AGROINDUSTRI JASMINE ABSOLUTE

Jasmine Absolute adalah minyak hasil ekstraksi bunga melati, dengan kadar 100%. Rendemen rata-ratanya dua permil (0,002%). Artinya dari 1 ton bunga melati segar, hanya akan dihasilkan 2 kg Jasimne Absolute. Harga di tingkat produsen, rata-rata Rp 20.000.000,- per kg. Harga eceran di tingkat konsumen di pasar internasional, bisa lebih dari Rp 100.000.000,- per kg. Kandungan Jasmine Absolune adalah Benzyl zcetate, linalool, benzyl alcohol, indole, benzyl benzoate, cis-jasmone, geraniol, methyl anthranilate, p.cresol, farnesol, cis-3-hexenyl benzoate, eugenol, nerol, ceosol, benzoic acide, benzaldehyde, y-terpineol, nerolidol, isophytol, dan phytol.

Jasmine absolute merupakan bahan parfum kelas atas. Selain untuk parfum, produk ini juga banyak digunakan oleh industri farmasi serta aromaterapi. Khasiat Jasmine Absolute antara lain untuk penanggulangan depresi. Aroma Jasmine dapat mendatangkan suasana tenang dan membuat tidur nyenyak. Khasiat ini sejak lama digunakan untuk menenangkan bayi yang baru saja dilahirkan. Jasmine Absolute juga bisa menghilangkan kelelahan akibat kerja berat, melembapkan kulit kering yang sensitiv, meredakan nyeri otot. Namun wangi jasmine juga mampu mendatangkan suasana hangat, romantis dan menggairahkan. Itulah sebabnya untaian bunga melati segar, selalu tampil dalam acara pesta pengantin.

Zat-zat aktif dalam Jasmine Absolute, memang bisa berkhasiat sebagai aphrodisiac (mendatangkan gairah seksual). Biasanya, Jasmine Absolute untuk wewangian aphrodisiac, selalu dicampur dengan cendana (Santalum album), akar wangi (Andropogon zizanioides), ylang-ylang (Cananga odorata forma genuina), nilam (Pogostemon cablin), dan mawar (Rosa sinensis). Campuran wewangian ini bisa digunakan sebagai parfum, bisa pula sebagai bahan aromaterapi, terutama di spa. Fungsi minyak nilam dalam campuran wewangian ini, selain untuk mendatangkan suasana damai, juga sebagai fixative (pengikat), agar aroma seluruh campuran  wewangian itu tidak cepat menguap.

# # #

Ada sekitar 200 spesies melati (Jasminum Sp) di dunia. Umumnya berwarna putih, meskipun beberapa spesies ada yang berwarna kuning.  Dari 200 spesies melati itu, yang cukup penting adalah: Jasminum angulare; Jasminum angustifolium; Jasminum auriculatum; Jasminum azoricum; Jasminum beesianum; Jasminum dichotomum (Melati Gold Coast); Jasminum floridum; Jasminum fluminense (Melati Brasil); Jasminum fruticans; Jasminum humile (melati kuning); Jasminum grandiflorum (melati gambir); Jasminum mesnyi (melati primrose); Jasminum multiflorum (melati bintang); Jasminum nitidum (shining melati); Jasminum nudiflorum (melati musim dingin); Jasminum officinale (melati biasa); Jasminum parkeri; Jasminum polyanthum; Jasminum pubescens (melati poncosudo, gambir hutan); Jasminum rex; Jasminum sambac (melati arab).

Melati yang secara luas dibudidayakan untuk bahan Jasmine Absolute adalah Jasminum grandiflorum. Di Indonesia Jasminum grandiflorum disebut sebagai melati gambir. Sebutan ini sering membingungkan masyarakat, yang keliru menganggap melati gambir sebagai bunga gambir atau gambir hutan. Gambir adalah tumbuhan perdu penghasil bahan penyamak kulit, farmasi, dan bumbu makan sirih. Nama latinnya Uncaria gambir. Sementara gambir hutan atau bunga gambir (Jasminum pubescens, sinonim Trigonopleura malayana), memang juga masuk keluarga melati, namun bukan penghasil Jasmine Absolute. Di Jawa, Jasminum pubescens juga lazim disebut dengan nama melati hutan atau poncosudo.

Di kalangan ahli botani internasional pun, pernah terjadi kebingungan dengan melati gambir. Jasminum grandiflorum ini pernah lama dianggap sebagai salah satu varietas dari spesies Jasminum officinale. Tahun 1930, seorang ahli botani bernama Stoke menyebut melati gambir sebagai Jasminum officinale var. grandiflorum. Tahun 1932, Kobuski menamakan melati gambir dengan Jasminum officinale forma grandiflorum.  Dan tahun 1937 Fresen menyebutnya sebagai Jasminum floribundum. Di sebuah kamus pertanian Indonesia, melati gambil malahan disebut sebagai Jasminum multiflorum dengan sinonim Jasminum pubescens. Di beberapa situs internet, melati gambir masih disebut sebagai Jasminum officinale. Padahal, para ahli botani dunia, saat ini sudah sepakat bahwa melati gambir adalah Jasminum grandiflorum.

# # #

Sampai sekarang, asal-usul melati gambir tidak diketahui dengan pasti. Namun spesies liarnya, diketemukan di Cina, Myanmar, Nepal, Bhutan, India, Pakistan, Saudi Arabia, Oman, Yaman, Mesir, Sudan, Ethiopia, Eritrea, Somalia, Uganda dan Kenya. Diduga kuat, melati gambir berasal dari Jasirah Arab sampai ke kaki barat pegunungan Himalaya. Sekarang, melati gambir sudah dibudidayakan merata di seluruh dunia. Mulai dari kawasan beriklim dingin, sub tropis sampai ke tropis termasuk Indonesia. Melati gambir dibawa masuk ke Jawa dari Taiwan (Formosa), oleh Belanda tahun 1930. Komoditas ini berkembang di Kab. Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Purbalingga dan Banjarnegara, yang luas totalnya sekitar 500 hektare. Di Jawa Tengah ini, melati gambir tidak diolah menjadi Jasmine Absulute, melainkan untuk pewangi teh (Teh Wangi, Jasmine Tea, Chinese Tea).

Melati gambir bisa diperbanyak dengan biji, stek, sambung pucuk, dan pemisahan anakan. Perbanyakan dengan biji, jarang dilakukan, karena memerlukan waktu lama. Daya kecambah biji melati gambir hanya terbatas paling lama 6 bulan. Prosentase pertumbuhan biji, juga hanya 50%. Karenanya, para petani cenderung mempergunakan benih berupa stek , sambung pucuk dan pemecahan anakan. Di negeri beriklim dingin, misalnya di Perancis, perbanyakan melati gambir dilakukan dengan sambung pucuk. Sebagai batang bawah digunakan Jasminum officinale yang relatif tahan terhadap frost. Di kawasan tropis yang hangat, penggunaan benih sambungan tidak diperlukan. Cukup dengan benih stek atau anakan.

Benih berupa stek memerlukan penyemaian terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke lahan. Benih anakan, bisa langsung ditanam di lahan. Populasi tanaman gambir hutan per hektar, sangat tergantung dari jarak tanam. Dengan jarak tanam 2 m X 2 m, atau 2 m X 1,5 m. Hingga populasi tanaman per hektar hanya sekitar 2.500 sd. 3.300 per hektar. Jarak tanamn melati gambir memang lebih jarang dibanding dengan melati sambac, sebab rumpunnya lebih besar dan tinggi. Jarak tanam yang lebih rapat, hanya digunakan untuk penanaman melati gambir di kawasan sub tropis. Sebab di kawasan ini, rumpun melati gambir tidak akan tumbuh besar seperti halnya di kawasan tropis. Panen perdana berlangsung 2 sd. 2,5 tahun setelah penanaman.

# # #

Pemetikan bunga harus dilakukan sebelum pukul 10.00 pagi, yakni ketika bunga masih kuncup. Dipilih hanya kuncup yang akan mekar pada sore hari. Dengan perawatan intensif, hasil bunga akan mencapai rata-rata 8 ton per hektar per tahun. Di Jawa, hasil bunga kurang dari 5 ton per hektar per tahun. Panen raya bunga, akan terjadi selama musim kemarau, apabila pengairan berlangsung dengan baik. Kebun melatigambir yang tidak diairi,  hanya akan bisa dipanen selama musim penghujan. Untuk diolah menjadiJasmine Absolute, melati gambir tidak boleh diinapkan. Apabila mau diinapkan, bunga harus disimpan dalam ruang berpendingin. Kalau bunga disimpan dalam ruangan dengan suhu normal, maka bunga yang dipetik pada pagi hari, sorenya akan langsung mekar dan aromanya menyebar di ruangan tersebut.

Karena kecilnya rendemen Jasmine Absolute, maka pengambilan minyak dari bunga hanya bisa dilakukan dengan cara ekstraksi. Bukan dengan destilasi (penyulingan). Ekstraksi yang umum digunakan dengan cara pelarutan (Solvent extracted). Secara tradisional, ekstraksi bunga dilakukan dengan pelarut lemak hewani. Parfum yang telah terikat oleh lemak itu, kemudian dipisahkan dari lemaknya hingga diperoleh Jasmine Absolute. Dalam agroindustri modern, digunakan pelarut ether, hexane atau karbon dioksida cair. Jasmine Absolute kemudian dipisahkan dari pelarutnya. Secara teknis, ekstraksi minyakmelati bisa dilakukan di Indonesia. Yang menjadi masalah adalah ketersediaan bahan baku. Sebab areal penanaman melati gambir di Indonesia masih sangat kecil, dan seluruh hasilnya habis diserap oleh industri teh wangi.

Produser Jasmine Absolute terbesar adalah Mesir. Namun kadangkala melati segarnya masih didatangkan dari India. Menyusul Perancis dan Italia. Pengguna Jasmine Absolute terbesar adalah AS. Lahan di Jawa yang sudah cukup tinggi harganya, sebenarnya lebih tepat digunakan untuk memproduksi komoditas yang nilainya juga cukup tinggi. Dengan hasil rata-rata 8 ton bunga segar per hektar per tahun, berarti hasil minyaknya akan mencapai 8 kg. Kalau harga rata-rata Jasmine Absolute Rp 20.000.000,- per kg maka dari tiap hektar lahan di Jawa akan menghasilkan Rp 160.000.000,- kotor. Hasil ini relatif tinggi dibanding dengan komoditas padi, palawija, sayuran maupun buah-buahan. Padahal, melati gambir cukup ditanam sekali dan tiap tahunnya tinggal merawat serta memanen. Peremajan tanaman, baru akan dilakukan setelah jangka waktu belasan tahun. (R) # # #

2 thoughts on “AGROINDUSTRI JASMINE ABSOLUTE

  1. saya mau tanya apa di Jawa Tengah sudah ada home industri minyak melati ?
    terima kasih..saya tunggu balasannya karena saya sangat membutuhkan jawaban saudara

  2. saya punya kebun melati,,tapi sebenernya berapa sih harga melati kuncup/kg dijawa sekarang??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s