MEXICAN CORIANDER UNTUK PENINGKAT GAIRAH SEKS

Ada empat tumbuhan yang berbeda jenis, namun sama-sama menyandang nama Coriander. Pertama adalah ketumbar, yang juga lazim disebut Cilantro (Coriandrum sativum). Ketumbar biasa disebut sebagai Coriander, tanpa embel-embel lainnya. Kedua Mexican coriander yang juga disebut Bhandhanya, Chandon benit, Culantro, Fitweed, Long coriander, Wild coriander, Recao, Spiritweed, Ngo gai, Sawtooth, dan Saw-leaf herb (Eryngium foetidum). Di Indonesia, Mexican coriander disebut sebagai ketumbar belanda (tumbar londo). Sementara masyarakat Belanda justru menyebutnya sebagai Javan Coriander. Yang ketiga adalah Vietnamese coriander (Persicaria odorata, sinonim Polygonum odoratum). Dan terakhir Bolivian Coriander (Porophyllum ruderale), yang juga disebut quillquiña, quirquiña atau killi.

Empat tanaman ini sama-sama disebut Coriander, karena memiliki aroma yang mirip satu sama lain, yakni aroma daun ketumbar. Persisnya aroma daun ketumbar sangat mirip dengan aroma walang sangit, yakni belalang kecil-kecil yang menjadi hama padi pada fase masak susu. Aroma tajam daun ketumbar itu juga mirip dengan aroma mustard sauce, yang bisa sampai menyergap rongga hidung. Mereka yang belum terbiasa dengan aroma ini, akan bereaksi keras menolaknya. Empat daun coriander ini bermanfaat luas sebagai bahan obat (Herbal), bumbu (Spice), dan minyak asiri. Penggunaan coriander sebagai obat herbal, bisa dilakukan dengan menyeduhnya seperti teh, namun bisa pula memanfaatkannya sebagai bumbu masakan.

Di Indonesia, biji ketumbar lebih populer sebagai bumbu dibanding dengan daunnya. tetapi di Thailand, Vietnam, India, China, kepulauan Karibia, Meksiko, Timur Tengah dan Eropa, daun ketumbaranya lebih populer sebagai bumbu. Nama ketumbar sudah disebut-sebut dalam Kitab Suci Perjanjian Lama (Taurat). Di Mesir Kuno, Babilonia dan Yunani, daun ketumbar Coriandrum sativum digunakan untuk menghilangkan rasa gelisah dan susah tidur. Minyak ketumbar juga sering digunakan sebagai penghambat pertumbuhan bakteri E. Coli. Daun dan akar Mexican Coriander, dikeringkan untuk diseduh seperti teh,  untuk meningkatkan nafsu makan, memperbaiki pencernaan, mengatasi mulas-mulas, membantu mengeluarkan gas, bahkan juga untuk meningkatkan gairah seksual (aphrodisiac).

# # #

Beda dengan Mexican Coreander yang berfungsi aphrodisiac, maka Vietnamese Coriander, justru berfungsi untuk mengurangi fertilitas. Penelitian dari University of Natural Sciences di Hanoi, menunjukkan bahwa Vietnamese Coriander mampu menekan produksi sperma pada mencit. Masyarakat Vietnam percaya bahwa Vietnamese Coriander, memang mampu menekan gairah seksual. Itulah sebabnya para rahib Budha, selalu memanam Vietnamese6 Coriander di kebun mereka, agar setiap saat bisa mengkonsumsinya. Selain bermanfaat untuk menekan gairah seksual, Vietnamese Coriander juga berkhasiat untuk menetralkan racun dalam makanan, terutama dalam seafood. Termasuk racun yang telah masuk ke dalam tubuh manusia.

Daun Mexican Coriander, juga sering didestilasi untuk diambil minyak asirinya. Kandungan minyak asiri Mexican Coriander adalah aldehydes berupa decanal (28%), dodecanal (44%), alkohol decanol (11%), Sesquierpenes berupa α-humulene dan β-caryophyllene 15%. Sementara kandungan tiap 100 gram daun Coriander segar adalah: energi 20 kalori (100 kJ), karbohidrat    4 gram, serat  3 gram, lemak 0.5 gram, protein 2 gram, Vitamin A  337 μg, Vitamin C  27 miligram. Meskipun merupakan bahan herbal dan spice yang penting, namun para petani Indonesia masih belum membudidayakan Mexican Coriander. Coriander sudah dibudidayakan, namun lebih banyak dipanen bijinya sebagai “ketumbar”.

Di pasar swalayan di kota-kota besar di Indonesia, termasuk di Jakarta, sangat sulit untuk memperoleh daun ketumbar “Coriander”. Hanya pasar swalayan tertentu yang menjual ikatan-ikatan daun ketumbar, yang sepintas mirip dengan daun adas (fenel), hanya helaian daunnya agak lebih besar. Terlebih daun Mexcican Coriander, tidak mungkin dijumpai di pasar. Beda dengan di Bangkok. Di kota ini Mexican Coriander sudah dibudidayakan secara luas dan dijual bukan hanya di pasar swalayan, melainkan juga di pasar-pasar tradisional. Salah satu menu khas Thailand yang menggunakan daun ketumbar “Coriander” maupun Mexican Coriander adalah Tomyam Kung, yakni sup seafood.

Tomyam Kung ada dua macam. Pertama seafood lengkap, dengan bahan udang kupas, potongan kepiting, irisan cumi atau sotong, potongan file ikan kakap, dan kerang hijau utuh. Bumbunya bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai hijau besar, tomat, daun bawang, sereh, daun jeruk purut, dan daun ketumbar “Coriander”. Kaldunya adalah kepala dan kulit udang yang digoreng, diberi air dan kemudian disaring. Kedua, tomyam Kung yang hanya berupa satu ikan utuh. Baik ikan laut, biasanya kakap, bisa pula ikan air tawar. Ikan ini setelah dibersihkan digoreng utuh, kemudian dimasukkan ke dalam kuah Tomyam Kung. Bedanya, digunakan potongan cabai rawit hijau dan Mexican Coriander.

# # #

Dari empat macam Coriander tersebut, yang ada di Indonesia hanyalah Coriander ketumbar dan Mexican Coriander, yang juga lazim disebut ketumbar londo. Vietnamese Coriander dan Bolivian Coriander, belum dikenal oleh masyarakat. Tanaman ketumbar sendiri juga kurang akrab di kalangan ibu rumah tangga di Indonesia. Meskipun biji ketumbarnya sangat mereka kenal. Ketumbar merupakan tanaman dari Asia barat Daya, Timur Tengah, Afrika Utara dan Barat. Di sini ketumbar sudah dibudidayakan sejak sekitar 5.000 tahun SM.  Tahun 1670, untuk pertamakalinya ketumbar dibawa oleh para emigran Inggris ke benua Amerika. Ketumbar masuk ke Indonesia sudah lebih awal, sebab dibawa oleh pedagang India dan Arab.

Ketumbar merupakan tanaman semusim yang dikembangbiakkan dengan biji. Bentuk tanaman mirip dengan wortel, seledri atau adas. Biasanya ketumbar dibudidayakan di dataran tinggi, dengan elevasi di atas 700 m. dpl. Jadi sama dengan adas, seledri, wortel dll. Di Indonesia, ketumbar dibudidayakan untuk diambil bijinya. Meskipun sekarang sudah mulai trend memanfaatkan daun ketumbar sebagai herbal dan spice, namun volumenya masih sangat terbatas. Bahkan budidaya ketumbar sendiri, sebenarnya akhir-akhir ini juga mulai berkurang intensitasnya. Biji ketumbar yang ada di pasaran, umumnya merupakan komoditas impor, terutama dari India. Sebab harga ketumbar impor, justru jauh lebih murah dibanding dengan ketumbar lokal.

Mexican Coriander atau ketumbar londo, sepintas mirip dengan tumbuhan tapak liman (Elephantopus scaber), yang tumbuh menempel di tanah. Bedanya daun ketumbar londo lebih chrispy. Bentuk daun memanjang dengan ujung tumpul dan tepian daunnya juga bergerigi. Panjang daun 15 cm, dengan lebar 3 cm. Warna daun hijau terang, tidakseperti daun tapak liman yang hijau gelap. Permukaan daun licin dan mengkilap, sementara permukaan daun tapak liman kasar dan berbulu halus. Bunga ketumbar londo juga mirip dengan bunga tapak liman. Kalau malai bunga tapak liman sama sekali tidak berduri, maka malai bunga ketumbar londo berduri tajam. Duri ini merupakan ujung dari seludang bunga yang sangat runcing. Aroma ketumbar londo juga sangat tajam. Jauh lebih tajam dibanding dengan aroma daun ketumbar biasa.

Ketumbar belanda berasal dari Meksiko. Itulah sebabnya ia disebut sebagai Mexican Coriander. Tanaman ini menyebar ke seluruh dunia setelah kedatangan bangsa kulit putih ke benua Amerika. Masuk ke Indonesia karena dibawa oleh bangsa Belanda. sekarang, Mexican Coriander tumbuh liar di seluruh Indonesia, terutama di tanah lempung di kawasan dengan ketinggian di atas 500 m. dpl. Tanaman ini tumbuh liar bersama dengan gulma dan rumput pakan ternak. Ternak ruminansia juga menyenangi daun tumbuhan ini. Di Jawa Tengah dan Jawa Barat,  masyarakat sering mencabut tanaman ketumbar belanda, untuk dikeringkan dan dijual ke pedagang pengumpul simplisia. Ada juga yang hanya mengambil akarnya (umbinya) untuk dijual segar ke pedagang pengumpul bahan obat tradisional.

# # #

Ketika masih mengelola kegiatan agribisnis di pegunungan Dieng, PT Manthrust (PT Dieng Jaya), pernah menanam Mexican Coriander, untuk diekspor ke Timur Tengah dan Eropa. Setelah kegiatan agribisnia ini ditutup, maka penanaman Mexican Coriander pun ikut terhenti. Padahal budidaya ketumbar londo ini sangat sederhana. Tanaman ini mampu berkembangbiak dengan biji maupun anakan yang tumbuh pada ketiak kelopak bunga/buah. Biji ketumbar belanda berbentuk bundar, keras dan sangat kecil. Biji ini tertumpuk pada buah yang berbentuk setengah kapsul. Biji ini akan runtok dari “kapsul” itu, lalu menyebar ke mana-mana terbawa aliran air. Di tempat yang cocok, biji itu akan tumbuh menjadi individu tanaman baru.

Anakan yang tumbuh di ketiak kelopak bunga, akan tumbuh menjadi individu tanaman baru, kalau malai bunga itu terinjak-injak kaki lalu menempel ke tanah. Anakan itu akan segera mengeluarkan akar dan menjadi individu tanaman baru. Budidaya Mexican Coriander relatif mudah. Di kota Jakarta yangpanas ini pun, Mexican Coriander bisa tumbuh dengan baik, asal cukup mendapatkan air dan sinar matahari. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), mengoleksi Mexican Coriander di kebun koleksi di  Sukamulya, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat. Namun sebenarnya, tumbuhan obat dan bumbu ini mudah dijumpai tumbuh liar di mana-mana, di ketinggian di atas 500 m. dpl.

Selama ini masyarakat dihebohkan dengan obat aphrodisiac berupa Viagra dan lain-lain. Kita juga tergila-gila dengan ginseng korea (Panax ginseng), karena dimitoskan bisa meningkatkan gairah seksual. Padahal kita sendiri punya pasak bumi (Eurycomae longifoliae), dan tabat barito (Ficus delsoidea) dari Kalimantan. Kita juga punya pule pandak (Rauwolfia serpentina), kayu rapat (Parameria leavigata) yang tumbuh di mana-mana serta purwoceng (Pimpinilla pruatjan) dari Dieng. Dibanding pule pandak, kayu rapat, pasak bumi, tabat barito terlebih dengan purwoceng, Mexican Coriander punya keunggulan. Sebab tanaman ini mudah dibudidayakan dalam pot dan setiap saat bisa diambil daunnya untuk memperbaiki pencernaan dan sekaligus sebagai Aphrodisiac. Asal jangan keliru menanam Vietnamese Coriander, yang justru mematikan gairah seksual. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s