PELUANG AGROINDUSTRI SIDAT

Setelah bayi lahir, masyarakat tradisional Jawa akan menaruh sesaji di depan pintu dan di empat sudut rumah. Selain itu juga akan ditaburkan abu dan garam di sekeliling rumah. Tujuannya, agar bayi yang baru saja lahir tidak dimakan pelus. Pelus adalah istilah Jawa untuk sidat. Nama lainnya adalah lindung, lubang, moa, uling dan paling. Sidat bersosok mirip belut. Bedanya, sidat punya dua sirip di depan insangnya. Sirip sidat inilah yang oleh masyarakat tradisional Jawa, dianggap sebagai kaki. Hingga dia dipercaya sebagai ular berkaki yang  bisa berjalan di darat, untuk memangsa bayi manusia.

Padahal seperti halnya belut, sidat merupakan ikan yang bernilai ekonomis tinggi. Restoran dan hotel bintang, akan sangat bangga apabila bisa menyajikan menu belut dan sidat. Martabat sidat bahkan masih lebih tinggi dari ikan salmon. Steak ikan berdaging merah jambu ini mudah dijumpai di banyak restoran di Jakarta. Tetapi hanya satu dua restoran yang menyajikan sidat. Biasanya sidat asap. Ini merupakan menu paling favorit. Potongan sidat asap berdiameter 2,5 sd. 3 cm itu dipotong sepanjang 5 sd. 6 cm, dan dimasak dengan berbagai variasi kuah/saus.

Di pasar tradisional pun, sidat sulit dijumpai. Kecuali sidat hasil pancingan yang jumlahnya hanya satu dua. Danau Poso di Sulawesi Tengah, terkenal karena sidatnya yang sampai 1 m dan diameter selengan orang dewasa. Di Indonesia, sidat memang masih kurang terperhatikan. Rusaknya habitat sungai da danau, juga mengakibatkan populasi sidat semakin terancam. Beda dengan di Jepang dan Korea. Di negeri ini, sidat sudah merupakan hasil agroindustri modern. Rangkaiannya terdiri dari unit pembenihan, pabrik pakan, pembesaran, dan pasca panen.

# # #

Sidat (eels) adalah ikan dari famili Anguillidae. Ada  sekitar 16 sd. 20 spesies sidat, yang kesemuanya merupakan genus Anguilla. Di antaranya adalah sidat eropa (Anguilla anguilla); sidat jepang (Anguilla japonica), sidat amerika (Anguilla rostrata)sidat sirip pendek (Anguilla australis), sidat putih (Anguilla marmorata), sidat loreng (Anguilla nebulosa), sidat loreng india (Anguilla bengalensis bengalensis), sidat loreng afrika (Anguilla bengalensis labiata), sidat sirip pendek indonesia (Anguilla bicolor bicolor), sidat sirip pendek india (Anguilla bicolor pacifica), sidat sirip panjang indonesia (Anguilla malgumora), sidat sirip panjang sulawesi (Anguilla celebesensis), sidat sirip panjang selandia baru (Anguilla dieffenbachii), sidat sirip panjang dataran tinggi (Anguilla interioris), sidat sirip panjang polynesia (Anguilla megastoma), sidat sirip panjang afrika (Anguilla mossambica), sidat sirip pendek pasifik atau sidat pasifik selatan (Anguilla obscura), sidat bintik sirip panjang atau sidat sirip panjang australia (Anguilla reinhardtii).

Sidat merupakan ikan catadromous. Yakni ikan yang hidupnya di perairan air tawar di pedalaman. Baik berupa sungai besar, danau, waduk atau rawa, tetapi berkembangbiak di laut. Sidat kita, yakni sidat sirip pendek indonesia (Anguilla bicolor bicolor), sidat sirip panjang indonesia (Anguilla malgumora), dan sidat sirip panjang sulawesi (Anguilla celebesensis), juga tergolong catadromous catadromous. Burayak (anak ikan) akan hidup di air payau sampai umur satu tahun. Ketika itulah sidat akan berenang melawan arus menuju hulu sungai. Setelah bertemu dengan perairan yang dalam dan luas, misalnya lubuk, bendungan, rawa atau danau, sidat akan menetap dan tumbuh menjadi dewasa. Ketika itulah dia akan kembali ke laut lepas untuk kawin dan berkembangbiak. Pola hidup sidat bertolakbelakang dengan ikan salmon (Salmonidae). Salmon justru hidup di laut, tetapi kawin dan berkembangbiak di air tawar di pedalaman. Perilaku catadromous, tidak hanya terjadi pada sidat, melainkan juga udang galah.
Sidat Indonesia (sidat sirip pendek Anguilla bicolor bicolor, sidat sirip sidat sirip panjang Anguilla malgumora, dan sidat sirip panjang sulawesi Anguilla celebesensis), selama ini belum bisa dikembangbiakkan secara buatan. Bahkan pola hidup serta perilaku berkembangbiaknya, juga masih terus diteliti oleh para ahli. Sebagian besar sidat, perilakunya memang masih menjadi misteri bagi para ahli dan peneliti jenis ikan ini. Sidat yang sudah berhasil dikembangbiakkan di kolam/akyuarium pembenihan adalah      sidat sirip panjang australia (Anguilla reinhardtii). dan sidat jepang (Anguilla japonica). Di Jepang, agroindustri sidat sudah sangat maju, sebab jenis ikan ini sudah merupakan komoditas penting. Pemijahan (perkawinan) dilakukan di dalam akuarium, denga ikan donor untuk diambil kelenjar hipofisanya. Hipofisa dangan hormon HCG, merupakan pemicu untuk memasakkan telur ikan, termasuk sidat.
Telur ini kemudian diurut agar keluar, lalu sidat jantan sebagai penghasil sperma dipotong, diambil kantung spermanya dibuka dan dicampurkan di akuarium yang telah berisi telur. Telur yang sudah terbuahi, selanjutnya ditetaskan di akuarium tersebut, dengan diberi heater (pemanas), termostat (pemutus aliran listrik, apabila suhu lebih tinggi dari ketentuan), dan aerator. Benih sidat ini diberi pakar kuning telur, artemia, dan pakan burayak lainnya., sampai mencapai ukuran 0,5 sd. 1 cm. Benih sidat ini diperdagangkan kepada para petani untuk dibesarkan sebagai sidat konsumsi. Tahun 1980an, para petani Indonesia sudah mencoba untuk membesarkan sidat jepang yang benihnya diimpor oleh sebuah perusahaan perikanan. Tetapi usaha ini tidak berjalan dengan baik.
# # #
Sidat termasuk ikan carnofora (pemakan daging). Sama halnya dengan belut sawah (Monoterus albus/Fluta alba), lele (Clarias batracus), dan gabus  (Ophiocephalus striatus). Di alam aslinya, sidat memangsa ikan, kodok, udang, dan juga sesama sidat (kanibalisme). Kanibalisme akan terjadi apabila populasi sidat dalam satu koloni sangat besar, tetapi volume pakan kurang. Kanibalisme dalam budidaya akan terjadi sasaat setelah proses penetasan telur. Kalau pakan berupa kuning telur kurang, maka sidat yang baru saja menetas ini akan memakan apa saja. Mulau dari cangkang telur mereka, sampai sesama anak sidat, terutama yang lemah. Untuk mencegahnya, volume pakan harus selalu cukup.
Tetapi pemberiak pakan tidak boleh melebihi kapasitas daya makan sidat. Sebab kalau volume pakan yang tidak termakan cukup banyak, maka akan terjadi pembusukan dengan hasil gas amoniak yang potensial maracuni anak sidat. Hingga pemberian pakan bagi anak sidat yang baru menetas ini harus dilakukan terus-menerus. Terlalu banyak pakan akan menumpuk di dasar akuarium, kurang pakan akan terjadi kanibalisme. Hal demikian juga akan terjadi pada proses pembesaran sidat konsumsi. Beda dengan belut sawah yang bisa dipelihara dalam kolam (bak) berlumpur, maka sidat memerlukan kolam atau bak berisi air jernih. Di Jepang, para peternak sidat meramu pakan sendiri dari karbohidrat, bungkil, tepung ikan, tepung tulang, tepung darah vitamin dan mineral.
Ramuan ini juga bisa disederhanakan dengan bahan karbohidrat, bungkil, dan daging ikan atau daging ayam (hanya bagian dagingnya), yang dilumatkan. Ditambah dengan tepung tulang-tepung darah, vitamin dan mineral. Adonan ini selanjutnya dibuat pasta, yang apabila terkena air tidak akan hancur. Untuk itu, diperlukan karbohidrat dari tepung gandum dengan kandungan gluten tinggi, tepung tapioka atau ketan. Bahan-bahan ini cukup dijadikan pasta yang mendekati padat, tanpa perlu disteam. Sebab dengan disteam, vitamin yang terkandung dalam pasta itu akan rusak. Selanjutnya pasta ini ditaruh dalam nyiru atau tampah, yang digantung di permukaan kolam.
Para peternak sidat, biasanya memasang dua nyiru. Satu di atas berukuran lebih kecil untuk menaruh pasta yang masih utuh. Di bawahnya ditaruh nyiru kosong dengan ukuran sedikit lebih besar dari nyiru di atasnya. Nyiru di bawah ini, berguna untuk menampung serpihan pakan yang disobek-sobek dan terlempar ketika sidat berebut pakan. Pasta yang baik meskipun terkena air akan tetap lengket dan tidak hancur hingga membuat air kolam menjadi keruh. Sisa pakan yang mengendap di dasar kolam, biasanya akan dikejar oleh kawanan sidat ini. Hingga dipastikan tidak ada pakan yang tersisa dan akan mencemari kolam.
# # #
Sidat indonesia Anguilla bicolor bicolor, Anguilla malgumora, maupun Anguilla celebesensis,  populasinya sangat mengkhawatirkan. Sidat sulawesi Anguilla celebesensis yang terdapat di danau Poso, Sulawesi Tengah, malahan sudah sangat kritis keadaannya. Sebab sidat ini hanya endemik di pulau Sulawesi. Beda dengan Anguilla bicolor bicolor  dan Anguilla malgumora, yang meskipun diberi nama Indonesia, sebaran habitatnya mulai dari Madagaskar sampai ke Pasifik. Meskipun populasi Anguilla bicolor bicolor, dan Anguilla malgumora masih tidak sekritis Anguilla celebesensis, namun penelitian untuk budidaya secara intensif sudah sangat mendesak.

Sebab budidaya sidat, bukan sekadar usaha peternakan, melainkan sebuah matarantai agroindustri yang satu sama lain saling terikat. Di Jepang, laboratorium penelitian sidat, berusaha untuk menemukan teknik pemijahan secara buatan. Hingga di Jepang, sidat Anguilla japonica, sudah bisa dipijahkan secara buatan seperti halnya kita memijahkan ikan mas, lele dan udang. Dengan dikuasainya teknik pemijahan buatan, maka industri benih sidat di Jepang menjadi bagian dari agroindustri komoditas sidat. Dengan industri benih yang cukup maju, maka industri pembesaran sidat konsumsi juga berkembang cukup pesat. Para peternak sidat di Jepang, cukup menyediakan kolam, meramu pakan sendiri atau membeli pakan jadi, dan membeli benih dan memeliharanya sampai sidat siap jual.

Sidat tidak hanya sekadar dipasarkan segar untukmenjadi ikan konsumsi. Sidat segar juga merupakan bahan baku industri pengasapan sidat dan juga pengalengan. Sidat asap bisa dipasarkan utuh, berupa potongan yang sudah dikemas. Sidat dalam kaleng biasanya merupakan sidat masak tanpa diasam, bisa pula sidat asap yang sudah diberi bumbu. Konsumen daging sidat tinggal membuka kaleng, memanaskannya dan menyantapnya. Baik akan diberi tambahan bumbu sesuai selera, atau cukup dengan bumbu yang sudah dibubuhkan oleh perusahaan pengalengan sidat. Kapan Indonesia memperlakukan sidat sebagai komoditas agro dan bukannya mempercayainya sebagai pemangsa bayi manusia? (R) # # #

3 thoughts on “PELUANG AGROINDUSTRI SIDAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s