ADA PERMINTAAN KARBON AKTIF

Sdr. Alwi di Ruteng, Manggarai, Flores, mendapat tawaran untuk memasok arang (karbon) aktif. Katanya karbon aktif itu dibuat dari bahan tempurung kelapa. Di Manggarai, banyak sekali tempurung kelapa, yang hanya dijadikan bahan bakar oleh masyarakat. Apakah membuat karbon aktif itu mudah?

Membuat karbon aktif atau arang aktif memang relatif mudah. Yang disebut karbon aktif, adalah bahan filter untuk penjernihan air, pemurnian gas, industri minuman, farmasi, katalisator dan masih banyak lagi. Salah satu bahan karbon aktif yang kualitasnya cukup baik memang tempurung kelapa.    Tempurung kelapa yang memenuhi syarat untuk dibuat karbon aktif adalah, berasal dari kelapa yang telah benar-benar tua, hingga warnanya hitam mengkilap dan keras.

Bahan karbon aktif idealnya sebaiknya berupa potongan separo atau seperempat tempurung. Tempurung yang sudah hancur, tidak terlalu baik untuk bahan baku karbon aktif. Manggarai, memang sentra kelapa untuk bahan kopra, dan tempurungnya merupakan belahan dua, dari satu kelapa utuh. Tempurung bahan karbon aktif, juga harus sudah terpisah dan bersih dari sabutnya. Kalau masih ada sabut yang menempel, harus terlebih dahulu dibersihkan.

Karbon aktif diproduksi melalui dua tahap. Pertama, tempurung dibuat arang, dengan peralatan drum berpenutup. Kedua, proses penyosohan (penggilingan) arang tempurung, hingga menghasilkan karbon aktif dan serbuk arang. Serbuk arang ini masih bisa diproses lebih lanjut menjadi briket arang tempurung. Penyosohan dilakukan dengan mesin sederhana berpenggerak listrik, disel, atau bensin. Prototipe mesin pengolah karbon aktif, bisa didapat di Balai Besar Industri Hasil Pertanian (BBIHP) di Bogor.

Kualitas tempurung, dan proses pembakaran, akan sangat menentukan rendemen karbon aktif, yang dihasilkan.  Kualitas tempurung kelapa biasa, lebih baik dibanding tempurung kelapa hibrida. Drum untuk membuat arang, diberi empat lubang di bagian bawah. Agar selama pembakaran udara bisa masuk melalui empat lubang tersebut, drum ditaruh di atas ganjal tiga potongan batu bata. Setelah bahan arang dan drum disiapkan, proses pembakaran arang dimulai.

Starter pembakaran bisa berupa kertas, atau daun kelapa kering, yang ditaruh di atas satu lapis tempurung di dasar drum. Setelah tempurung  lapisan pertama ini terbakar, sedikit demi sedikit ditaruh satu lapis tempurung di atasnya. Proses ini dilakukan terus-menerus, hingga seluruh drum dipenuhi dengan tempurung. Ketika lapisan tempurung paling atas mulai terbakar, maka pelan-pelan ganjal batu bata di bawah drum diambil, hingga dasar drum langsung bersentuhan dengan tanah.

Secara otomatis lubang di bawah drum tertutup oleh tanah. Tutup drum kemudian dipasang. Agar kerapatannya terjamin, celah antara tutup dengan dinding drum diberi udara bisa masuk dari dasar drum. Kalau hal ini terjadi, seluruh arang dalam drum akan menjadi abu. Kalau penutupan dilakukan ketika sebagian besar tempurung belum terbakar, akan dihasilkan arang yang masih mentah. Drum berisi tempurung yang masih terbakar ini dibiarkan selama semalam, sampai proses pengarangan selesai.

Paginya, setelah drum dingin, tutup dibuka, drum dibaringkan dan pelan-pelan arang tempurung dibongkar. Arang tempurung kualitas baik tampak hitam mengkilap, utuh, keras namun mudah dipatahkan. Arang yang masih mentah disisihkan untuk diikutkan pada pembakaran berikutnya. Dalam satu hari, satu tenaga kerja mampu mengoperasikan antara 10 sd. 20 drum pembakaran, tergantung ketersediaan bahan baku.
Di sentra-sentra kopra, bahan baku tempurung pasti terjamin.

Mesin penyosoh (penggiling) arang, sebenarnya mirip dengan molen pengaduk semen. Arang tempurung dimasukkan ke dalam mesin, untuk diaduk dan disosoh. Mesin ini bisa disetel, hingga menghasilkan arang aktif sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Limbah berupa serpih arang yang lunak, akan terkumpul tersendiri, sementara arang aktifnya terpisahkan. Arang aktif ini bisa langsung dikemas sesuai permintaan. Limbah penggilingan dicampur kanji, dicetak, dijemur, dan jadilah briket arang tempurung. * * *

One thought on “ADA PERMINTAAN KARBON AKTIF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s