BUDIDAYA BUNCIS PADA MUSIM KEMARAU

Buncis adalah sayuran dataran menengah (500 m. dpl) sampai tinggi (1.000 m. dpl). Pada musim penghujan, buncis bisa dibudidayakan di lahan kering (tanah tegalan). Tetapi pada musim kemarau, buncis hanya bisa dibudidayakan di lahan sawah, atau lahan yang berpengairan teknis. Dilihat dari tanamannya, dikenal ada dua macam buncis, yakni buncis merambat dan buncis tegak. Buncis merambat dibudidayakan dengan ajir (lanjaran tempat merambat tanaman). Ajir biasanya berupa bilah bambu atau batang-batang perdu. Sementara buncis tegak dibudidayakan tanpa ajir. Produktivitas bincis merambat, umumnya lebih tinggi dibanding buncis tegak.

Dilihat dari cara bagian yang dikonsumsi, buncis dibedakan menjadi jenis polong dan biji. Buncis polong dikonsumsi polong mudanya. Polong buncis masih dibedakan menjadi polong biasa (panjang 12 cm), dan baby buncis (panjang 7 cm). Baby buncis dipetik ketika ukurannya Buncis biji dibiarkan sampai tua dikeringkan dan diambil bijinya untuk dikonsumsi. Buncis polong =-]’
umumnya berbiji sedikit, polongnya berdaging tebal, renyah dengan serat yang hampir tidak ada. Buncis biji, berpolong tipis, alot karena banyak seratnya. Tetapi polong jenis buncis ini berbiji banyak dengan ukuran besar-besar. Selain polong dan bijinya, buncis juga bisa dikonsumsi daunnya.

Dari warna daun, polong dan bijinya, buncis juga dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam. Batang, daun dan kulit polong buncis bisa dibedakan menjadi buncis hijau dan ungu. Variasi warna lebih banyak terdapat pada biji buncis. Mulai dari buncis biji putih, ungu, hitam, merah, cokelat, kuning pink dan loreng. Umumnya yang dipasarkan di Indonesia buncis biji merah dan loreng. Buncis putih, ungu, kuning, pink, cokelat dan hitam, tidak lazim dibudidayakan dan dipasarkan di Indonesia. Di masyarakat buncis ini disebut sebagai kacang merah. Selain untuk campuran sayur lodeh, kacang merah juga biasa untuk sup. Kandungan nutrisi kacang merah per 100 gram adalah: karbohidrat 60 gram, gula 2 gram, serat 25 gram, lemak 1 gram, protein 24 gram, air 12 gram.

# # #

Buncis dalam perdagangan dunia disebut  Common bean (Phaseolus vulgaris). Genus Phaseolus sendiri terdiri dari sekitar 50 spesies, yang seluruhnya berasal dari Amerika Tropis. Paling tidak ada empat spesies dari 50 spesies Phasealus yang sudah mulai dibudidayakan sejak sebelum Columbus datang ke benua Amerika. Sekarang, buncis sudah dibudidayakan di seluruuh dunia, mulai dari kawasan tropis, sub tropis, gurun bahkan di negeri yang bermusim dingin. Di negeri yang beriklim sub tropis atau dingin, budidaya buncis hanya bisa dilakukan selama musim panas, atau di dalam greenhouse. Di kawasan gurun, budidaya buncis juga hanya bisa dilakukan di dalam greenhouse, atau di alam terbuka namun dengan diberi tanaman pelindung untuk menahan angin.

Di Indonesia, buncis polong yang lazim dibudidayakan hanyalah varietas hijau, dengan biji putih, tipe merambat. Sementara buncis biji yang paling banyak ditanam, adalah varietas berbiji merah (kacang merah), yang merupakan tipe tegak. Namun buncis polong, lebih luas pembudidayaannya dibanding buncis biji. Benih buncis polong tipe merambat, ada yang hibrida eks impor. Ada pula hasil budidaya breeder Indonesia. Para petani, umumnya memproduksi benih sendiri untuk keperluan mereka. Benih produksi para petani ini ada pula yang dijual di kios benih di pasar-pasar tradisional. Benih tradisional ini memang kalah produktif jika dibanding dengan benih-benih hibrida eks impor. Namun relatif lebih tahan terhadap penyakit tanaman.

Budidaya buncis pada musim penghujan, bisa dilakukan di lahan kering (tanah tegalan, tanpa pengairan sama sekali, dengan hanya mengandalkan air hujan. Pada musim kemarau, budidaya buncis beralih ke lahan sawah, dengan pengairan teknis. Hasil budidaya pada musim kemarau, selalu lebih baik daripada budidaya pada musim penghujan. Pertama, intensitas sinar matahari pada musim kemarau lebih tinggi, karena tidak banyak mendung. Kedua, lahan sawah juga tidak ternaungi oleh tanaman keras seperti halnya tanah tegalan. Ketiga, nutrisi lahan sawah juga lebih tinggi dibanding lahan kering. Sebab selain adanya bahan organik berupa jerami, terdapat pula sisa-sisa pupuk buatan dari penanaman padi musim sebelumnya.

Rotasi antara tanaman padi (rumput-rumputan) dengan buncis (kacang-kacangan), juga berpengaruh terhadap peningkatan produksi dua komoditas ini. Sebab buncis sebagai tanaman kacang-kacangan, mampu mengambil nitrogen (N) dari udara, dan menyimpannya pada bintil akar di dalam tanah. Cadangan N pada akar buncis ini akan menyuburkan tanah, ketika ditanami padi pada musim berikutnya. Daun-daun buncis yang lunak, juga akan mudah hancur hingga menjadi pupuk hijau. Dengan digunakan untuk budidaya non padi, lahan sawah juga diistriahatkan dengan cara dikeringkan. Rotasi tanaman rumput-rumpurtan dan kacang-kacangan ini, akan mampu memutus siklus hama. Baik hama kacang-kacangan maupun hama rumput-rumputan.

Buncis dibudidayakan di atas guludan memanjang. Guludan ini ada yang diberi mulsa plastik hitam perak, ada pula yang dibiarkan terbuka. Di atas guludan inilah dibuat lubang tanam dengan tugal, lalu benih dimasukkan. Pada saat itu juga, ajir sudah harus terpasang. Cara memasangnya, ada satu guludan satu deret dengan posisi tegak.  Ajir satu dengan ajir lain dalam satu guludan itu, dihubungkan dengan tali. Ada pula yang ujung ajir dua guludan, diiikat dengan tali menjadi satu. Kemudian ujung satu dengan ujung berikutnya juga dihubungkan dengan tali. Cara kedua ini lebih umum dilakukan para petani, sebab lebih ekonomis dan posisi ajir juga lebih kokoh. Daya tangkap tanaman terhadap sinar matahari juga lebih baik.

# # #

Ajir untuk budidaya buncis, bisa terbuat dari bilah bambu, ranting bambu, atau ranting perdu yang merupakan gulma. Panjang ajir 2,5 m. dengan 0,5 m akan menancap ke dalam tanah. Jarak antar ajir sekitar 60 cm. Kemudian ujung ajir satu sama lain diikat dengan tali. Biasanya tali pengikat ajir terbuat dari belahan bambu muda yang dibuat setipis mungkin. Dalam jangka waktu sekitar 1 bulan, ajir sudah akan dipenuhi oleh sulur dan daun buncis. Tanaman buncis akan memanjat ajir dengan cara membelit ke kanan (searah jarum jam). Umur sekitar 2 bulan, bunga pertama sudah akan muncul dan tidak lama kemudian polong muda sudah mulai bisa dipanen. Panen akan terus berlangsung sampai tanaman umur 4 bulan.

Musim tanam padi di sawah, biasanya dimulai pada bulan Oktober dan November. Panen akan terjadi pada bulan Februari atau Maret. Pada lahar berpengairan teknis, lahan bisa terus ditanami padi tanpa banyak kesulitan. Padi gadu biasanya akan ditanam pada bulan Maret atai April, dan baru aka bisa diopanen pada bulan Juli. Setelah itulah buncis bisa ditanam. Kalau air tidak mencukupi, pada musim gadu sawah akan ditanami palawija. Umumnya jagung. Kalau jagung mulai ditanam pada bulan Maret, panen sudah bisa dilakuan padabulan juli. Ada petani yang kemudian memanfaatkan batang jagung (tebon) yang sudah dipanen ini, sebagai ajir tanaman buncis. Meskipun relatif rapuh, batang jagung ini tetap bisa menopang tanaman buncis.

Petani memanfaatkan tebon jagung , dengan menambahkan ajir bambu sebagai penguat, kemudian memasang bilah bambu horisontal rangkap dua, atas dan bawah, lalu mengikatnya. Dua pasang bilah bambu ini akanmenjepit batang-batang jagung hingga posisinya menjadi lebih kokoh. Seandainya pangkal tebon yang sudah mengering ini dimakan rayap, masih akan tetap tegak karena bertumpu pada ajir bambu. Pola tanam dengan memanfaatkan tebon bambu ini bisa menghemat biaya ajir sekitar 75 sampai 80%. Pla tanam seperti ini, hanya bisa dilakukan kalau sejan awal, larikan tanaman jagung sudah didiasin, agar setelah panen bisa segera dibuat guludan untuk ditanami buncis. Jarak tanam jagung juga dibuat 15 X 60 cm.

Pola tanam buncis di lahan sawah, memerlukan pengairan 100%. Hingga secara rutin, lahan harus digenangi air (dileb). Lahan yang tidak memperoleh pengairan teknis pun, sebenarnya tetap bisa membudidayakan tanaman semusim, termasuk buncis, pada musim kemarau. Para petani biasanya memanfaatkan sumur pantek, dengan pompa sedot dangkal. Air tanah inilah yang digunakan untuk mengairi tanaman. Paling sedikit, setiap seminggu sekali sekali tanaman harus dileb. Kalau pengairan dilakukan dengan penyiraman, maka paling sedikit tiap dua hari sekali guludan harus disiram. Keuntungan penggunaan mulsa plastik untuk budidaya sayuran di lahan sawah adalah, penguapan akan bisa dikurangi secara optimal.

# # #

Polong buncis bisa dipanen normal setelah panjangnya mencapai 12 cm, namun daging polongnya masih lunak dan bijinya belum terbentuk. Buncis ukuran normal ini akan diserap oleh pasar tardisional. Namun bisa pula buncis dipanen lebih muda lagi, yakni ketika ukurannya baru mencapai 6 sd. 7 cm. Inilah yang disebut sebagai baby buncis. Buncis ukuran mini ini banyak diminta oleh pasar swalayan secra pasar ekspor. Selain itu, industri pengalengan buncis juga menuntut panen pada umur dini. Secara ekonomis, petani akan mengalami kerugian apabila memanen buncisnya ketika ukurannya masih 6 sd. 7 cm. Sebab bobot hasil panen baby buncis, hanya seperempat dari panen normal. Sementara biaya panen, justru  lebih tinggi dari buncis normal.

Sebab panen baby buncis menuntut ukutran yangbenar-benar akurat. Panen harus dilakukan duakali sehari. Sebab buncis yang pagi hari ukurannya belum mencapai 6 cm. harus dipanen pada sore hari. Kalau panen ditunda keesokan harinya, maka ukuran buncis sudah akan lebih dari 7 cm. hingga tidak layak panen. Untuk itu, para pemanen harus menggunakan ukuran yang akurat. Perempuan pemanen baby buncis, umumnya sudah sangat hafal ukuran polong yang harus dipanen. Mereka membandingkan ukuran polong dengan ukuran panjang jari telunjuk mereka. Kalau ukuranya tepat, maka polong akan dipanen. Klau masuh kurang panjang, akan dipanen sore hari atau esok harinya.

Di negara-negara maju, panen baby buncis atau buncis normal, dilakukan dengan seleksi yang sangat ketat. Selama musim panen, tanaman sama sekali tidakboleh disemprot pestisida. Sebab polong yang dipetik, akan langsung ditata rapi dalam keranjang. Hingga ukuran panjang dan lebar polong harus benar-benar seragam. Di Indonesia, budidaya baby buncis pernah marak pada tahun 1990an. Ketika itu ekspor ke Eropa dan Timur Tengan memang berjalan dengan baik. Sekarang agribisnis buncis lebih didominasi oleh polong normal, dan buncis biji yang lebih populer dengan sebutan kacang merah. Dengan melakukan rotasi antara budidayadi lahan kering dan di lahan sawah, maka penen buncis akan bisa berlangsung terus sepanjang tahun. (R) # # #

About these ads

4 thoughts on “BUDIDAYA BUNCIS PADA MUSIM KEMARAU

  1. Apa ada varitas boncis yang ditanaman pada dataran rendah, kalau ada saya mau usahakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s