MEMBENIHKAN APEL DARI BIJI

Sentra apel malang, terdapat di Batu dan Selecta (kota Batu), Nongkojajar (kab. Pasuruan) dan Poncokusumo (kab. Malang). Batu terletak di lereng timur gunung Panderman, Selecta di lereng barat daya gunung Arjuno-Welirang, Nongkojajar di lereng barat pegunungan Tengger, dan Poncokusumo di lereng barat laut gunung Semeru. Sentra-sentra apel ini terletak di sekitar kota Malang. Itulah sebabnya apel dari kawasan ini disebut sebagai apel malang. Meskipun dihasilkan di kota Batu, dan kab. Pasuruan. Varietas apel yang dibudidayakan di kawasan ini adalah Manalagi, Rome Beauty, Anna, dan Wanglin.

Masing-masing apel malang, punya sejarah sendiri. Apel Manalagi adalah varietas yang paling tua, yang diintroduksi dari Negeri Belanda. Induk tetuanya sudah tidak diketahui lagi. Sebenarnya, kalau tidak dibungkus kertas koran, penampilan apel Manalagi bukan hijau kekuningan, melainkan mirip dengan Rome beauty. Rome Beauty adalah varietas yang dikembangkan di AS pada awal tahun 1800an. Ukuran Rome Beauty sedikit lebih besar dari Manalagi. Karena tidak dibungkus, kulit buah yang tidak terkena sinar matahari berwarna hijau, yang terkena matahari merah kecokelatan.

Rome Beauty juga diintroduksi pada jaman Belanda, namun lebih belakangan dibanding Manalagi. Varietas yang diintroduksi setelah jaman kemerdekaan adalah Anna. Ini varietas asal Israel, yang tidak diketahui tahun pelepasannya sebagai varietas. Anna adalah apel malang yang penampilannya paling atraktif. Bagian kulit buah yang terkena sinar matahari berwarna merah cerah, dan yang tidak terkena matahari oranye sampai kuning. Kelemahan apel Anna, rasanya sedikit masam. Varietas berikutnya adalah Wanglin, yang diintroduksi dari Taiwan. Varietas ini berwarna hijau tua dengan bintik-bintik putih, dan rasanya paling manis.

# # #

Manalagi dan Rome Beauty adalah varietas apel yang paling banyak dibudidayakan di sekitar kota Malang, Jawa Timur. Sebab dua varietas ini paling produktif. Budi daya apel dilakukan dengan benih cangkokan dan setek. Perbanyakan vegetatif ini, memang salah satu cara untuk menjamin, bahwa buah dari varietas yang dibudidayakan, tidak akan menyimpang dari induknya. Selain itu, benih cangkokan juga akan menjamin dalam waktu kurang dari 3 tahun kebun apel akan produktif. Sebab benih cangkokan, bisa berasal dari cabang yang sudah berukuran cukup besar. Hingga dua tahun setelah tanam, bunga sudah keluar.

Namun benih vegetatif asal cangkok atau setek, tidak memiliki pangkal batang yang kokoh. Akibatnya, pangkal batang mudah terserang jamur dan akar diserang nematoda. Kelemahan ini juga menimpa tanaman anggur. Di Indonesia, khususnya di Bali Utara, anggur juga dibudidayakan dengan benih asal setek dan cangkok. Idealnya, budidaya apel dan anggur dilakukan dengan benih okulasi, seperti halnya pada tanaman buah lainnya. Benih okulasi adalah gabungan antara benih generatif asal biji sebagai batang bawah. Benih batang bawah, biasanya dipilih yang berbatang dan berperakaran kuat, meskipun kualitas buahnya tidak terlalu baik.

Benih batang bawah ini akan disambung dengan entres sebagai benih vegetatif dari batang atas. Batang atas selalu berasal dari varietas yang buahnya unggul dan produktivitasnya tinggi. Varietas Manalagi dan Rome Beauty, sudah dikenal mampu beradaptasi dengan iklim tropis yang lembap. Varietas ini sangat produktif, dengan rasa buah yang digemari oleh masyarakat. Namun varietas dengan keunggulan batang atas ini, tidak secara otomastis akan bisa menjadi batang bawah sekaligus. Untuk itu harus dicari varietas dengan karakter unggul sebagai batang bawah, namun sekaligus sudah mampu beradaptasi dengan iklim tropis.

Sayangnya, Departemen Pertanian tidak pernah memperhatikan varietas tanaman buah dengan ciri-ciri unggul sebagai batang bawah. Manalagi, Rome Beauty, Anna dan Wanglin adalah varietas yang dilepas Menteri Pertanian sebagai batang atas penghasil buah. Hingga kita tidak pernah punya varietas apel sebagai batang bawah. Hal ini juga terjadi pada durian. Hingga para pembenih durian selalu menggunakan batang bawah berupa benih “sapuan” dari pasar dan kios durian kakilima. Beda dengan rambutan yang sudah punya si nyonya, mangga dengan podang, dan madu anggur, dan terutama jeruk dengan JC (Japanese Citroes), dan RL (Rough Lemon); sebagai varietas unggul batang bawah.

# # #

Benih tanaman buah di negara-negara maju, termasuk apel, tidak hanya menggunakan dua varietas tanaman sebagai batang atas dan batang bawah. Agar tanaman tumbuh dengan proporsi sesuai dengan kebutuhan, maka digunakan batang tengah. Batang tengah biasanya berkayu sangat kuat, namun berperawakan kerdil. Gunanya untuk menjaga, agar tanaman apel tidak tumbuh menjadi batang pohon raksasa, yang sulit dikelola. Dengan batang tengah tang kerdil namun kuat, maka tajuk tanaman bisa dipertahankan kompak, karena mudah dibentuk. Pemanenan juga bisa dilakukan dengan mudah karena tanamannya pendek.

Di Indonesia, pendeknya batang apel tidak hanya akan memudahkan pemanenan, melainkan juga perompesan (perontokan) daun. Sebab apel adalah tumbuhan sub tropis, yang pada musim gugur akan merontokkan seluruh daunnya. Pada musim semi, apel akan menumbuhkan tunas bunga, baru kemudian tunas daun. Hingga ketika bunga apel bermekaran pada musim semi, maka yang tampak hanyalah ranting-ranting tanpa daun yang penuh dengan bunga bermekaran. Pemandangan inilah juga yang akan tampak di kebun-kebun apel di sekitar Malang. Di kawasan tropis ini, tumbuhnya bunga apel bukan disebabkan oleh musim semi, melainkan karena daun-daun apel sengaja dirontokkan paksa setelah buah selesai dipanen.

Untuk memperoleh batang bawah, diperlukan biji apel sebagai benih. Biji apel ini mudah diperoleh dari kalangan industri pengolahan apel di sekitar Malang. Di sini sudeh tumbuh home industri sari apel (cider), cuka apel (vinegar), keripik dan dodol apel. Untuk membuat kerikip apel buah harus dibelah-belah. Ketika itulah biji bisa dikumpulkan. Karena masa dorman biji apel sangat pendek, maka penyimpanan tidak bisa dalam jangka waktu lama. Itupun biji harus ditaruh dalam wadah yang agak lembap. Setelah itu biji harus segera disemai. Biji yang masa dormannya pendek, biasanya mudah ditumbuhkan. Hingga biji apel juga mudah untuk disemai.

Hasil semaian inilah yang akan digunakan sebagai batang bawah. Kalau batang bawah akan langsung disambung dengan entres sebagai batang atas, maka penyambungan dilakukan ketika tanaman sudah mencapai ketinggian di atas 1 m. Kalau batang bawah akan terlebih dahulu disambung dengan batang tengah, maka penyambungan dilakukan sejak tanaman tumbuh setinggi 10 sd. 20 cm. Penyambungan batang tengah dengan batang atas tetap dilakukan ketika tanaman sudah setinggi lebih dari 1 m. Penyambungan apel bisa dilakukan dengan teknik mata tempel, maupun sambung pucuk. Sambung pucuk lebih dianjurkan, sebab akan menghasilkan benih dengan kualitas lebih baik.

# # #

Di AS, trend apel konsumsi selalu berkembang sangat cepat mengikuti jaman.  Jenis apel yang tahun ini sangat diminati konsumen, dua tahun lagi kemungkinan sudah tidak laku, karena ada varietas baru yang lebih menarik.  Agar petani bisa cepat mengantisipasi perkembangan selera konsumen, maka para breeder apel sengaja menyiapkan benih sambung tiga (batang bawah, tengah, atas); yang sudah setinggi 1,5 m. dan siap dibuahkan.  Penanaman apel di AS, selalu dilakukan pada musim semi. Agar petani tidak rugi, maka benih baru ditanam di sela-sela tanaman lama. Pada musim gugur tahun kedua, tanaman lama dipotong habis. Musim semi berikutnya, tanaman baru sudah mengeluarkan bunga.

Di Indonesia, pengumpulan dan penyemaian biji apel tidak hanya bermanfaat untuk memmroduksi benih batang bawah. Sebab penyemaian biji juga akan bermanfaat untuk menemukan varietas-varietas baru yang lebih unggul. Sebab secara alami selalu terjadi persilangan, apabila apel Manalagi, Rome Beauty, Anna, dan Wanglin ditanam secara bersamaan dalam satu hamparan. Biji yang dikumpulkan dari kebun dengan empat varietas apel ini, pasti akan menghasilkan ribuan varietas. Beberapa individu tanaman dari ribuan varietas itu, pasti akan ada yang memiliki sifat-sifat unggul baru, yang lebih cocok dengan kondisi alam tropis.

Penyemaian biji apel ini sudah sangat mendesak. Sebab kalau tidak, suatu ketika, apel dengan 100% benih vegetatif di kawasan sekitar Malang ini akan makin mengalami degradasi, bahkan bisa saja terancam punah. Kalau kita menyemaikan biji apel, kemudian menanamnya sebagai pagar kebun misalnya, maka di kawasan sekitar Malang akan tersimpan plasma nutfah apel yang kembali menjadi liar. Pohon-pohon induk inilah yang harus kita seleksi, mana yang buahnya unggul dan tanamannya produktif, dan mana pula yang batang serta perakarannya kuat. Upaya untuk menyeleksi varietas unggul batang bawah ini tidak hanya berlaku untuk apel, melainkan juga anggur dan durian. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s