BISAKAH RAMI MENGGANTIKAN KAPAS?

Ketika pulang kampung ke Wonosobo, Jawa Tengah, Sdr. Fuad, melihat banyak petani menanam rami. Katanya untuk bahan kain, sebagai pengganti kapas. Apakah hal itu benar? Bukankah rami itu hanya bisa untuk karung goni? Apakah budidaya rami cukup menguntungkan?

Sdr. Fuad, rami atau harami (Boehmeria nivea), memang benar merupakan bahan kain. Yang untuk karung goni adalah kenaf  (Hibiscus cannabinus), dan yute (Corchorus olitorius dan Corchorus capsularis).  Rami memang bisa mensubtitusi kapas (Gossypium hirsutum dan Gossypium barbadense), bahkan kualitasnya jauh lebih baik. Pembalut mumi mesir, kain kafan Yesus, dan kanvas lukisan, terbuat dari bahan rami, bukan kapas. Hingga rami lebih awet dari kapas.

Serat dari kulit batang rami, bukan hanya awet, tetapi juga sangat kuat. Hingga Departemen Pertahanan, sedang melakukan penelitian, kemungkinan serat rami dijadikan bahan rompi tahan peluru; menggantikan fiber glass, kevlar dan spectra, yang harus diimpor. Selulosa batang rami, selain bisa untuk pulp, juga berpeluang menjadi bahan baku propelant double base (mesiu). Selain itu, serat rami juga merupakan bahan benang sepatu, dan kaus lampu petromax.

Rami punya kelebihan dibanding dengan semua tumbuhan penghasil serat karena cukup ditanam sekali, dan bisa dipanen terus selama tiga sampai lima tahun. Sementara kenaf dan yute, hanya sekali dipanen batangnya dengan cara dicabut, dan harus dibudidayakan lagi dari awal. Kapas juga merupakan tanaman semusim yang setelah dipanen, akan mati. Rami bisa terus diambil batangnya, karena punya rizoma, yang akan terus menumbuhkan tanaman baru.

Rami dipanen bukan dengan cara dicabut batangnya,  melainkan dengan dipotong. Daun dan pucuknya diambil untuk pakan ternak. Kemudian kulit batang langsung dikupas dan dipisahkan dari bagian kayunya (dekortikasi), menjadi china grass. Bahan ini, bisa dikeringkan terlebih dahulu, bisa pula langsung direbus dengan kaustik soda ± 5%, untuk menghilangkan getah dan taninnya (deguming). Hasil dari deguming adalah serat rami berwarna putih.

Serat rami panjang ini, bisa langsung dipintal dan ditenun, bisa pula dipotong dan dipecah, hingga menjadi rami top, sebagai substitusi kapas. Budidaya rami cukup menguntungkan dan strategis, sebab selama ini tingkat ketergantungan industri tekstil kita pada kapas impor mencapai 95%. Padahal, kapas impor akan terus naik harganya. Demikian pula dengan serat sintetis, yakni rayon dan polyester. Selain di Wonosobo, sentra rami juga sudah berkembang di Garut, dan beberapa tempat lain.

Rami tidak perlu ditanam dalam bedengan, melainkan langsung di petakan lahan yang telah diolah. Jarak tanam rami, antar tanaman dalam barisan 50 cm, dan antar barisan 50 cm, serta 2 m. Jarak antar barisan 2 m. digunakan untuk mengantisipasi pertumbuhan rizome yang akan melebar ke mana-mana. Jarak tanam 50 cm, akhirnya juga akan dipenuhi oleh rumpun rami, hingga bidang 1 sampai 2 m2, akan penuh dengan rumpun rami.

Jarak antar barisan yang 2 m, akhirnya juga akan menyempit menjadi 1 m, karena dipenuhi rumpun rami. Rizome rami mirip dengan rizome pisang, jahe, dan kunyit, yang akan terus menjalar ke mana-mana, menjadi individu tanaman baru. Panen rami dilakukan menjelang tanaman berbunga. Sebab kualitas serat akan menurun, ketika bunga sudah keluar. Dalam satu rumpun rami, bisa dipanen lebih dari satu batang tanaman.

Dalam satu tahun bisa dilakukan dua sampai dengan tiga kali panen rami. Dengan budidaya dan pengairan yang baik, rami bisa dipanen sampai enam kali dalam setahun. Hasil panen berkisar antara 3,5 sampai dengan 4,5 ton raw material per hektar per tahun. Raw material ini akan menghasilkan sekitar 1,6 ton china grass, yang setelah melalui proses deguming, hanya tinggal sekitar 1,2 ton rami top. Saat ini sudah banyak perusahaan pemintal dan penenun serat rami.

Sdr. Fuad, petani di kampung Anda yang banyak membudidayakan rami, saat ini memang belum mampu menikmati keuntungan cukup besar. Tapi sebentar lagi kapas impor akan tak terbeli lagi. Dengan naiknya harga minyak bumi, serat rayon, dan polyester juga akan terus-terusan ikut naik. Ketika itulah petani rami akan menikmati hasilnya. Meskipun bisa dibudidayakan di dataran rendah, paling cocok rami ditanam di dataran tinggi seperti di kampung Anda itu. * * *

2 thoughts on “BISAKAH RAMI MENGGANTIKAN KAPAS?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s