EKSPOR KELAPA MUDA

Sdr. Wahyono A, di Matraman, Jakarta Pusat, mendapatkan order untuk mengekspor kelapa muda ke Thailand dan Filipina. Masalahnya, sabut bekas sayatan (kupasan), menjadi cokelat, bahkan bertitik-titik hitam. Apakah benar warna hitam ini akibat kelapa kita beda dengan kelapa Thailand?

Kelapa muda untuk ekspor, harus dikupas segilima pada bagian tengahnya, bagian pangkal buah (yang bertangkai) rata, dan ujungnya meruncing. Di Thailand, kelapa muda memang disajikan dengan kupasan seperti ini. Kalau konsumen mau minum, maka bagian yang runcing itu dipangkas pada tiga sisi, lalu dibuka dan diberi sedotan. Pengupasan kelapa muda model Thailand seperti ini, dengan mudah bisa dilakukan oleh tenaga kerja kita.

Yang menjadi masalah, setelah dikapalkan, antara satu minggu sampai dengan satu bulan, irisan sabut yang disisakan pada tempurung, akan menjadi cokelat, bahkan beberapa bertitik-titik hitam. Sementara kelapa muda Thailand, bekas irisannya tetap putih dan mulus. Kelapa muda Thailand, disebut kelapa pandan, karena air kelapanya beraroma pandan. Di Indonesia pun, ada jenis kelapa yang seperti ini. Hanya di Thailand sudah dikembangkan massal, di negeri kita tidak terurus.

Sabut kelapa pandan Thailand, juga akan menjadi cokelat, bahkan menghitam, setelah dikupas (diiris). Terlebih kalau pengupasannya menggunakan pisau biasa, bukan pisau tahan karat (stainless steel). Perubahan warna ini disebabkan oleh proses oksidasi (menjadi coklat), dan  pembusukan oleh kapang, serta bakteri (bertitik-titik hitam). Di Thailand, irisan sabut kelapa muda ini bisa tetap putih meskipun disimpan lama, karena diberi threatment khusus.

Setelah dikupas dengan pisau stainless steel, kelapa muda Thailand itu langsung dicelupkan ke dalam larutan Sodium hypochlorite  (NaOCl), atau sering pula disebut Sodium chlorate. Kadang-kadang juga digunakan Calcium hypochlorite (Ca(ClO)2). Sodium hypochlorite  dan Calcium hypochlorite dikenal sebagai klorin. Konsentrasi larutan untuk memutihkan sabut kelapa muda, sekitar 5%. Proses ini disebut bleaching, yang juga digunakan dalam industri tekstil, kertas, tepung dan lain-lain.

Klorin berupa kristal atau larutan, bisa dibeli di toko-toko kimia atau apotik besar. Klorin dalam kemasan, adalah bahan pemutih pakaian yang banyak dijual di toko dan warung. Bleaching berfungsi mencegah oksidasi, hingga irisan sabut tidak menjadi coklat. Selain itu, klorin juga akan membunuh kapang, bakteri, dan kuman patogen, hingga bekas irisan kelapa muda itu tidak akan membusuk dan menjadi hitam. Klorin dalam konsentrasi sekitar 5% tidak membahayakan kesehatan manusia yang mengkonsumsi air kelapa muda tersebut.

Di Indonesia, memang belum ada budidaya kelapa, dengan varietas yang homogen seperti halnya di Thailand. Tetapi warna kulit buah kelapa yang hijau atau cokelat, tidak menjadi masalah. Sebab kulit luar itu akan disayat dan dibuang, hingga yang tampak oleh konsumen hanyalah sabut bagian dalam. Dengan proses bleaching, sabut itu akan selalu tampak putih, dan kering. Hingga kelapa jenis apa pun, tetap akan diminati oleh konsumen kelapa muda.

Sampai sekarang, Indonesia memang masih tercatat sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, dengan hasil sekitar 16 juta ton per tahun. Menyusul kemudian Filipina 14 juta ton, India 9 juta ton, Brasil, 3 juta ton, Srilangka 1,9 juta ton, dan Thailand 1,5 juta ton. Sebelum era kelapa sawit sebagai penghasil Crude Palm Oil (CPO), kelapa adalah sumber minyak nabati utama, yang menjadi andalan ekspor Indonesia. Setelah sawit berkembang, sentra-sentra kopra terpuruk.

Padahal selain minyaknya, kelapa sebenarnya tetap bisa diandalkan sebagai komoditas ekspor. Mulai dari santan (ke RRC), gula semut (Eropa), meubel kayu kelapa (Eropa, Jepang), nata de coco (Timur Tengah), dan tentu saja kelapa mudanya. Penanganan kelapa muda untuk ekspor memang banyak repotnya, sementara prosentase marginnya kecil. Banyak pihak, terutama pengusaha besar, malas melakukannya. Padahal ekspor kelapa muda tetap punya beberapa keunggulan.

Pertama, sumber bahannya melimpah, dan tersedia sepanjang tahun. Penanganan kelapa muda hingga siap ekspor merupakan kerja padat karya, yang akan memberi nafkah kepada ribuan tenaga kerja. Sementara resikonya tidak terlalu besar. Thailand dan Filipina, selama ini telah menemukan varietas unggul, bentuk penanganan, dan sekaligus pasar kelapa muda. Tetapi mereka kekurangan pasokan. Sdr. Wahyono, sebagai penghasil kelapa terbesar di dunia, kita layak menangkap peluang ini. * * *

2 thoughts on “EKSPOR KELAPA MUDA

  1. mohon dibantu untuk penjualan kelapa dalam negeri khususnya jawa tengah…..mohon bantuan info harga pasar dan konsumennya….terima kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s