BERKEBUN APPLE GUAVA

Di pelataran parkir sebuah pasar swalayan di Taipei, Taiwan, seorang penjual jambu biji menunggu pembeli. Dia memarkir sepedanya di tempat yang agak lapang. Di kiri-kanan roda belakang sepeda itu, tergantung dua buah keranjang penuh jambu biji. Dia sendiri bercelana longgar sampai di bawah lutut. Bajunya juga longgar, dengan caping (topi runcing dari anyaman bambu), seperti yang biasa dikenakan para petani di Jawa. Buah jambu biji yang dijualnya, berasal dari kebun sendiri. Luas kebunnya kurang dari 1 hektare. Sepintas, pedagang jambu ini tampak sangat miskin.

Tetapi, petani dan sekaligus pedagang jambu biji ini, dengan bangga bercerita bahwa ia pernah ke Pattaya (Thailand), Hawaii (AS) dan Bali (Indonesia) untuk melancong. Dia juga punya mobil. Tiga anaknya sudah selesai kuliah dan sudah bekerja. Dari hasil berjualan jambu biji inilah, dia bisa membiayai sang anak belajar di perguruan tinggi. Padahal di Taiwan, harga buah jambu biji hanya sekitar 4 enti atau Rp 20.000,- per kg. Harga ini relatif rendah dibanding harga jambu air yang mencapai 8 enti, atau Rp 40.000,- per kg. Mungkinkan hanya dengan bertani dan berjualan jambu biji, petani bisa hidup layak?

Kebun jambu biji petani Taiwan itu, tampak rapi. Jarak tanam diatur, pemangkasan juga rutin dilakukan. Tajuk tanaman terbentuk dengan ketinggian seragam. Pada tajuk tanaman itu, yang tampak menonjol hanyalah kertas warna putih sebagai pembungkus buah. Hingga dari kejauhan, tajuk tanaman jambu biji ini seakan berdaun putih. Pada tiap tanaman, selalu tampak buah yang siap panen, buah muda yang baru saja dibungkus, pentil yang belum terbungkus dan bunga. Hingga tanaman jambu biji di kebun ini, akan terus menghasilkan buah tanpa musim.

 

# # #

 

Dalam perdagangan internasional, jambu biji (Psidium guajava) disebut  Apple Guava. Kata Guava atau Guayaba (Spanyol) dan Goiaba (Portugis), diduga barasal dari nama yang diberikan oleh suku-suku Indian. Sebab jambu biji merupakan tanaman asli dari pulau-pulau di Laut Karibia, daratan Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara. Di kawasan ini terdapat sekitar 100 spesies jambu biji (Psidium Sp). Hingga berbagai varietas jambu biji yang ada di Indonesia, sebenarnya juga merupakan tumbuhan pendatang. Jambu biji menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, setelah bangsa Eropa bisa berlayar sampai ke Amerika.

Dari 100 spesies jambu biji tersebut, diantaranya yang cukup penting adalah: Mountain Guava (Psidium montanum), Strawberry Guava (Psidium cattleianum), Costa Rica Guava (Psidium friedrichsthalium), Guinea Guava (Psidium guineense), Cattley Guava (Psidium littorale), dan Apple Guava (Psidium guajava) sendiri. Setelah menyebar ke seluruh kawasan tropis di dunia, termasuk Indonesia, terjadi persilangan alami antar spesies, hingga tercipta varietas dan spesies baru. Di Indonesia sendiri dikenal varietas jambu biji yang berdaging buah merah, putih, dan merah muda. Sedemikian terkaitnya warna merah muda ini dengan warna daging buah jambu biji, hingga kita mengenalnya sebagai warna “merah jambu” atau jambon.

Yang disebut Apple Guava (spesies Psidium guajava), sebenarnya hanya jambu biji yang berdaging buah putih, yang di Indonesia telah dirilis oleh Menteri Pertanian sebagai varietas Tanjung Barat. Sementara jambu biji yang berdaging buah merah adalah Strawberry Guava (Psidium cattleianum). Selain berdaging buah merah, spesies ini juga berkulit buah merah kecokelatan. Diduga, jambu biji yang berkulit buah hijau ketika mentah dan kekuningan setelah masak, namun berdaging buah merah, merupakan silangan alami antara Apple Guava dengan Strawberry Guava. Hasil persilangan alami ini sedemikian banyaknya, hingga sulit untuk membedakan, mana yang sudah menjadi spesies sendiri dan mana yang hanya varietas.

Selain itu, kita juga masih mengenal varietas jambu sukun (jambu biji non biji = seedless). Yang disebut jambu sukun adalah jambu biji, yang di dalam daging buahnya tidak terdapat biji, atau hanya ada satu biji di bagian tengahnya. Kelemahan jambu sukun adalah, buahnya jarang dan ukurannya kecil-kecil. Namun sejak lima tahun terakhir, telah beredar jambu sukun “taiwan”, yang buahnya lebat dan berukuran cukup besar. Ciri khas jambu sukun taiwan adalah, daunnya berwarna hijau gelap dan sangat tebal. Ini merupakan ciri tanaman tetraploid (berkromosom 44 atau 4N). Diduga, jambu biji taiwan ini merupakan hasil pemuliaan apple guava melalui perlakuan Colchisine.

 

# # #

 

Colchisine (C22H25NO6) adalah kristal alkaloid berwarna kuning yang sangat beracun, yang diekstrak dari biji Colchicum autumnale. Larutan Colchisine yang diteteskan di pucuk tunas biji yang baru tumbuh (kecambah), akan mengubah sifat tanaman normal (diploid) dengan 22 kromosom (2N), menjadi berkromosom 44 (tetraploid, 4N). Sesuai hukum Mendel, kalau tanaman diploid dan tetraploid disilangkan, akan dihasilkan tanaman tetraploid, diploid dan trilpoid (berkromosom 33 = 3N). Tanaman triploid inilah yang akan menjadi seedless (tak berbiji). Teknik ini sudah biasa digunakan, untuk menciptakan semangka tanpa biji. Tampaknya, perlakuan colchisine juga  bisa diaplikasikan untuk buah-buahan tanaman keras.

Selain jambu biji tanjung barat dan jambu sukun, kita juga mengenal jambu bangkok. Pada awal tahun 1980, jambu bangkok adalah buah yang sangat eksklusif. Dalam pameran tanaman di Taman Impian Jaya Ancol tahun 1982, hanya ada satu stand yang menjual benih jambu bangkok. Itupun tingginya baru sekitar 30 cm. di polybag. Harganya Rp 50.000,- tidak boleh kurang. Kalau dikaitkan dengan tingkat nilai Upah Minimum Regional (UMR), nilai Rp 50.000,- ketika itu setara dengan Rp 2.000.000,- sekarang. Nilai ini sepuluh kali lipat dibanding harga benih lengkeng dataran rendah seperti itoh, diamond river, dan pingpong yang saat ini paling tinggi hanya mencapai Rp 200.000,- per tanaman.

Ketika itu ada pasangan suami isteri yang sangat berminat untuk membeli benih jambu bangkok. Si suami menawar mulai dari Rp 25.000,- sampai dengan Rp 49.000,- dan penjual mengatakan bahwa Rp 50.000,- itu merupakan harga pas. Si suami pun nyeletuk: “Perempuan bangkok saja harganya tidak sampai segitu. Masak kurang Rp 1.000,- pun tidak bisa!” Mendengar celetukan suaminya, si istri kaget: “O, jadi Bapak kalau ke Bangkok itu kerjaannya cari perempuan ya? Sampai tahu harganya segala ……” Pasangan suami isteri itu pun terlibat pertengkaran sengit dan pergi dari stand penjual benih jambu bangkok. Ini menunjukkan, betapa tingginya nilai komoditas jambu bangkok pada kurun waktu itu.

Tahun 1980an, jambu bangkok memang buah yang sangat eksklusif. Halaman rumah keluarga elite di Indonesia, harus ada tanaman jambu bangkoknya. Kalau harga benih jambu bangkok ukuran 30 cm. dalam polybag mencapai Rp 50.000,- maka harga tanaman dalam pot yang sudah cukup besar dan ada buahnya, bisa mencapai Rp 200.000,- Di Klari, Kab. Karawang, Jawa Barat, ada seorang pengusaha yang membuka kebun jambu bangkok. Kebun-kebun jambu bangkok pun kemudian tumbuh menjamur di mana-mana. Namun petani Indonesia hanyalah sekadar petani latah. Akhirnya demam jambu bangkok ini surut pelan-pelan. Jambu biji yang diusahakan oleh petani Taiwan tadi, adalah jambu bangkok ini.

 

# # #

 

Tahun 1980an itu, jambu biji varietas lain bermunculan. Misalnya jambu kmher, yang bagian di pangkalnya ada tonjolan cukup mencolok. Kemudian Sutardi, seoranng peneliti di Kebun Penelitian Getas, Salatiga Jateng, menyilangkan jambu bangkok ini dengan jambu biji merah. Hasilnya adalah jambu biji yang ukurannya sebesar jambu bangkok, namun volume daging buahnya yang berbiji cukup banyak. Kalau warna daging buah jambu bangkok putih seperti jambu tanjung barat, maka jambu silangan baru yang kemudian disebut GT Merah (Getas Merah) ini merah muda sangat menarik. Sekarang selain GT Merah, juga beredar verietas TW (Taiwan) dan jambu Australia. Yang disebut sebagai TW, kulit buahnya merah kecikelatan, yang merupakan ciri spesies Strawberry Guava.

Kalau sekarang di Indonesia tidak ada kebun jambu biji skala komersial, maka di Thailand, kebun jambu biji ini ada di mana-mana. Daging buah apple guava ini diolah menjadi asinan, manisan, keripik, jeli, jam, marmalede dll. Yang disebut daging buah di Thailand adalah bagian buah yang tidak ada bijinya. Selain untuk diolah menjadi manisan, jambu biji juga merupakan bahan konsentrat buah yang pasarnya cukup luas. Harga konsentrat apple guava, selama ini selalu lebih tinggi dibanding dengan konsentrat jeruk (orange). Hingga sebenarnya potensi berkebun jambu biji cukup baik. Meskipun merupakan tanaman tropis, jambu biji menghendaki iklim yang ekstra kering, dengan tingkat kelembapan rendah. Di Indonesia jambu biji cocok untuk dikembangkan di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Sulawesi Tenggara.

Selain untuk dikonsumsi sebagai buah segar dan untuk industri minuman, jambu biji merah juga dipercara masyarakat bisa meningkatkan kadar hemoglobin penderita demam berdarah. Pucuk daun jambu biji, juga dikenal sebagai obat diare yang sangat mujarab. Tanin yang terkandung dalam pucuk daun jambu biji memang dikenal sebagai antimikroba. Daun jambu biji juga digunakan untuk zat pewarna. Terutama digunakan untuk merebus telur, hingga kulit telur itu berwarna kecokelatan. Buah jambu biji sangat rentan terhadap serangan lalat buah. Larva lalat ini berupa ulat putih-putih kecil yang membuah buah jambu menjadi busuk dan berjatuhan. Penanggulangan yang paling efektif hanyalah dengan pembungkusan buah. (R) # # #

One thought on “BERKEBUN APPLE GUAVA

  1. SAYA MEMBUTUHKAN JAMBU KRISTAL, JAMBU BIJI MERAH, DURIAN MONTONG, PAPRIKA, TIMUN JEPANG, UBI CELEMU DLL YANG DIPASRKAN DI SEJUMLAH SUPERMARKET DAN HOTEL DI KOTA JAMBI NO HP 085268944744
    KALAU DARI DAERAH JAWA KAMI TAHU TRANSPORTASI MURAH CEPAT SEHINGGA BARANG KIRIMAN MASSIH FRESS SAMPAI DI JAMBI KAMI TUNGGU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s