PELUANG BISNIS “BLUE ENERGI”

Dari media massa, Sdr. Agus, di Ponorogo, mengetahui adanya peluang membuat energi alternatif dari bahan baku air. Energi dari air itu disebut “Blue Energi”, dan  “Banyu Geni”. Apakah  energi alternatif  dari bahan pertanian, yang disebut  biodiesel, dan bioethanol masih bisa bersaing degan BBM dari air ?

Sdr. Agus, secara teknis, air (H2O), memang bisa diubah menjadi bahan bakar minyak. Molekul minyak disel misalnya, terdiri dari beberapa atom karbon (C), dan atom hidrogen (H). Kisaran bentuknya dari C10H20 sampai dengan C15H28. Namun demikian, secara ekonomis, membuat BBM dari bahan baku air tidak mungkin dilakukan, karena biayanya akan terlalu tinggi, dibanding BBM hasil tambang, maupun biodiesel. Hingga peluang agroindustri biodiesel dan bioethanol, tetap masih lebih baik.

Dengan energi listrik yang cukup besar, air juga bisa diubah menjadi hidrogen, untuk bahan bakar mobil bermesin fuel cell. Prinsip fuel cell adalah, menyatukan satu atom H, dengan dua atom O, hingga menghasilkan listrik, untuk menggerakkan mesin (roda). Gas buangannya berupa uap air (H2O). Memroduksi hidrogen langsung dari air, saat ini juga masih terlalu tinggi biayanya. Terlebih lagi, industri otomotif, sampai sekarang masih sebatas menciptakan prototipe, mobil bermesin fuel cell. Kendalanya masih belum ditemukan tangki hidrogen yang aman dan murah.

Mobil bermesin fuel cell, cukup bertangki biasa, kalau bahan bakarnya methanol (methyl alcohol, wood alcohol, CH3OH). Methanol dari tangki mobil, dikonversi menjadi hidrogen, kemudian diberi oksigen, untuk menghasilkan listrik dengan gas buang uap air. Kendalanya, produksi methanol tidak bisa dipacu secepat mungkin. Lagi pula, methanol juga bisa dibakar langsung dalam mesin berbahan bakar biasa, dengan proses 2CH3OH + 3O2 = energi + 2CO2 + 4H2O.

Selain methanol, bahan bakar nabati lainnya adalah ethanol (ethyl alcohol, grain alcohol, C2H6O). Ethyl alcohol sebagai bahan industri, diproduksi secara masal dengan proses katalisator, dari bahan baku selulosa (polimer glukosa, polysaccharide, C6H10O5n). Sedangkan  grain alcohol, sebagai minuman keras, diproduksi melalui proses fermentasi karbohidrat (C•H2O)n, atau gula (sukrosa C12H22O11; fruktosa, C6H12O6), dengan yeast (ragi, kapang Saccaromyces cerevisiae).

Agroindustri biodiesel, masih jauh lebih rasional, dibanding dengan mimpi mengubah air menjadi bahan bakar. Baik bahan bakar fuel cell, maupun BBM biasa. Negeri kita punya beberapa bahan baku untuk biodiesel. Di antaranya adalah jarak pagar, dengan hasil 1.500 liter per hektar per tahun, kelapa 2.200 liter, dan sawit 5.800 liter. Meskipun produktivitas sawit, dan kelapa lebih unggul dibanding jarak, namun dua minyak nabati ini, merupakan bahan pangan.

Yang bisa 100% dimanfaatkan sebagai bahan bakar, karena tidak bersaing dengan kebutuhan pangan, adalah jarak pagar. Dengan tingkat produktivitas sebesar 1.500 liter per hektar per tahun, jarak tidak mungkin dikebunkan dalam skala komersial, untuk tujuan bisnis. Sebab dengan harga BBM antara Rp 6.000,- sampai dengan R p 8.000,-  sekarang ini, harga biji jarak kering ideal antara Rp 600,- sampai Rp 700,- per kg. Kalau pemerintah mengiming-imingi rakyat dengan harga Rp 2.000,- per kg, biji jarak kering, harga minyak jarak akan mencapai lebih dari Rp15.000,- per liter.

Di India, pengembangan jarak dilakukan dengan model padat karya pada jaman Orde Baru di negeri kita. Petani di kawasan miskin, diminta bekerja menanam jarak di lahan sangat tandus, dengan upah harian standar. Tanaman jarak tidak memerlukan perawatan. Setelah buah jarak kering, kembali rakyat diminta bekerja memanen, juga dengan upah standar. Rakyat diuntungkan karena bisa bekerja, tanpa pernah diberi janji muluk-muluk, seperti di negeri kita.

Dengan gambaran seperti ini, agroindustri biofuel, (biodiesel, methanol, dan ethanol), peluangnya ke depan masih sangat baik. Namun demikian, Anda jangan buru-buru investasi menanam singkong, jagung, sorghum, tebu, sawit, kelapa, terlebih jarak, untuk diolah menjadi biofuel. Singkong, jagung, sorghum, tebu, sawit, dan kelapa, sangat layak menjadi pilihan investasi, tetapi untuk bahan pangan manusia, dan pakan ternak. Sementara jarak marginnya masih sangat rendah. * * *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s