MENANGKAP PELUANG TREND NEPHENTES

Nephentes (Nephentes Sp), juga biasa disebut kantong semar. Tumbuhan ini sering dikelirukan dengan anggrek kantong (Paphiopedilum Sp). Sebab dua jenis tanaman hias ini sama-sama memiliki kantung. Namun kantung pada nephentes, berbeda fungsi dengan kantung pada paphiopedilum. Kantung paphiopedilum adalah labilum (lidah), yang merupakan bagian dari bunga, yang fungsinya hanya sebagai hiasan. Kantung nephentes adalah bagian dari ujung daun, yang fungsinya untuk menjebak serangga. Serangga yang masuk ke kantung nephentes, akan dicerna oleh cairan asam, kemudian nutrisinya diserap oleh jaringan tumbuhan tersebut.

Nephentes adalah tumbuhan karnifora. Karena tidak mampu menyerap unsur hara melalui akarnya secara optimal, tumbuhan ini terpaksa membuat jebakan untuk menangkap serangga, guna diambil nutrisinya. Nephentes tidak mampu menyerap nutrisi melalui akar secara optimal, karena tumbuhan ini hidup secara epifit (menempel pada tumbuhan lain), atau terestrial (di atas karang, humus atau tanah), yang miskin unsur hara. Untuk mencukupi nutrisi bagi kelangsungan hidupnya, nephentes berevolusi membentuk kantung pada ujung daunnya. Kantung ini dilengkapi dengan kait dan tudung.

Bentuk kantung nephentes ada yang memanjang, ada yang pendek dan gemuk. Ukurannya mulai dari hanya beberapa cm, sampai dengan 40 cm. Warnanya mulai dari hijau polos, bintik-bintik cokelat, merah dan variasi lain yang sangat indah. Warna-warni kantung nephentes, akan menarik perhatian serangga, yang mengiranya sebagai bunga. Serangga akan segera mendekati kantung untuk mengambil madu. Setelah mendekat ke bibir kantung, serangga mengira bahwa madu itu ada di dasar kantung. Begitu serangga menjenguk isi kantung, kakinya akan tergelincir. Dia segera masuk ke dalam cairan asam, dan tidak bisa keluar lagi.

# # #

Tidak semua binatang akan mati, apabila tercebur ke dalam kantung nephentes. Ada jenis kepiting dan udang kecil-kecil, yang tahan terhadap cairan asam nephentes. Kepiting dan udang ini justru hidup dalam kantung nephentes, untuk memangsa sisa-sisa serangga, yang nutrisinya sudah dihisap oleh nephentes. Ini adalah bentuk simbiosa mutualisme. Di Kalimantan, kantung nephentes raksasa, sering digunakan oleh masyarakat Daya untuk memasak nasi. Caranya, kantung dipetik dari daunnya, isinya dibuang kemudian diganti dengan air biasa, diisi beras kemudian dibakar. Cara memasak nasi dengan kantung nephentes, mirip dengan memasak lemang menggunakan buluh bambu.

Masyarakat negara maju, terutama orang Inggris, sudah sejak lama memperhatikan nephentes. Tumbuhan unik ini mereka jadikan tanaman hias. Mereka silang-silangkan, hingga tercipta hibrida-hibrida baru yang cukup menarik. Sejak satu sampai dua tahun silam, pecinta tanaman hias Indonesia juga mulai tertarik pada nephentes. Mereka mulai mendatangkan tanaman hias ini dari luar negeri, terutama dari Eropa, Taiwan dan Thailand. Kemudian perburuan nephentes dari hutan pun dimulai. Hukum pasar berlaku. Ketika pembeli makin banyak, maka penjarahan nephentes dari hutan makin intensif. Selain ada pihak yang tergila-gila mengoleksi nephentes dengan cara menjarahnya dari hutan, ada pula kelompok yang justru melakukan hal sebaliknya.

Tahun 2005, sekelompok anak muda dan akademisi di Malang, Jawa Timur, mendirikan Divisi Nephentes Indonesia. Kelompok ini keluar masuk hutan untuk mendata, mempelajari dan mencoba melestarikan nephentes. Tahun 2006 ini, kelompok tersebut berhasil menemukan dan mendiskripsi satu spesies nephentes baru, yang kemudian mereka daftarkan ke Royal Hortuculture Society (RHS) di London, dengan nama Nephentes adriani Batoro Nov. Spec. Kelompok ini juga melakukan kampanye upaya pelestarian. Meskipun kenyataannya, masyarakat tanaman hias tetap saja melakukan penjarahan nephentes dari habitat aslinya.

Sejak tahun 2004, trend perkembangan nephentes sebagai tanaman hias memang menunjukkan grafik yang naik tajam. Meskipun, dilihat dari volume dan omset perdagangannya, masih kalah jauh dibanding dengan anthurium, caladium, adenium terlebih lagi dengan aglaonema. Meskipun masih kalah jauh dibanding dengan empat jenis tanaman hias tadi, namun nephentes tetap memiliki keunggulan. Konsumen nephentes jauh lebih serius dibanding dengan tanaman hias lain. Sebab tanaman hias ini tergolong sulit perawatannya, namun cukup mengasyikkan kalau dilihat dari karakter karnivoranya.

# # #

Tampilnya nephentes sebagai tanaman hias yang trendy, sebenarnya menggembirakan, sebab ini merupakan tumbuhan khas Indonesia. Dari 80an spesies nephentes yang ada di dunia, sebanyak 62 spesies berasal dari Indonesia dan Malaysia. Dari 62 spesies tersebut, 32 spesies berasal dari Kalimantan, termasuk Sabah dan Serawak, Malaysia. Spesies yang warna-warninya sangat indah, terpusat di ketinggian lereng gunung Kinibalu di Sabah, Malaysia. Karena negeri jiran ini lama dikuasai Inggris, wajar kalau yang pertama-tama tertarik menjadikan nephentes sebagai tanaman hias adalah orang Inggris. Dari Inggris, hobi nephentes menyebar ke Eropa, AS dan kemudian juga ke seluruh dunia.

Habitat nephentes merupakan tempat terbuka, yang terkena sinar matahari langsung sepanjang hari. Tanaman hias ini bisa hidup mulai dari ketinggian 0 m. dpl, di bibir pantai, sampai ke ke ketinggian 2.500 m. dpl. Nephentes yang hidup di pantai, umumnya tumbuh di sela-sela karang, di pinggir tebing yang agak terjal. Dia hidup bersama dengan tumbuhan pantai lainnya. Umumnya nephentes pantai memanjat pada tumbuhan perdu, hingga bisa memperoleh sinar matahari cukup. Meskipun tahan kekurangan nutrisi, nephentes tetap memerlukan suasana yang lembap. Itulah sebabnya, mereka hidup di pantai, rawa-rawa, pinggiran sungai atau dataran tinggi yang selalu berkabut. Cuaca yang lembap dengan sinar matahari penuh adalah habitat yang paling ideal bagi nephentes.

Bentuk nephentes dataran rendah, kebanyakan memanjang. Sementara nephentes dataran tinggi cenderung membulat dan melebar. Kalau kantung nephentes dataran rendah tumbuh berjauhan satu sama lain, kantung nephentes dataran tinggi akan menggerombol bahkan berdempetan satu sama lain. Namun secara umum, kantung nephentes bisa kita bedakan menjadi lima bentuk dasar. Pertama bentuk tempayan; contohnya Nephentes amppularia. Kedua bentuk oval, misalnya Nephentes rafflesiana. Ketiga bentuk silinder, antara lain Nephentes gracilis. Keempat bentuk corong seperti Nephentes insignis. Dan kelima bentuk berpingang, misalnya Nephentes reinwardtiana.

Permukaan luar kantung nephentes, ada yang polos (halus), ada pula yang beralur, berpita, berbulu. Bulu-bulu yang tumbuh pada alur pita ini, sepintas mirip seperti sayap atau bulu ulat gatal. Ini merupakan cara perlindungan diri, agar pemangsa tidak mengganggunya. Kantung inilah daya tarik utama para penggemar nephentes. Sementara bunga yang tumbuh pada pucuk tanaman, justru kurang begitu menarik. Bunga nephentes kecil-kecil dan menempel menggerombol pada tangkai bunga. Bunga ini akan berubah menjadi buah buni yang berisi biji. Di alam bebas, nephentes berkembangbiak melalui biji. Nephentes budidaya, lebih tepat dikembangbiakkan secara vegetatif melalui stek batang.

# # #

Para penggemar nephentes, khususnya para pemula, akan mengambil tanaman ini dari alamnya dan membawanya pulang. Mereka tidak  memperhitungkan kesesuaian tempat tinggalnya dengan lokasi pengambilan nephentes tersebut. Kota-kota besar seperti Jakarta, Semarng, Suarabaya yang terletak di dataran rendah, hanya cocok untuk menananam nephentes dataran rendah. Nephentes dataran tinggi, hanya cocok dibudidayakan di Puncak, Lembang, Pangalengan, Dieng, Batu atau Ijen. Hingga sebelum kita membeli nephentes, sebaiknya tahu betul nephentes mana yang paling cocok untuk kawasan tempat tinggal kita.

Untuk itu sudah ada beberapa buku panduan tentang nephentes, yang ada di toko-toko buku. Berdasarkan panduan ini, kita bisa memilih nephentes jenis apa yang paling cocok ditanam di halaman rumah kita. Baru setelah itu kita bisa mulai dengan perburuan ke para nursery. Kita harus jeli memilih, mana nephentes yang baru saja diambil dari hutan, dan mana yang nephentes hasil budidaya. Nephentes hasil budidaya, umumnya berpenampilan lebih segar, meskipun kantungnya lebih kecil dibanding dengan nephentes liar yang baru saja diambil darihutan. Mengapa nephentes budidaya umumnya berkantung lebih kecil? Sebab nutrisinya cukup.

Sebaiknya nephentes ditaruh dalam pot gantung, jangan di tanah. Sebab di alam aslinya, nephentes juga tumbuh di batu-batu di lereng gunung, pantai yang terjal atau di pinggir rawa/sungai-sungai, bercampur dengan paku-pakuan dan perdu liar lainnya. Dengan ditaruh pada pot gantung, nephentes dapat lebih leluasa menampilkan keindahan bentuk dan warna kantungnya. Ke dalam kantung-kantung itu, sebaiknya secara rutin kita masukkan serangga seperti semut, lalat, laror dll. sebagai tambahan makanan bagi nephentes kita. Upaya ini akan membantu pembentukan kantung nephentes menjadi semakin besar dan sehat. Meskipun nutrisi dari pupuk yang kita berikan sudah mencukupi. (R) # # #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s