PENGGANTI PUPUK UREA

Sdr. Hary yang masih kuliah di Bogor, sangat prihatin dengan kenaikan dan kelangkaan pupuk urea. Sebab biaya kuliah diperoleh dari ayah yang berprofesi sebagai petani padi. Apakah ada pupuk alternatif yang bisa menggantikan urea? Mengapa saat ini urea semakin mahal harganya?

Pupuk urea (Nitrogen 46%), berbahan baku gas alam yang merupakan bahan tambang. Naiknya harga minyak bumi, ikut pula menyeret naiknya harga gas alam, dan juga pupuk urea. Celakanya, yang ikut naik harga bahkan juga langka, juga pupuk fosfat (SP 36), dan pupuk lengkap NPK. Ini semua tentu sangat menyulitkan petani, terutama petani padi sawah. Meski ada subsidi dari pemerintah, dalam praktek pupuk bersubsidi sulit untuk ditemukan di pasaran.

Harga urea bersubsidi ditetapkan pemerintah Rp 1.200 per kg. Dalam praktek, petani harus membayar Rp 1.250 per kg. Harga eceran SP 36 subsidi Rp 1.550 per kg. Sementara harga NPK subsidi  Rp 1.750 per kg. Idealnya, kebutuhan padi sawah per hektar per musim tanam, sebanyak 300 kg. urea senilai Rp 372.000, dan 100 kg SP 36 Rp 155.000 atau total Rp 527.000. Kalau petani menggunakan NPK, maka dosis ureanya cukup 250 kg senilai Rp 310.000, dan NPKnya 150 kg senilai Rp 262.500, atau total Rp 572.500. Hingga ada selisih Rp 45.500 per hektar per musim tanam.

Kalau petani menggunakan dosis urea 300 kg dengan NPK 100 kg, total biaya pupuk yang harus dikeluarkan menjadi Rp 547.000, hingga ada selisih Rp 20.000 dibanding kalau petani menggunakan SP 36. Tetapi pupuk NPK juga langka. Hingga petani terpaksa harus membeli pupuk non subsidi, yang harganya bisa melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi. Kebutuhan pupuk buatan, memang mutlak kalau petani menanam IR 64.

Petani juga bisa menyiasati kelangkaan pupuk, dengan mengembalikan jerami padi ke sawah. Selama ini petani lebih banyak membakar jerami, hingga nutrisi yang ada pada jerami itu terbuang sia-sia. Beberapa petani sekarang sudah mulai menumpuk jerami hasil panen I, di antara tanaman padi musim tanam II.  Nanti pada musim tanam III, jerami hasil panen II kembali ditumpuk, sementara jerami I sudah bisa dicampur tanah sebagai pupuk organik.

Di penggilingan gabah, sekam juga menumpuk kemudian dibakar. Pemanfaatan sekam untuk litter ternak ayam broiller, dan bahan bakar batu-bata, volumenya masih sangat kecil. Sekam ini juga bisa dikembalikan ke lahan sawah, untuk memperbaiki struktur tanah, hingga menjadi lebih gembur, dan tidak lengket karena pupuk urea. Idealnya, tiap hektar lahan memerlukan paling sedikit 5 ton bahan organik, per musim tanam.

Jerami dan sekam dari tiap hektar lahan, bobotnya pasti lebih dari 5 ton. Hingga, dengan mengembalikan jerami dan sekam ke lahan sawah, maka biaya pemupukan bisa dihemat paling sedikit 30%, tanpa menurunkan volume dan kualitas hasil. Pada kebun sawit, penurunan biaya pupuk setelah Tandan Buah Kosong (TBK) dikembalikan ke kebun, bisa mencapai 50%. Alasan petani, tidak mengembalikan jerami bisa pula karena digunakan sebagai pakan ternak, khususnya sapi.

Hal ini positif, sebab petani bisa mendapat nilai tambah dari usaha penggemukan sapi. Kotoran sapi yang dikembalikan ke lahan sawah, hasilnya akan lebih baik lagi. Dengan pemberian pupuk kandang sekitar 5 ton, penghematan pupuk urea dan SP 36 bisa mencapai 60%. Petani juga sering memupuk sawah mereka dengan pupuk hijau, berupa daun trembesi (ki hujan, Samanea saman), lamtoro (petai cina, Leucaena leucocephala), kaliandra (Calliandra calothyrsus), albisia (jeungjing, sengon, Albizia falcataria), dan gamal (Gliricidia maculata).

Pupuk hijau, dan pupuk kandang, banyak mengandung unsur hara N. Persentase unsur Pnya kecil sekali. Unsur P bisa diperoleh dari pupuk guano (kotoran kelelawar dan walet) dan guano phospat, yakni fosil kotoran kelelawar dari jaman 800.000 sampai dengan 1 juta tahun yang lalu. Gua-gua di Gunung Kidul, Wonogiri, dan Pacitan, banyak yang mengandung deposit guano phospat, dan sebagian sudah dieksplorasi.

Guano phospat sebagai pengganti SP 36, mampu meningkatkan panen padi 1 sd. 2 ton per hektar. NPK sebagai pengganti SP 36, juga akan meningkatkan panen, 1 sd. 2 ton per hektar. Sebab NPK adalah pupuk lengkap, dengan kandungan kalium (K). Selain dalam NPK, kalium juga terdapat dalam pupuk tunggal KCL. Fungsi kalium bagi antara lain bisa mencegah kerontokan gabah. Unsur K, antara lain bisa diperoleh dari sabut kelapa. * * *

About these ads

One thought on “PENGGANTI PUPUK UREA

  1. Salam sejahtera@Sebenernya sangat sederhana;
    1*Petani bisa memanfaatkan kompos
    2*biaya sangat efisien
    3*sangat mudah utk mengumpulkan baku
    4*mutu pupuk lebih baik
    Itu dl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s