus menjalar ke mana-mana, serta menghasilkan individu tanaman baru.

Panen rami dilakukan menjelang tanaman berbunga. Sebab kualitas serat akan menurun, ketika bunga sudah keluar. Dalam satu rumpun rami, bisa dipenan lebih dari satu batang tanaman, dengan batang lain yang masih muda. Dalam satu tahun bisa dilakukan dua sampai dengan tiga kali panen. Dengan budidaya dan pengairan yang baik, rami bisa dipanen sampai enam kali dalam setahun. Hasil panen berkisar antara 3,5 sampai dengan 4,5 ton raw material per hektar per tahun. Raw material ini akan menghasilkan sekitar 1,6 ton china grass, yang setelah melalui proses deguming, hanya tinggal sekitar 1,2 ton rami super. Proses dekortisasi kulit rami, harus dilakukan secara langsung. Hingga panen rami, harus dilakukan tiap hari, dan dekortisasi juga dilakukan setiap hari pula. Batang atau kulit rami segar, tidak bisa disimpan, dan harus langsung didekortisasi.

Rami merupakan komoditas serat bahan pakaian yang sudah dibudidayakan sejak sekitar 5.000 tahun SM. Mumi para firaum mesir, terbuat dari tiga macam bahan, yakni kapas, rami, dan flex. Namun ketika makam itu diketemukan pada abad XX, kain yang kondisinya masih bagus hanya yang terbuat dari rami. Kain kafan Yesus Kristus, juga terbuat dari bahan rami. Karena keawetannya inilah maka kanvas lukisan harus terbuat dari bahan rami, bukan kapas, terlebih kain sintetis. Potensi budidaya rami di Indonesia luar biasa. Lahan-lahan nganggur yang banyak terdapat di Sumatera dan Kalimantan, sangat layak untuk ditanami rami. Budidaya rami akan menyerap banyak tenaga kerja, daunnya untuk pakan ternak, dan bisa mengurangi tingkat ketergantungan kita pada kapas impor, yang selama ini mencapai 95% dari kebutuhan industri tekstil nasional. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s