PELUANG EKSPOR EKSTRAK KUNYIT

Permintaan komoditas kunyit (Indian saffron, Curcuma, Tumeric, Curcuma longa L), dari pembeli luar negeri, tak pernah bisa terlayani dengan baik. Permintaan rimpang kunyit segar, irisan rimpang kering, tepung, filtrat,  maupun ekstraknya, dalam volume yang cukup besar, selalu tinggal permintaan. Sebab kita memang masih belum melihat potensi komoditas ini. Kunyit selama ini hanya dianggap sebagai komoditas bumbu dapur, yang sangat murah. Tak pernah ada upaya membudidayakan dengan serius, terlebih lagi mengolahnya hingga siap ekspor.

Untuk apakah kunyit di luar negeri, hingga permintaannya selalu gencar? Kunyit merupakan bahan rempah, serta industri farmasi yang cukup penting. Dalam masakan kare (kari), kunyit dan sereh merupakan bumbu utama. Belakangan ini, kunyit juga merupakan bahan industri pewarna kuning, terutama untuk pewarna makanan dan minuman. Sebab masyarakat di negara maju, cenderung memilih makanan dan minuman, yang hanya menggunakan bahan-bahan alami. Termasuk pewarnanya. Permintaan kunyit dalam volume besar untuk bahan pewarna, antara lain datang dari Jerman.

Selain untuk bumbu kare, dalam masakan Asia, kunyit menduduki peran penting. Di Indonesia, gulai kepala ikan dari Sumatera Barat, bisa terasa lezat karena faktor kunyit. Di sini, kunyit berperan menghilangkan bau amis (anyir) pada ikan. Fungsi ini bisa dilakukan oleh jeruk nipis, belimbing wuluh, asam jawa dan lain-lain bahan yang mengandung asam sitrat/asam cuka. Namun beda dengan jeruk nipis dan bahan-bahan lain tadi, kunyit juga berfungsi memperkuat lambung dan usus, dari serangan bakteri. Bumbu pedas yang barasal dari cabai dalam gulai kepala ikan ala Minang, juga bisa terimbangi oleh kunyit dalam masakan tersebut.

# # #

Kandungan zat yang berkhasiat obat dalam kunyit adalah kurkuminoid,  yang terdiri dari kurkumin (R1 = R2 = OCH3 10 %), desmetokikumin (R1 = OCH3, R2 = H 1 – 5 %), bisdesmetoksikurkumin (R1 = R2 = H) dan zat- zat lainnya. Selain itu, kunyit juga mengandung minyak asiri sampai dengan 5%, khususnya volatil oil. Minyak asiri kunyit terdiri dari bahan aktif keton sesquiterpen, turmeron (30%), tumeon  (30%), Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil. Dalam rimpang kunyit juga masih terkandung minyak nabati, karbohidrat, zat pati, protein, vitamin C, dan garam mineral (zat besi, fosfor, dan kalsium).

Sebagai bahan baku farmasi, produk kunyit mampu bersaing dengan bahan-bahan lain, terutama yang sudah dipatenkan. Misalnya saja produk untuk bahan obat radang sendi (arthiris-rheumatoid), dan osteo-arthritis. Obat penyakit tersebut antara lain berbahan aktif natrium deklofenak, piroksikam, dan fenil butason, yang bisa diganti dengan bahan alternatif dari kunyit. Secara tradisional, kunyit digunakan untuk menghilangkan bau badan, menghilangkan gangguan lambung dan usus, dengan cara meminum secara teratur sari rimpangnya (filtratnya). Di pasar swalayan, sekarang ini sudah banyak beredar ekstrak atau filtrat minuman sari kunyit, serta kunyit asam.

Para penjual jamu gendong, tidak pernah ketinggalan membawa jamu berbahan utama kunyit. Kalau kulit alergi gatal akibat makanan, cuaca atau bersentuhan dengan serangga, kapang dan getah tanaman, maka parutan kunyit dicampur kapur yang dilulurkan ke kulit tersebut, akan mampu menanggulangi rasa gatal. Makanan tradisional yang menggunakan bahan pewarna kunyit antara lain nasi kuning dan tepung untuk gorengan. Nasi ini sebenarnya sama dengan nasi uduk biasa, hanya diberi larutan kunyit sebagai pewarna. Dalam peternakan unggas, khususnya ayam petelur, larutan kunyit dicampurkan ke minuman, untuk menghilangkan bau kotoran.

Dengan pemanfaatan yang  sangat luas, potensi agroindustri kunyit sebenarnya cukup menjanjikan. Kendala utama yang mengakibatkan agroindustri ini tidak bisa berjalan mulus adalah, tidak pernah ada pasokan kunyit secara kontinu. Sebab sampai sekarang tidak ada kebun kunyit skala komersial, yang dikelola secara profesional. Kunyit yang ada di pasaran, berasal dari kebun rakyat. Selain itu ada juga program Perum Perhutani yang melibatkan petani, untuk menanam empon-empon (tanaman berimpang), termasuk kunyit. Program ini layak untuk dikembangkan bukan hanya oleh Perhutani tapi juga PT Perkebunan Nusantara dan perkebunan swasta.

# # #

Kunyit adalah tanaman musiman. Ditanam pada awal musim penghujan, dan dipanen pada musim kemarau, pada umur lebih dari 9 bulan. Hasil panen berupa rimpang (umbi). Sebenarnya rimpang adalah batang yang berada dalam tanah, sementara yang disebut tanaman kunyit (batang) adalah gabungan pelepah daun yang saling menangkup hingga membentuk batang. Ada dua macam rimpang kunyit. Pertama rimpang induk, yang berukuran besar, berbentuk lebih bulat. Rimpang ini berasal dari tanaman utama. Kedua rimpang samping, yakni rimpang yang tumbuh dari rimpang induk ke arah samping. Kualitas rimpang induk, lebih baik dibanding rimpang samping.

Kunyit segar yang ada di pasaran, adalah rimpang yang setelah dipanen, langsung dijual, tanpa proses pencucian. Sebab panen rimpang selalu terjadi pada musim kemarau, dan ketika itu tanah cukup kering, hingga kondisi rimpang relatif bersih. Namun untuk diolah menjadi irisan rimpang kering, dan filtrat, kunyit perlu dicuci bersih dan dikering anginkan. Setelah itu, satu per satu rimpang kunyit diiris dengan alat perajang manual. Irisan kunyit selanjutrnya dijemur sampai kering, dengan kadar air 15 sd. 11%. Irisan rimpang kering ini disebut sebagai simplisia,  dan dikemas dalam karung plastik atau wadah lain untuk dipasarkan ke pelaku industri jamu dan farmasi.

Irisan rimpang kering ini juga bisa diolah lebih lanjut dengan cara digiling dan diayak, Hasilnya adalah tepung kunyit. Tepung kunyit ini dikemas dalam kantung plastik, atau wadah lain untuk dipasarkan ke industri jamu dan farmasi, atau sebagai bumbu. Kalau ingin nilai tambah lebih tinggi, tepung kunyit masih bisa diekstrak, hingga menghasilkan oleoresin atau hanya diambil (diisolasi) bahan aktifnya. Untuk diolah menjadi minyak asiri, irisan rimpang tidak perlu dijemur sampai kering, melainkan setengah kering. Irisan rimpang setengah kering inilah yang selanjutnya didestilasi, hingga diperoleh minyak asiri. Minyak asiri juga bisa diolah lebih lanjut untuk diambil bahan aktifnya.

Selain irisan rimpang kering dan tepung, kunyit segar juga bisa diolah menjadi filtrat. Caranya, rimpang kunyit segar digiling halus, kemudian disaring. Jus kuyit inilah yang disebut fltrat, dan bisa diminum maupun untuk lulur. Filtrat yang akan dipasarkan dengan kemasan, harus terlebih dahulu dipasteurisasi. Kalau untuk digunakan sendiri, filtrat harus disimpan dalam kulkas. Di pasar tradisional maupun pasar swalayan, kita juga bisa membeli rimpang kunyit yang sudah digiling kasar dan belum disaring. Produk ini biasanya digunakan sebagai bumbu. Produk kunyit giling ini bukan filtrat, juga bukan ekstrak kunyit. Kualitas bahannya juga meragukan.

# # #

Agar agroindustri kunyit bisa berjalan dengan baik, diperlukan sebuah program terpadu, mulai dari penanaman, penampungan hasil, pengangkutan, pengolahan, pemasaran, sampaike faktor finansial. Meskipun pasar produk olahan kunyit masih terbuka lebar, namun pasar itu harus diurus hingga benar-benar terjadi transaksi konkrit. Kalau pasarnya pasar ekspor, bisa dijajaki memalui E-Mail, mengirim sample, transaksi dan negosiasi harga. Setelah terjadi kesepakatan, pihak eksportir harus membuka bank guarantee, pihak importir membuka Letter of Credit (LC), mengurus perusahaan ekspedisi dan kemudian barang dikapalkan.

Kalau pasarnya dalam negeri, harus secara konkrit ada MOU (Memorandum Of Understanding), dan kontrak pembelian. Dalam kontrak ini harus tercantum dengan jelas kuantitas dan kualitas barang, harga, sistem pembayaran dan lain-lain. Kalau nilau transaksi cukup besar, harus dilibatkan praktisi hukum niaga. Setelah tetek-bengek admisnistrasi selesai, barulah program dimulai dari penanaman, prosesing, sampai ke pengiriman barang. Ketika menjajaki pasar, harus dicari terlebih dahulu, produk apa yang diperlukan. Apakah simplisia, tepung, filtrat, minyak asiri, oleoresin, atau malahan bahan aktivnya?

Jenis produk olahan apa yang diperlukan pasar, menjadi sangat penting karena akan menentukan setting proyek ke depan, termasuk kebutuhan dana. Tanpa terlebih dahulu tahu jenis komoditasnya, kita sulit untuk melangkah lebih jauh lagi. Misalnya kita tahu bahwa yang diperlukan oleh Indofarma adalah simplisia. Maka yang perlu dijajaki adalah kualitasnya, kantitasnya, harga yang diberikan, cara dan frekuensi pengiriman, cara pembayaran dan lain-lain. Setelah itu, baru dirancang dan dilaksanakan program secara konkrit. Yang selama ini dilakukan oleh pabrik jamu adalah, penanaman kunyit 100% dilakukan rakyat, pabrik tinggal membelinya.

Kerjasama dengan rakyat ini, kadangkala sulit dilakukan secara langsung. Karenanya, pabrik-pabrik jamu selalu melibatkan pihak III. Yang selama ini banyak terlibat dalam penanaman empon-empon (tanaman berimpang), termasuk kunyit adalah Perum Perhutani dan PTPN. Namun belum ada program yang secara spesifik menangani kunyit, mulai dari tahap penyaluran modal, budidaya, prosesing sampai ke pemasaran. Kerjasama antara pabruk jamu, petani dan Perum Perhutani, masih menyangkut bermacam-macam komoditas. Baik empon-empon sendiri (jahe, kunyit, temulawak, lempuyang), pule pandak, sambiloto dan lain-lain (R) # # #

6 thoughts on “PELUANG EKSPOR EKSTRAK KUNYIT

  1. Bisa Kirim Contoh Tepung Kunyit 100% kering..?
    jika Bisa, tolong hub saya di Nomor ini 08998814568

  2. saya mempunyai lahan yg cukup untuk budidaya kunyit, ada yg bisa bekrjasama..?infobagil@yahoo.com

  3. kami koperasi mandiri memiliki kelompok2 petani dampingan di wilayah Jawa Timur yang sebagian besar tanaman empon-emponannya cukup besar. Bila ada yang membutuhkan empon-emponan silahkan kontak di mandiri2000@gmail.com

  4. Saya dari sumbawa besar ntb bisa menyiapkan mulai dari rempah2( kunyit dsb) sampai hasil bumi seperti kopi dlm jumlah besar tersedia juga kopi luwak dan kopi tepal, silakan hubungi saya di 0371625473 atau email: plazamultimedia@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s