LARING PADA PETERNAKAN ITIK PETELUR

Sdr. Joko, di Wonogiri, Jawa Tengah, pernah memelihara itik petelur. Baru beberapa bulan dipelihara, bulu itik rontok semua, lalu produksi telur terhenti. Padahal pakan sudah diberikan cukup, dengan komposisi yang benar. Apakah itik itu mogok bertelur karena faktor suara bising, akibat banyak orang lalu lalang?

Kunci utama memelihara itik petelur adalah benih. Itik yang Anda pelihara itu, pasti sudah dipelihara selama beberapa bulan oleh peternak yang menjualnya kepada Anda. Hingga begitu Anda pelihara beberapa bulan, terjadi laring (rontok bulu), yang tidak serentak. Itik petelur memang akan mengalami laring sekitar satu tahun setelah berproduksi (umur 1,5 tahun). Rontok bulu ini bisa dibuat serentak, dengan cara dipuasakan selama tiga hari. Saat memuasakan itik adalah, ketika ada satu ekor yang mengalami rontok bulu.

Setelah laring, itik memang akan berhenti bertelur, selama sekitar tiga bulan. Pakan itik diganti, bukan pakan layer (petelur), melainkan pakan grower (pedaging), agar pertumbuhan bulunya optimal. Sekitar 2,5 bulan setelah laring, itik kembali diberi pakan layer, dan sekitar dua minggu kemudian mereka akan kembali bertelur normal, selama sekitar satu tahun lagi. Itik yang sudah laring, bisa pula terus digemukkan, dan dijual sebagai itik pedaging. Selanjutnya, dipelihara itik dara umur sekitar 6 bulan, yang bisa langsung bertelur.

Selama rontok bulu, peternak akan rugi, karena harus memberi makan itik, tetapi telur sama sekali tidak ada. Para peternak nakal, biasanya akan menjual itik mereka menjelang laring, kepada peternak pemula, hingga ia tidak merugi. Sebenarnya ada cara untuk mengatasi masa laring, agar peternak tidak merugi. Kalau Anda ingin memelihara itik dengan kapasitas 100 ekor misalnya, janganlah sekaligus membeli benih sebanyak 100 ekor. Belilah pertama sebanyak 25 ekor, kemudian selang tiga bulan 25 ekor, demikian seterusnya sampai mencapai jumlah 100 ekor.

Ketika 25 ekor itik yang Anda beli pertama masuk masa laring, maka  Anda masih punya 75 ekor itik yang akan terus berproduksi. Hingga biaya pakan 25 ekor itik yang sedang laring, ditanggung oleh 75 ekor itik yang tetap bertelur. Ketika 25 ekor itik yang dibeli tahap II memasuki masa laring, maka 25 ekor itik yang laring pertama sudah siap untuk kembali bertelur. Demikian seterusnya hingga ketika ada 25 ekor itik yang sedang laring, tetap ada 75 ekor itik yang produktif. Dengan pola seperti inilah peternak itik tidak mengalami kerugian.

Benih itik petelur idealnya adalah itik dara umur 6 bulan, yang siap telur. Namun peternak pemula, biasanya susah membedakan itik dara dengan itik tua setelah laring I. Sebab bulu itik tua yang baru saja laring I, sama mengkilapnya dengan bulu itik dara. Bedanya, paruh serta kakinya, tampak keruh dan tebal, tidak seperti itik dara asli. Hingga membeli itik dara harus dari pembenih profesional yang jujur, yang tidak akan menipu peternak pemula. Paling aman adalah membeli anak itik yang sudah diseksing (diseleksi hanya yang betina saja).

Alternatif lain adalah, memelihara entog (itik manila). Ketika itik manila bertelur, telurya dikonsumsi, dan setelah tiba waktunya mengeram, kita membeli telur itik gembalaan, yang ada jantannya. Itik peliharaan dalam kandang (klèţèkan), umumnya tidak diberi pejantan, karena peternak akan rugi. Hingga telur itik kletekan, hanya untuk dikonsumsi. Telur untuk ditetaskan sebagai benih, harus berasal dari itik gembalaan yang diberi pejantan, dengan rasio 1 : 10. Telur itik itu lalu dititipkan ke entog yang sedang mengeram.

Yang juga sangat menentukan sukses tidaknya beternak itik adalah faktor pakan. Kab. Brebes dan Tegal, bisa sukses sebagai sentra itik, karena faktor pakan. Di kawasan ini banyak pabrik pemrosesan udang. Limbah kepala udang dengan nasi loyang, adalah pakan itik yang murah namun bergizi. Nasi loyang adalah sisa nasi dari warung tegal di Jakarta yang dicuci dan dikeringkan. Ketika akan  diberikan ke itik, nasi loyang cukup direndam sampai lunak. Di Wonogiri, kepala udang ini bisa diganti dengan sisik dan ikan asin remuk, yang bisa dibeli di pasar.

Ikan asin remuk ini perlu direndam air semalaman, dan airnya dibuang, agar kadar garamnya berkurang. Pakan lainnya adalah ampas tahu, dedak halus, jagung, gabah, dan singkong yang dicacah ketika sedang musimnya. Kulit taoge yang merupakan limbah pasar, adalah pakan yang sangat bergizi untuk itik. Demikian pula dengan sisa-sisa sayuran lunak lainnya (caisim, sawi putih, kol, dll). Protein hewani dan nabati mutlak ada dalam pakan itik, agar produktivitas telurnya tinggi. Kalau produktivitas telur menurun, bisa kembali dinaikkan dengan penambahan ransum gabah dan jagung. # # #

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s