BUDI DAYA TEMPUYUNG

Tempuyung sudah lama dikenal sebagai tumbuhan obat yang potensial untuk menghancurkan batu ginjal, batu empedu, dan batu kandung kemih (kantung urine). Selain khasiatnya untuk menurunkan tekanan darah. Sebenarnya cukup banyak tumbuhan dengan khasiat sama, namun tempuyung punya kelebihan, karena bisa dikonsumsi sebagai sayuran, bisa pula dikeringkan, dan diseduh seperti halnya teh. Rasa dan aroma tempuyung juga enak, hingga tidak ada kendala bagi penderita untuk mengkonsumsinya. Yang menjadi masalah, di Indonesia, belum ada budidaya tempuyung secara serius.

Penderita kencing batu atau batu empedu, sulit untuk memperoleh pasokan tempuyung segar secara kontinu. Di kios-kios obat tradisional, kadang-kadang dijual simplisia (daun kering) tempuyung. Kelemahan simplisia yang dijual di kios-kios obat seperti ini, tidak ada jaminan kualitasnya. Paling tepat memang minum ekstrak tempuyung, yang sudah diproduksi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kimia Farma, dengan merk Batugin Elixir. Produk ini bukan hanya ekstrak daun tempuyung, melainkan juga ditambah dengan ekstrak daun pecah beling (Strobilanthes crispus). Tiap 30 ml Elixir, mengandung ekstrak tempuyung 3 gram, dan ekstrak pecah beling 0,3 gram.

Meskipun sudah ada ekstraknya, untuk mencegah, atau menghancurkan batu ginjal, paling efektif tetap menggunakan daun tempuyung segar. Khasiat tempuyung sebagai penghancur batu ginjal, merupakan hasil penelitian Prof. Dr. Sardjito, D. Ma’rifin Husin, dan I. B. Oka. Daun tempuyung, mengandung kalium, atau potasium (K), yang berfungsi menetralkan kandungan zat kapur, (kalsium, Calcium, Ca) dalam darah. Kalsium, ketika bersenyawa dengan asam karbonat, Carbonic acid, (H2CO3), asam oksalat, Oxalic acid (H2C2O4, anhydrous), (C2H2O4•2H2O, dihydrate), dan asam urat Uric acid (C5H4N4O3), akan membentuk kristal batu di dalam kantung empedu, ginjal, dan kandung kemih.

# # #

Tempuyung (Sonchus arvensis), adalah tumbuhan asli Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Tetapi sekarang tumbuhan ini sudah menyebar ke seluruh dunia. Tempuyung juga disebut Corn Sow Thistle, Dindle, Gutweed, Swine Thistle, Tree Sow Thistle, Field Sowthistle, dan Field Milk Thistle. Disebut sowthistle, karena tempuyung sangat disukai oleh babi hutan. Thistle (Thru Thistle) adalah sebutan untuk gulma berduri di sekitar laut tengah. Tumbuhan tempuyung juga bergetah putih, hingga sejak dulu masyarakat Eropa percaya bahwa tempuyung dapat meningkatkan hasil susu sapi. Hingga kemudian tempuyung diintroduksi ke Amerika, dan ditanam di padang penggembalaan sapi, terutama sapi perah.

Tempuyung berdaun lebar, berukuran panjang sekitar 30 cm, lebar 5 cm, warna abu-abu, dan sedikit berbulu. Karena warnanya inilah maka tempuyung dengan mudah akan terlihat di antara gulma serta rumput. Karena berasal dari kawasan sub tropis, dan gurun, di Indonesia tempuyung hanya bisa hidup di dataran menengah sampai tinggi (di atas 500 m dpl). Setelah dibawa oleh bangsa Belanda, sekarang tempuyung sudah menjadi gulma yang tumbuh liar di mana-mana, terutama di kawasan berelevasi di atas 500 m. dpl. Tanaman ini terutama hanya mau tumbuh baik di tempat terbuka dengan sinar matahari penuh, di tanah yang sangat basa (pH di atas 7,5).

Karena sifatnya ini, tempuyung mudah dijumpai tumbuh di sela-sela fondasi bangunan, tebing yang dikeraskan dengan batu, bata, atau batako. Tempuyung sulit untuk tumbuh di lahan subur, yang pHnya di bawah 7,5. Budidaya tempuyung, bisa dilakukan di lahan, dalam pot, atau polybag. Media tanamnya harus berupa material yang basa. Lahan bekas reruntuhan bangunan yang banyak kapurnya, sangat cocok untuk budidaya tempuyung. Budidaya dalam pot haruslah menggunakan media bahan organik, yang dicampur dengan puing bangunan, atau pasir serta batu yang diberi banyak kapur. Pupuk kalium (K), sangat diperlukan oleh tanaman tempuyung untuk pertumbuhannya.

Tanaman tempuyung berumbi, meskipun tidak tumbuh membesar. Tempuyung yang sudah cukup tua, akan menumbuhkan tangkai bunga dari pucuk tanaman. Tangkai bunga ini tumbuh berupa malai, dengan bunga pada masing-masing pucuk. Bunga tempuyung berbentuk roset, kecil, dan berwarna kuning. Bunga akan tumbuh menjadi buah, yang ketika sudah tua akan pecah. Biji tempuyung yang sangat kecil, dilengkapi dengan rumbai kapas cukup panjang dan banyak, hingga ketika panas terik dan angin bertiup, biji ini akan tersebar jauh dari induknya. Inilah cara tumbuhan menyebarkan spesiesnya.

# # #

Meskipun berasal dari kawasan sub tropis, tempuyung tetap bisa hidup dengan baik di dataran rendah. Kalau di dataran tinggi dan menengah, tumbuhan ini memerlukan sinar matahari penuh sepanjang hari, maka di dataran rendah, dia cukup menerima matahari 50%. Di dataran rendah, tempuyung juga tetap menghendaki media yang basa. Selain dengan pemberian kapur dalam jumlah banyak, media tanam tempuyung bisa juga berupa puing bangunan. Terutama puing bangunan berdinding batako putih. Idealnya, tempuyung ditanam dalam pot yang cukup besar, dengan media puing bangunan dicampur bahan organik.

Benih tempuyung dijual antara lain di Balittro (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat), di Cimanggu, Bogor. Namun sebenarnya, kita bisa dengan mudah memperoleh benih tempuyung di sepanjang jalan Ciawi Cipanas, dan Ciawi Sukabumi. Di tebing-tebing pinggir jalan di Cisarua, sampai Cipanas, dengan mudah ditemukan tanaman tempuyung, ditandai dengan daunnya yang lebar, dengan warna abu-abu. Tanaman ini bisa dicabut, atau dicongkel, sebagian umbi dan daunnya dibuang, lalu ditanam dalam polybag atau pot, dengan media puing bangunan dan kompos. Tempuyung termasuk tumbuhan yang bandel, hingga dalam waktu singkat akan tumbuh subur.

Kalau tempuyung sudah berbunga, dan bijinya diterbangkan angin, maka akan banyak anakan tempuyung di sekitar induknya. Sebenarnya, budidaya tempuyung secara monokultur tetap menarik. Sebab kebutuhan simplisia (daun tempuyung kering) juga cukup tinggi. Sayangnya, di Indonesia tempuyung masih dianggap sebagai gulma liar. Padahal di New Zealand, tempuyung disebut Puha, dan biasa dimakan sebagai salad. Di Italia Selatan, tempuyung sudah dibudidayakan secara luas, untuk dijadikan campuran spaghetti, seperti caisim di negeri kita. Demikian pula di China, tempuyung disebut kŭcài, dan juga dimanfaatkan sebagai sayuran. (R) # # #

About these ads

One thought on “BUDI DAYA TEMPUYUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s